Senin, 06 Juli 2015

Jelajah Malino, Perjalanan dan Penginapan

Perbukitan, Persawahan dan Bebatuan Sungai Jeneberang, dalam perjalanan Makassar - Malino
Weekend telah tiba, horee!. Keluarga Suwanto kala itu sepakat untuk menjelajahi Malino. Kawasan wisata Malino identik dengan Kawasan Puncak Bogor yang sejuk dan asri. Malino sendiri adalah sebuah kelurahan di Kecamatan Tinggimoncong, Gowa, Sulawesi Selatan. Jarak dari Makassar sekitar 90km atau dapat ditempuh antara 2-3 jam berkendara. Selain lanskap alam-nya yang indah, ternyata Malino merupakan tempat bersejarah bahkan sejak jaman pendudukan Belanda.
Pemandangan alam dalam perjalanan malino-makassar
Setelah mencari informasi dari sana-sini, kami siap berangkat ke Malino pada hari Sabtu pagi. Malino berada di ketinggian 900-1500 Mdpl. Tidak heran jika perjalanannya mendaki dan berkelak–kelok. Perbukitan dengan pepohonan rimbun, persawahan dan aliran Sungai Jeneberang memukau mata. Kala itu kami beruntung dapat menyaksikan gerombolan kupu-kupu di rumpun saliara.
Dalam perjalanan, banyak dijumpai truk - truk besar yang membawa material tanah dan pasir. Selalu berhati-hati dalam berkendara dan berdoalah sebelum memulai perjalanan.


Hotel Bukit Indah, Malino
Empat hari sebelumnya saya telah memesan penginapan di Hotel Bukit Indah, Jl. Endang No.2 Malino. Telp yang dapat dihubungi 0417-21277. Kami memesan Deluxe Room seharga Rp.350.000,-. Penilaian untuk hotel ini cukup saja. Kamarnya cukup luas. Kamar mandi standar dan cukup bersih. Fasilitas di dalam kamar hanya sebuah televisi dan kipas angin. Di Malino, rata-rata penginapan tidak memakai AC karena udara cukup dingin berkisar antara 15 – 22 derajat celcius. Walaupun di papan informasi tertulis Hotel dan Restaurant bukit Indah, tetapi restaurantnya tidak beroperasi. Petugas hampir semuanya laki-laki, namun mereka ramah-ramah.
 

Hotel, Wisma, Villa dan Homestay di Kawasan Malino
Lokasi penginapan berkumpul di satu tempat. Mulai dari Hotel, villa, homestay, dan wisma tersedia di sana. Kesan awal saya seperti melihat kawasan tua. Bangunan-bangunannya agak kusam dan bersahaja. Namun terasa tenang dan sejuk, sehingga tetap banyak pengunjung yang menginap di sini. 


Sepenglihatan saya di kawasan penginapan ini jarang ditemui tempat makan. Kami hanya menjumpai Rumah Makan Family. Lokasinya sekitar 10 menit berjalan kaki dari Hotel Bukit Indah. Menu yang ditawarkan chinese food dan rasanya lumayan enak. 
Di Jalan utama sebenarnya ada rumah makan yang menjual ayam goreng, warung-warung di sepanjang hutan pinus, dan lainnya. Tetapi perlu berkendara lagi keluar kawasan, agak malas jadinya. 

Rumah Makan Family di Kawasan Penginapan Malino

Semula kami akan pulang pada Minggu sore, ternyata ada banyak tempat yang menarik untuk dijelajahi. Maka, keluarga Suwanto baru kembali ke Makassar pada Senin menjelang siang.

Berikut, tempat-tempat menarik yang  kami kunjungi dalam Jelajah Malino:
- Singgah makan siang di Bendungan Bili-bili
- Air Terjun Takapala
- Misa Pagi di Kapel Panti Samadi Ratna Miriam
- Seharian Menjelajah Kawasan Ekowista Malino Highland
- Jalan kaki mengitari kawasan penginapan Malino
- Belanja Sayur Mayur di Pasar Malino


Cerita jelajah suwanto di seputar Malino dapat dilihat pada post kategori Jelajah Malino berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar