Sabtu, 20 Februari 2021

Hand Sanitizer Penyelamat Darurat Ketika Tak Ada Air

https://www.lifebuoy.co.id/products/hand-sanitizer.html
Sumber: www.freepik.com

Hand sanitizer bukan hal baru buat Jelajah Suwanto, jauh sebelum pandemi menyerang produk ini telah setia menemani. Hand sanitizer travel size selalu sedia di tas tangan dibawa kemanapun pergi. Bagi kami hand sanitizer lebih praktis untuk membersihkan tangan kala darurat tak ada air mengalir.

 

Apalagi memasuki adaptasi new normal, hand sanitizer semakin penting sebagai penangkal virus, bakteri, kuman dan kawan-kawannya yang tak kasat mata itu. Kebersihan tangan menjadi pertahanan pertama yang direkomendasikan WHO guna mencegah penyebaran penyakit. Cara paling benar tetap dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan dibersihkan dengan air mengalir. Hand sanitizer merupakan alternatif yang tidak kalah efektif bila  sabun dan air mengalir tidak ditemukan.

 

Selasa, 09 Februari 2021

Deterjen Cair Penting Dibawa Saat Traveling

Deterjen cair untuk membuat gelembung tiup


Deterjen cair merupakan salah satu perlengkapan penting Keluarga Suwanto saat jelajah. Sebab deterjen cair tak hanya berguna untuk urusan cuci mencuci pakaian, tapi juga bermanfaat sebagai mood booster buat si Kecik, Kakaknya, Bundanya juga Ayahnya. Kami suka bermain gelembung. Apalagi ketika angin pantai menerbangkan gerombolan gelembung serupa pelangi. Seru. 

Jumat, 15 Januari 2021

I Love Indonesia Winner Blogger Gathering : Peran Pemuda untuk Indonesia

 

I Love Indonesia Winner Blogger Gathering : Peran Pemuda untuk Indonesia  ©jelajahsuwanto
I Love Indonesia Winner Blogger Gathering : Peran Pemuda untuk Indonesia

Golongan Hutan bekerja sama dengan Blogger Perempuan sukses menyelenggarakan I Love Indonesia Winner Blogger Gathering pada hari Jumat, 8 Januari 2021. Gathering bertajuk Peran Pemuda untuk Indonesia ini menghadirkan narasumber Edo Rakhman sebagai Koordinator Golongan Hutan, Syaharani dari Komunitas Jeda untuk Iklim, dan Anindya Kusuma Puteri seorang aktris & influencer.

 

I Love Indonesia Winner Blogger Gathering merupakan puncak acara, pengumuman juara Lomba Blog “Seandainya aku menjadi pemimpin apa yang akan aku lakukan untuk Indonesia” periode 1-30 November 2020 lalu. Senang sekali JelajahSuwanto termasuk salah satu dari 30 blogger yang terpilih untuk mengikuti Winner Blogger Gathering live on zoom. Ada 214 blogger yang turut berkontribusi menyampaikan beragam cerita mengenai peran generasi muda untuk membuat Indonesia yang lebih baik. Perlindungan hutan, perubahan iklim, hak masyarakat adat, kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan pangan menjadi topik bahasan yang juga diangkat oleh para blogger.


Rabu, 06 Januari 2021

Situs Ratu Boko Jelajah Keraton Ratu Boko

Keraton Ratu Boko Yogyakarta ©JelajahSuwanto
Situs Keraton Ratu Boko ©JelajahSuwanto


Petang menjelang di kota pelajar. Keluarga Suwanto berkendara santai menyusuri Jalan Solo ke arah Prambanan. Keraton Ratu Boko entah bagaimana menjadi persinggahan kami hari itu. Keraton Ratu Boko atau disebut juga Situs Ratu Boko letaknya memang tak jauh dari Candi Prambanan. Situs Ratu Boko beralamat di Jalan Raya Piyungan-Prambanan KM 2 Gatak, Bokoharjo. Secara administratif situs Ratu Boko berada di dua wilayah yaitu Dusun Dawung, Desa Bokoharjo dan Dusun Sumberwatu, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jumat, 01 Januari 2021

Peziarahan Salib Suci Gunung Sempu

Kompleks Peziarahan Salib Suci Gunung Sempu, Tamantirto, Kasihan, Bantul ©JelajahSuwanto
Kompleks Peziarahan Salib Suci Gunung Sempu, Tamantirto, Kasihan, Bantul ©JelajahSuwanto


Adalah sebuah bukit tempat peziarahan. Syahdu dan damai. Lokasinya beralamat di Jl. Rakai Hino 76, PPLH Gunung Sempu, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di hening ketinggian bukit tertancap Salib Suci. Ada pula Pieta, sumur Yakub dan Gereja Katolik Salib Suci Gunung Sempu. Bagi Keluarga Suwanto Gunung Sempu adalah tempat istimewa yang akan selalu kami datangi setiap tahunnya.


