Jumat, 10 Juli 2020

Jembatan Soekarno Manado Ikonik : Tidak Sah Sampai Manado Kalau Belum Foto di Jembatan Soekarno

Jembatan Soekarno Manado panjang 1.127 km lebar 17 m || JelajahSuwanto

Usai ngedrop si sulung di kawasan Boulevard untuk acara sekolah, kami melintas di jembatan ikoniknya Manado. Jelajah Suwanto tak kuasa menolak kehangatan tropis yang menguar lembut pada Sabtu kala itu. Seperti juga banyak kendaraan lainnya, kami menepikan kendaraan di salah satu tepi Jembatan Soekarno.   

Padahal sebelum-belumnya kalau ada orang berhenti, pe-foto-an, nongkrong, beli bakso atau es krim di atas Jembatan Soekarno kami paling suka komentar, “Ishh pada ngapain sih, cuma jembatan aja loh. Norak.“  Eh ternyataaa, ya gitu deh, pada akhirnya apa yang menurut kamu aneh, ribet, norak, dan lain sebagainya itu, baru bakalan dimengerti kalau kamu nyobain sendiri, ngalaman sendiri, ngerasain sendiri. 

Apa sih Istimewanya Jembatan Soekarno?

Keluarga Suwanto berhenti karena Manado Tua terlihat agung siang itu. Memandang siluet pulau-pulau yang memagari Teluk Manado saja sudah bikin decak kagum. Belum lagi saat angin laut mengibarkan rambut, ada semacam sensasi seger-seger gimana gituh.

Sementara itu patung lilin, pemukiman beratap pelangi, pelabuhan dan pemandangan kota Manado benderang dari atas jembatan.


Pemandangan dari Jembatan Soekarno Manado || JelajahSuwanto

Pulau Manado Tua yang berbentuk gunung dar Jembatan Soekarno Manado || JelajahSuwanto

Pulau Manado Tua

Pulau Manado Tua berdiri anggun nun di lautan teduh sewarna indranila. Pulau serupa gunung dengan ketinggian 655 mpdl ini merupakan pulau berpenghuni yang memiliki banyak potensi wisata. Tercatat, antara abad 16-17, pulau Manado Tua menjadi tempat singgah kapal dagang spanyol yang datang dari Filipina untuk barter barang dengan rempah-rempah. Secara geografis Manado Tua berada 4 km di barat Pulau Bunaken. Meski lereng gunung tertutup kerimbunan hutan tropis, tapi di lembah datarnya terdapat 2 desa, yaitu Manado Tua Satu dan Manado Tua Dua. Kedua desa berada dibawah garis komando kecamatan Bunaken. 

Bersumber dari manadokota.go.id, Pulau Manado Tua mulai didiami pada 1339. Tidak tahan dengan peperangan di daerah asalnya Batu Mindanao, Filipina, keluarga Humansangdulage yang beranggotakan 6 orang berlayar melarikan diri. Namun badai memaksa perahu mereka menepi di pulau tak berpenghuni. Ternyata di sana ada juga rombongan terdampar lain sejumlah 7 orang, Panamon dkk dari daerah Mongondow. Kedua rombongan ini kemudian menjadi yang pertama menetap di Pulau yang kini dikenal sebagai Manado Tua. Pada perkembangannya setelah penduduk pertama meninggal dan beberapa pindah ke daratan Manado, orang-orang Sangihe kemudian  mengambil alih. 


Pelabuhan Manado dari atas Jembatan Soekarno || JelajahSuwanto


Pelabuhan Manado

Di bawah Jembatan Soekarno Kapal KM Permata Bunda megah bercat putih masih sandar sebelum angkat sauh esok sore. KM Permata Bunda berlayar dari Pelabuhan Manado dengan tujuan Jailolo Halmahera Barat, Ternate Maluku Utara, Sanana Maluku Utara dan Ambon Maluku. Kapal berdaya angkut 300 orang ini melayani pelayaran sekali seminggu, baik itu Manado ke Ternate, Manado ke Jailolo, dan lainnya. 

Sebab Pelabuhan Manado perairannya terbilang dangkal dan lokasinya dekat dengan Taman Laut Bunaken, maka pelabuhan hanya difungsikan sebagai dermaga bagi speed boat dan kapal-kapal kecil saja. Alamak KM Permata Bunda itu hitungannya kecilšŸ˜²  Kapal-kapal ini reguler melayani pelayaran antar pulau menuju Maluku, Sitaro, Sangihe dan Talaud. Sedangkan kapal ukuran besar berlabuhnya di Pelabuhan Bitung ± 40km di Timur Kota Manado.  


