Minggu, 20 November 2016

Kete Kesu: Desa Adat yang Mistis

Kete Kesu Tana Toraja: Persiapan Toraja International Festival  +Fotojelajahsuwanto
Kete Kesu Tana Toraja: Persiapan Toraja International Festival  +Fotojelajahsuwanto
Kete Kesu sedang hiruk pikuk ketika Keluarga Suwanto datang. Nanti malam akan digelar Toraja International Festival. Panitia berpacu dengan waktu mempersiapkan panggung bernuansa etnik. Sementara Wisatawan mancanegara dan domestik berbaur di desa adat ini. Penuh dan ramai. Masing-masing tak mau kelewatan mengabadikan deretan Tongkonan di kompleks Kete Kesu.

Senin, 24 Oktober 2016

Rante Karassik, Kuburan Purba di tengah Pemukiman Rantepao

Rante Karassik Rantepao Toraja Utara +Fotojelajahsuwanto

Menyambut pagi pertama di Rantepao, Keluarga Suwanto begitu antusias.
Kami memang belum menyiapkan itinerary yang pasti. Pokoknya, menjelajah Toraja. Itu saja.
Ketika resepsionis Hotel Indra menyodori peta wisata Toraja Utara, 

kami langsung semangat ingin menyambangi sebanyak mungkin tempat yang unik di tanah para raja ini. 
Jumat pagi, kami memutuskan akan melihat Rante Karassik terlebih dahulu. Karena jaraknya yang sangat dekat dari Hotel Indra, Rantepao. Tertulis lebih kurang 1 Km.
 

Minggu, 23 Oktober 2016

Bori Kalimbuang: Menhir di Nusantara

Kalimbuang Bori Toraja Utara +fotojelajahsuwanto

Mendadak bayangan Obelix yang membawa menhir di punggungnya numpang lewat di ingatan saya. Menhir yang pernah saya baca di komik Bangsa Galia versus Romawi ini sungguh nyata di Tana Toraja.
Pembuatan batu-batu Menhir atau Simbuang Batu dalam Bahasa Toraja adalah tradisi yang berusia ratusan tahun lampau. 
Konon, Kalimbuang Bori adalah tempat pertama yang menjadi lokasi upacara pemakaman adat Rambu Solo. Kala itu tahun 1657.

Kamis, 15 September 2016

Sunburn (Terbakar Matahari) & Cara Mengatasinya

Kulit yang terkena sunburn berwarna merah dan terasa agak perih 
+fotojelajahsuwanto
Pertama kali mendatangi Tanjung Bira, Keluarga Suwanto begitu terpesona akan kecantikannya. 
Belum pernah kami menginjakkan kaki di pasir putih selembut bedak. Apalagi, biru tosca-nya yang segar membuat kami lupa diri lupa waktu.
Dari pagi sampai sore hari, kami bermain di  pantai dan perairan Tanjung Bira. 
Berenang-renang, mencari kerang, naik banana boat, main bola, tiduran di pasir. Tiada bosannya. 

Dan, tak satu pun dari ayah dan bundanya yang ingat untuk menggunakan tabir surya alias sunblock.
Tidak terjadi apa-apa selama menikmati pantai. 
Masalah baru terasa begitu tiba di Makassar. Dua hari setelah bercengkerama di air laut itu.

Selasa, 30 Agustus 2016

Jelajah Tana Toraja: 4hari 3Malam

 
Kete Kesu, salah satu ikon Tana Toraja +fotojelajahsuwanto

Natalan pertama di tanah rantau, masih belum dapat jatah pulang kampuang. Daripada merana, mending melanglang buana. Tana Toraja kami datang.
Keluarga Suwanto sepakat akan pergi pada saat Festival Lovely December. Penginapan menjadi agenda pertama yang harus dikerjakan. Setelah browsang-browsing, Rantepao di Toraja Utara adalah pilihan kami menginap. Dari Rantepao cukup strategis dapat menjangkau banyak tempat wisata di Toraja Utara. 

Sabtu, 20 Agustus 2016

Bara Beach Bungalow, Hommy dan Bersahabat

 
Suatu pagi dari Restaurant Bara Beach Bungalow +fotojelajahsuwanto+
Mengawali pagi dengan secangkir kopi, ditemani debur ombak dan keluarga tercinta…..
Emmm, what a beautiful morning
Pengalaman langka, yang akan tersimpan di ingatan kami. 
Pagi yang sempurna ini kami dapatkan dari Restaurant Bara Beach Bungalow di Pantai Bara, Tanjung Bira, Bulukumba. 
Keluarga suwanto menemukan Bara Beach Bungalow ketika menjelajah Pantai Bara melalui jalan atas (darat). 
Keriaan para turis mancanegara yang terlihat dari jalan, membuat antena kepo bunda langsung switch mode on
So, siang itu kami putuskan untuk makan siang di restaurant dengan view menghadap laut.
Itulah perkenalan pertama kami dengan Bara Beach Bungalow.

Senin, 20 Juni 2016

Tanjung Bara Yang Kian Membara

 Tanjung Bara: Sunset +fotojelajahsuwanto+
Pertama kali Jelajah Suwanto menjejakkan kaki di Tanjung Bira, air laut sedang surut sesurut-surutnya. Ceruk-ceruk di tepian tebing karang yang biasanya terendam air, kini nampak ke permukaan. Berupa karang-karang yang licin dan basah. 
Kami mengobrol dengan keluarga Bu Bahri yang  membuka warung di pinggir Pantai Bira. Katanya di ujung barat tanjung ini, masih ada sebuah pantai yang indah.

Sebenarnya bisa menyusuri pantai ini kalau sedang surut, tapi orang biasanya pilih lewat atas (jalan darat di atas pantai Bira)”. 

Pada dasarnya, semangat menjelajah itu memang melekat pada keluarga Suwanto. Dari Tanjung Bira, kami nekat menyusur pinggir pantai, melewati pasir lembut, menyisir tepian tebing karang, juga berkecipak di air laut. Sekitar 45 menit kemudian kami berlabuh di sebuah pantai berpasir lembut seperti Bira. Pantai ini bernama Tanjung Bara, atau lebih dikenal dengan Pantai Bara.
 

Sabtu, 11 Juni 2016

Pantai Kaluku, Menjemput Matahari, Merayakan Persahabatan

Pantai Kaluku: Semburat jingga di ufuk timur +fotojelajahsuwanto+
Pagi baru saja merekah. Apa yang dapat kukatakan untuk dapat mendeskripsikan semburat cahaya langit itu? Satu kata dariku, Majestic!
Atau begini saja. Pergilah ke Pantai Kaluku. Bangunlah pagi sekali, susurilah pantai. Dan ketika saatnya tiba, menghadaplah ke timur jauh. Jika kau beruntung, alam tak akan mengecewakanmu.
 

Rabu, 27 April 2016

10 Pantai Terindah di Bulukumba Sulawesi Selatan

Setibanya di Sulawesi Selatan, seringnya Keluarga Suwanto menjelajah pantai-pantai indah yang masih alami. Pantai wilayah Timur Indonesia menurut kami adalah surga. Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Bulukumba memiliki potensi wisata pantai yang sangat menjanjikan.

Berikut adalah 10 pantai cantik yang sudah Keluarga Suwanto jelajahi: 

Dari fosil trilobita hingga bulu babi. Sempurna dari Tanah Lemo.
http://jelajahsuwanto.blogspot.co.id/2016/04/pantai-lemo-lemo-aset-potensial-wisata.html


Pantai bersejarah yang terlupakan.
http://jelajahsuwanto.blogspot.co.id/2016/02/pantai-mandala-ria-tersembunyi-cantik.html

Tebing Pantai dan Biru laut yang mempesona
http://jelajahsuwanto.blogspot.co.id/2015/10/apparalang-cuma-kayak-gini-doang.html
Pantai cantik yang tersembunyi di jalur Tanjung Bira
http://jelajahsuwanto.blogspot.co.id/2016/04/jelajah-pantai-marumasa.html 


Melihat Buta Panrita Lopi (Bumi para pembuat Pinisi) dari dekat
http://jelajahsuwanto.blogspot.co.id/2015/04/melihat-butta-panrita-lopi-dari-dekat.html
Menjemput matahari di pesisir pantai timur Bulukumba
http://jelajahsuwanto.blogspot.co.id/2016/06/pantai-kaluku-menjemput-matahari.html


Primadona Bulukumba yang mendunia
http://jelajahsuwanto.blogspot.co.id/2015/10/tanjung-bira-serba-serbi-wisata-waktu.html


Surga yang membara di barat tanjung
http://jelajahsuwanto.blogspot.co.id/2016/06/tanjung-bara-yang-kian-membara.html


9. Pantai Liukang Loe
Menyerap energi positif di pulau cantik
http://jelajahsuwanto.blogspot.co.id/2015/10/berkemah-di-pulau-liukang-loe.html

Sisi lain Pulau Liukang Loe
http://jelajahsuwanto.blogspot.co.id/2015/11/jelajah-pulau-liukang-loe-kesederhanaan.html
Mari menjelajahlah ke Bulukumba Sulawesi Selatan dan cecaplah kedamaian di pantai-pantai indahnya.


Jumat, 22 April 2016

Pantai Lemo Lemo, Aset Potensial Wisata Bahari Sulawesi Selatan

Pantai Lemo Lemo tenang dan damai +fotojelajahsuwanto+
Jalanan kecil bergelombang membelah hutan hijau yang bertanahkan karang. Keluarga Suwanto bergoyang-goyang mengikuti irama jalan. Kami sedang dalam perjalanan menuju Pantai Lemo Lemo. Tertulis 7 kilometer, itulah perkiraan jarak tempuh kami dari Poros (jalan besar) Bulukumba, Bira. Mulanya masih ada beberapa rumah penduduk ketika memasuki kawasan ini. Semakin dalam, hanya pepohonan dan belukar mengangguk-ngangguk oleh sepoi angin.  

