Selasa, 17 November 2020

Kapurung Aroma Luwu, Cita Rasa Segar Unik Asam Patikala

 

Kapurung Aroma Luwu, cita rasa asam patikala yang ngangenin || ©JelajahSuwanto
Kapurung Aroma Luwu, cita rasa asam patikala yang ngangenin || ©JelajahSuwanto

“Bun, aku ko kangen makan kapurung ya.” Sulung mengagetkan fokusku. Pasalnya si Mas baru saja lihat-lihat foto lama ketika kami masih tinggal di negeri Anging Mamiri. Tiba-tiba saja aroma kapurung, cita rasa asam khasnya menggugah selera #halaaah.

Kapurung favorit kami adalah kapurung dengan kuah segar ala Rumah Makan Aroma Luwu. Di Makassar ada 2 rumah makan yang menyajikan menu khusus kapurung, Aroma Luwu dan Aroma Palopo. Aroma Luwu terasa lebih ringan dan segar dibanding kapurung Aroma Palopo yang sepertinya menggunakan bumbu kacang untuk kuah. Keduanya sama-sama nikmat, tapi selera kami tetap Aroma Luwu Sultan Alauddin.

Senin, 16 November 2020

Hidupkan Fungsi Keluarga untuk Indonesia yang Lebih Baik #Seandainya Aku Menjadi Pemimpin

 

Jembatan Cibeureum Jalan Baru Cisinga Ciawi Singaparna || ©JelajahSuwanto
Warga bergotong royong pada suatu minggu pagi di sekitar jalan baru Cisinga || ©JelajahSuwanto

Pulang ke Nagaraherang sekarang terasa berbeda. Kampung Nagaraherang, sebuah dusun di kecamatan Sukahening nun di kaki gunung Talaga Bodas itu telah dilewati jalan baru. Jalan Cisinga (Ciawi Singaparna) terbentang sepanjang 23 km melewati 7 kecamatan mulai dari Ciawi, Jamanis, Sukahening, Cisayong, Sukaratu, Padakembang dan Singaparna. Selain mengurangi waktu tempuh dari Tasik utara ke pusat kota Singaparna, jalur baru ini menggerakkan roda perekonomian warga. Namun sayang dampak positifnya ternoda oleh bau-bau korupsi dan perilaku yang mengarah pada pencemaran lingkungan.

Jumat, 13 November 2020

Bumiku Sehat Aku Gembira: 5 Hal yang Bikin Gembira (Review Buku)

Review Buku Bumiku Sehat Aku Gembira || ⓒJelajahSuwanto
Cover Buku Bumiku Sehat Aku Gembira, si buku tosca yang sarat ilmu || ⓒJelajahSuwanto

Sudah dua hari #KenSiPenjelajahKecik dan Bun bertualang keliling dunia. Melalui buku “Bumiku Sehat Aku Gembira” kami larut menyimak cerita para sahabat di benua Australia, Asia, Afrika, Amerika, dan Eropa dalam upaya mereka menyelamatkan lingkungan. 

Menyenangkan sekali menyusuri setiap lembar buku ini.

Tak hanya lebur mengikuti 15 cerita anak, pembaca juga disuguhi informasi “Kamu Harus Tahu.” Tersaji pengetahuan, tindakan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan di negara tempat mereka tinggal serta tips umum menjaga lingkungan. Selain itu pada bagian akhir ada 11 bonus lembar aktivitas buat si pembaca kecik.

Tak heran bila buku Bumiku Sehat Aku Gembira mendapat banyak sambutan dan apresiasi dari khalayak. Salah satunya, apresiasi dari Dirjen PSLB3 (Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya) yang merujuk buku ini sebagai BAHAN BACAAN BAGUS untuk ANAK dan REMAJA.