Patung lilin dan kawasan bisnis Manado terlihat dari Jembatan Soekarno || JelajahSuwanto

Pasar Bersehati Terbesar di Manado dan daerah sekitarnya di Provinsi Sulawesi Utara terlihat dari Jembatan Soekarno Manado || JelajahSuwanto


Pasar Bersehati

Pasar Bersehati merupakan salah satu pusat perdagangan terbesar di Manado. Pasar dibangun di atas lahan seluas 5 hektar dan masih ditambah dengan area reklamasi Kuala Jengki. || Kuala adalah kali atau sungai dalam bahasa Manado. || Pasar Bersehati merupakan gabungan pedagang dari eks pasar 45, pasar ikan Calaca, dan pasar kuala Jengki.

Nama Bersehati mulai dipakai pada 1985-an saat Ir. Nayoan Habel Eman menjabat Walikota Manado periode 1985-1995. 'Bersehati' adalah slogan Bersih, Sehat, Aman, Tertib dan Indah. Pasar yang telah beroperasi sejak 1973 ini berjasa meningkatkan perekonomian tak hanya warga Manado tapi juga daerah lain di Provinsi Sulawesi Utara. 


Pemukimam Pelangi Bukit Torsina Kelurahan Sindulang 1, Kecamatan Tuminting, Kota Manado terlihat dari Jembatan Soekarno || JelajahSuwanto
     

Welcome to Manado Jembatan Soekarno Kampung Warna-warni Sindulang || JelajahSuwanto


Pemukiman Pelangi

Meski gumpalan awan menutup surya, tapi kuning, hijau, biru, merah dan warna-warni cerah lainnya tetap menyemarakkan pandang. Pemukiman berwarna ini ada di Bukit Torsina, Kelurahan Sindulang 1, Kecamatan Tuminting, Kota Manado. Warga menyebutnya kampung Sindulang.

Dari atas Jembatan Soekarno pemukiman beratap pelangi dengan tulisan Welcome to Manado itu menjadi objek foto yang instagramable.


Jembatan Soekarno Manado setelah mangkrak 12 tahun diresmikan pada 28 Mei 2015 || JelajahSuwanto
 

Jembatan Ir. Soekarno Manado

Jembatan Ir. Soekarno atau lebih dikenal dengan Jembatan Soekarno atau warga menyingkatnya JS membentang di atas Kuala Jengki Daerah Aliran Sungai Tondano. Jembatan sepanjang 1.127 meter dan lebar 17 meter ini menghubungkan Boulevard I dan Boulevard II yang menjadi kawasan sentral Manado. Selain sebagai akses jalan utama, Jembatan Soekarno telah menjadi kebanggaan dan salah satu ikon wisata Manado. 

Pada 12 Oktober 2003, Presiden Megawati Soekarnoputri mengawali pemancangan 2 tiang utama proyek Jembatan Soekarno. Pembiayaannya diambil dari APBN dengan kontraktor PT Hutama Karya (Persero). Jembatan Soekarno direncanakan selesai dalam kurun waktu 2 tahun. Namun dalam prosesnya, pembangunan jembatan sempat terhenti. Struktur tanah yang unik, kendala teknis dan alasan administrasi lainnya menjadi penyebab mangkraknya proyek Jembatan Soekarno.

Akhirnya setelah 12 tahun, pada 28 Mei 2015 di era Presiden Jokowi, Jembatan Soekarno diresmikan oleh  Puan Maharani, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Puan Maharani adalah cucu Presiden Soekarno, putri dari Ibu Megawati Soekarnoputri.

Biaya 300 miliar rupiah dikatakan sepadan sebab struktrur jembatan ini kokoh, beraspal penuh dan menawarkan keindahan teluk Manado. Para ahli dari Inggris, Perancis dan Tiongkok diturunkan dalam pembangunan jembatan yang mengkombinasikan konstruksi Balance Cantilever/ Box Girder dan cable stayed ini.


Belum sah ke Manado kalau belum foto di Jembatan Ir. Soekarno || JelajahSuwanto
Selamat datang di Manado Jembatan Soekarno || JelajahSuwanto

Tidak sah namanya kalau sudah sampai Manado tapi belum foto di Jembatan Soekarno. Sebab lokasinya dekat saja dari kawasan boulevard, tidak sampai 5 menit. Tidak rugi juga berhenti sejenak menikmati perairan teluk Manado dengan latar Manado Tua dan Bunaken. Atau bila lebih niat bisa hunting sunset dan mengabadikan kelap-kelip lampu jembatan saat malam menjelang.  

Keluarga Suwanto sudah sah pernah menjelajah Manado.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar