Selasa, 13 Oktober 2015

Berkemah di Pulau Liukang Loe

Berkemah di Pulau Liukang Loe +fotojelajahsuwanto+
Setelah senja di Pulau Liukang Loe, Keluarga Suwanto akhirnya kembali ke Pulau itu pada Medio Mei 2015. Kami sepakat akan berkemah. Mas dan adek begitu antusias mempersiapkan perlengkapan Jelajah Suwanto kali ini. 

Seperti di tulis dalam serba-serbi Tanjung Bira sebelumnya, bulan Mei air laut cukup horor bagi kami “manusia darat”. Perjalanan laut membutuhkan waktu hampir setengah jam. Biasanya 15-20 menit sudah sampai. 

Nyaris di tengah laut, mendadak mesin mati. Hufft, doa, doa, dan doa. Untunglah bapak yang mengantar kami begitu tenang, hal seperti ini biasa ia hadapi. Pula, memang beliau adalah “manusia laut”, lahir dan besar bersama laut.

Selasa, 06 Oktober 2015

Amatoa Resort Tanjung Bira : a perfect view from your bedroom, Sebuah Review

Perfect View from your bedroom at Amatoa Resort, Tanjung Bira
+fotojelajahsuwanto+
 . . . Tonight I celebrate my love for you
And soon this old world will seem brand new
Tonight we will both discover
How friends turn into lovers
When I make love to you . . ..


Begitulah kira-kira semestinya alunan musik menyambut kami, ketika memasuki bungalow Amatoa Resort yang akan menjadi tempat menginap malam itu.

Tapi ahhhh krucil – krucil itu begitu bahagia menemukan tempat ini, mereka sudah berkejar-kejaran saja mengitari tempat tidur. Lupakan saja merayakan cinta berdua, kita rayakan saja kebersamaan sebagai sebuah keluarga, ayah. .:D

Jumat, 02 Oktober 2015

Tebing Pantai Apparalang: Pesona Wisata Baru di Bulukumba yang sedang Berbenah

Tebing Pantai Apparalang Bulukumba
Tebing Pantai  Apparalang, destinasi wisata baru Kabupaten Bulukumba || JelajahSuwanto


Apparalang, nama itu nampaknya sedang menjadi pembicaraan hangat. Maka, pada Jelajah Tanjung Bira kali ini, Keluarga Suwanto harus menyambanginya. "Apparalang" dalam bahasa setempat berarti ujung dalam. Sekilas mirip-mirip Uluwatu di Bali. Tapi menurut kami, pemandangan lautnya lebih cantik Apparalang. Secara administratif tebing Apparalang berada di Desa Ara, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Bagaimana Menuju Tebing Apparalang?
Dari poros Bulukumba - Tanjung Bira kami belok arah ke desa Ara. Sebagai ancar-ancar belok di Pertigaan SMKN 6 Bulukumba. Lalu masuk ke jalanan kecil beraspal mulus membelah kawasan hutan. Sekitar 2.5 Km berkendara akan ditemui papan petunjuk bertuliskan Pantai Apparalang.

Kontur jalan telah berubah menjadi jalanan beton yang menurun curam, hanya cukup untuk satu mobil. Mulanya, kami sempat khawatir jika harus berpapasan dengan kendaraan lain. Ternyata, pengelola telah mengatur agar jalur keluar masuk kendaraan dibuat berbeda.

Itinerary Jelajah Tanjung Bira 4 Hari 3 Malam

Keluarga Suwanto: Jelajah Tanjung Bira September 2015

Libur Idul Adha tahun 2015 ini, jatuh pada hari Kamis, 24 September. Pas ada hari kejepit, saat yang tepat untuk cuti. Keluarga Suwanto sepakat untuk kembali berkunjung ke Tanjung Bira. Berhubung hari kejepit tidak berlaku di sekolah Mas, maka dengan terpaksa Mas meliburkan diri satu hari saja. Sebenarnya ada beberapa pantai baru yang ingin kami jelajahi, namun hanya dua yang dapat direalisasikan yaitu Pantai Lemo-lemo dan Tebing Apparalang.

Berikut itinerary Keluarga Suwanto selama 4 hari 3 malam:


Tanjung Bira: Serba-Serbi Wisata, Waktu Terbaik, Transportasi dan Akomodasi

Tanjung Bira Medio Agustus || JelajahSuwanto
Pantai Tanjung Bira kala surut pada medio Agustus || JelajahSuwanto

Tanjung Bira. Saya rasa nama itu semakin berkumandang di kalangan pencinta pantai, baik itu domestik maupun mancanegara. Keluarga Suwanto sudah empat kali menjelajahi pantai berpasir putih ini. Dan kami jatuh cinta. Selalu ingin kembali untuk sekedar melepas lelah dan tentu saja merayakan hidup.

Maka, inilah serba-serbi Jelajah Tanjung Bira ala keluarga Suwanto:

Tanjung Bira, Selayang Pandang

Tanjung Bira merupakan daratan di ujung selatan Provinsi Sulawesi Selatan yang menjorok ke Laut Flores. Tanjung Bira memiliki pesisir pantai berpasir putih yang indah, laut yang tenang dan bawah laut yang cantik. Pesonanya tentu sudah terkenal luas, bahkan mungkin lebih dulu dikenal oleh para petualang Mancanegara. Terlihat dari banyaknya wisatawan asing di kawasan wisata ini. Penginapan dan tanah di kawasan Bira–Bara pun banyak dimiliki oleh warga negara asing.