Sabtu, 16 April 2016

Jelajah Pantai Marumasa

Pantai Marumasa, Bulukumba +fotojelajahsuwanto+
Suatu ketika dalam perjalanan kembali ke Makassar dari Bira, kami melihat gadis bule berjalan sendirian seperti kebingungan. 
Kami menepikan mobil dan bertanya adakah yang bisa dibantu? 
Gadis ini mencari Pantai Marumasa. Sayang sekali, kami tak dapat membantunya. Pantai Marumasa masih asing di telinga. 
Saat itu juga kami putuskan jelajah berikutnya harus menyambangi Pantai Marumasa ini. 
Masa iya, gadis Jerman ini saja sudah mengetahuinya, kami yang Indonesia tulen kalah telak.

Jumat, 15 April 2016

Jelajah Pulau Kodingareng keke

Zoom out Pulau Kodingareng Keke +fotojelajahsuwanto+

Siang yang cerah di awal April 2016. Tak direncana, Keluarga Suwanto akhirnya menyambangi Pulau Kondingareng Keke. 
Bermula dari ajakan menyeberang ke Samalona yang tentu saja gayung bersambut. Kami ber-9 termasuk kedua krucil, tadinya hanya mau bersantai dan memancing di Samalona. 
Di tengah perjalanan, matahari bersinar memantulkan cahaya keperakan, nun di sana, pulau kecil menggoda mata. 
Colek-colek sama ayah, lantas tawar menawar dengan pak perahu, bertolaklah kami memburu sunset di Kodingareng Keke.

Kamis, 14 April 2016

Pantai Ngrenehan: Sajian Menggoda dari Teluk Nelayan

Pantai Ngrenehan: Menu Makan Siang Olahan laut yang menggoda +fotojelajahsuwanto+


Pantai Ngrenehan, Gunung Kidul menjadi perayaan bagi perut-perut kami yang keroncongan. Lobster saus tiram, Kakap putih goreng, Kerapu bakar, Cah kangkung, sambel kecap, sambel terasi, sambel dadak, lalapan dan es kelapa muda, menggiurkan di depan kami. Jangan ditanya rasanya? JUARA, Maknyuss, top markotop! Terlebih, harganya benar-benar bersahabat. Harga semua Ikan di atas yang sudah diolah ½ kg dibakar, setengahnya lagi digoreng, 35ribu saja; lobster ukuran sedang 6 ekor hanya 150ribu. “Saya suka saya suka” #gayameymeyipinupin. Kuliner olahan laut Pantai Ngrenehan menjadi list favorit Jelajah Suwanto.

Pantai Ngrenehan: Jejeran Perahu bercat biru +fotojelajahsuwanto+

Jumat, 12 Februari 2016

Pantai Mandala Ria, Tersembunyi Cantik di Desa Ara

 Surga tersembunyi di Desa Ara, Bontobahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan +fotojelajahsuwanto+
Pantai Mandala Ria; Surga tersembunyi di Desa Ara, Bontobahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan +fotojelajahsuwanto+


Pantai Mandala Ria menjadi agenda dadakan Keluarga Suwanto di awal Februari 2016. Setelah bolak balik Tanjung Bira, rasanya kami butuh jelajah pantai-pantai sekitar yang masih belum ramai dijamah pelancong. Pantai Mandala Ria masih satu deretan dengan Pantai Tebing Apparalang di Desa Ara. Pantai ini tersembunyi cantik di sebuah lembah. Ada beberapa gua di sekitarnya, antara lain: Goa Passohara, Jabbolang dan Passea. Pasir pantainya putih lembut, meski belum ada yang mengalahkan pasir tepung Tanjung Bira.  

Senin, 01 Februari 2016

Kalibiru: Wisata Alam Kekinian di Kulon Progo, Yogyakarta

 
kalibiru kulonprogo
+fotojelajahsuwanto: Mas berpose di menara pandang ikon Kalibiru Kulon Progo Yogyakarta+

Kalibiru di Kulon Progo sedang populer dalam kekiniannya. Foto berbagai pose, di atas (katakanlah) menara pandang yang menyatu dengan Pohon Pinus dan Kwaru, berseliweran di media sosial. Semacam stempel yang mensahkan kedatangan di Kalibiru.

Kalibiru tersembul di antara perbukitan Menoreh, dinding barat Yogyakarta. Dari ketinggian puncaknya, bentang alam terlukis sempurna. Gunung gemunung, perbukitan, waduk, dan nun di sana, lautan biru pantai selatan berbatas horizon.