Peziarahan Salib Suci Gunung Sempu berada dalam wilayah pastoral Paroki Hati Kudus Yesus Pugeran Yogyakarta. Meski merupakan tempat peziarahan Katolik namun Gunung Sempu terbuka untuk siapa saja yang ingin mencari ketenangan.

Rabu, 09 Desember 2020

Tahura Gunung Tumpa Nikmati Senja, Paralayang & Konservasi Kawasan Alam Wallacea

Menyaksikan atraksi paralayang di atas langit tahura Gunung Tumpa H.V Worang ©JelajahSuwanto
Menyaksikan atraksi paralayang di atas langit tahura Gunung Tumpa H.V Worang ©JelajahSuwanto

Menjelang pukul 3 petang matahari masih bertaji menyengat sisi bukit di Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Tumpa H.V Worang. Manado memang berlimpah panas mentari. Maka tak heran kalau sulung dan adek kecik kini legam eksotis. Percayalah dahulu kulit mereka serupa langit biru dihiasi putih awan-awan kapas, cerah. Kami mupeng lihat atraksi paralayang atau paragliding di langit Gunung Tumpa.

Beberapa waktu sebelumnya Keluarga Suwanto sengaja menghantar senja dari Gunung Tumpa. Sekarang kami pergi tanpa rencana, cuaca sebagus hari ini harus dirayakan.

Sabtu, 05 Desember 2020

Gunung Lokon Kelakon!

Kompleks pegunungan Lokon, Empung dan Kawah Tompaluan ©JelajahSuwanto
Kompleks pegunungan Lokon, Empung dan Kawah Tompaluan  5.59AM 2.2.2014 ©JelajahSuwanto


Garuda baru saja mengudara meninggalkan Bandara Sam Ratulangi, matakecilku menangkap kepulan asap dari sebuah lubang kawah. Itulah gugusan Gunung Lokon di Sulawesi Utara. Alangkah senangnya bila Keluarga Suwanto bisa mendaki gunung itu, batinku. Hari itu hari kedua bulan kedua tahun dua ribu empat belas.

Kau tak pernah menduga bagaimana semesta bekerja.

Sabtu-Minggu yang meriah penghujung Oktober empat tahun kemudian, sebentar rinai sebentar cerah, panas membara rintik kembali. Begitulah cuaca mewarnai acara family gathering di sebuah tempat dengan pemandangan yang pernah kudamba. Tak disangka, Alamanda Lokon Resort berhadapan langsung dengan Gunung Lokon yang memesona.

Selasa, 17 November 2020

Kapurung Aroma Luwu, Cita Rasa Segar Unik Asam Patikala

 

Kapurung Aroma Luwu, cita rasa asam patikala yang ngangenin || ©JelajahSuwanto
Kapurung Aroma Luwu, cita rasa asam patikala yang ngangenin || ©JelajahSuwanto

“Bun, aku ko kangen makan kapurung ya.” Sulung mengagetkan fokusku. Pasalnya si Mas baru saja lihat-lihat foto lama ketika kami masih tinggal di negeri Anging Mamiri. Tiba-tiba saja aroma kapurung, cita rasa asam khasnya menggugah selera #halaaah.

Kapurung favorit kami adalah kapurung dengan kuah segar ala Rumah Makan Aroma Luwu. Di Makassar ada 2 rumah makan yang menyajikan menu khusus kapurung, Aroma Luwu dan Aroma Palopo. Aroma Luwu terasa lebih ringan dan segar dibanding kapurung Aroma Palopo yang sepertinya menggunakan bumbu kacang untuk kuah. Keduanya sama-sama nikmat, tapi selera kami tetap Aroma Luwu Sultan Alauddin.

Senin, 16 November 2020

Hidupkan Fungsi Keluarga untuk Indonesia yang Lebih Baik #Seandainya Aku Menjadi Pemimpin

 

Jembatan Cibeureum Jalan Baru Cisinga Ciawi Singaparna || ©JelajahSuwanto
Warga bergotong royong pada suatu minggu pagi di sekitar jalan baru Cisinga || ©JelajahSuwanto

Pulang ke Nagaraherang sekarang terasa berbeda. Kampung Nagaraherang, sebuah dusun di kecamatan Sukahening nun di kaki gunung Talaga Bodas itu telah dilewati jalan baru. Jalan Cisinga (Ciawi Singaparna) terbentang sepanjang 23 km melewati 7 kecamatan mulai dari Ciawi, Jamanis, Sukahening, Cisayong, Sukaratu, Padakembang dan Singaparna. Selain mengurangi waktu tempuh dari Tasik utara ke pusat kota Singaparna, jalur baru ini menggerakkan roda perekonomian warga. Namun sayang dampak positifnya ternoda oleh bau-bau korupsi dan perilaku yang mengarah pada pencemaran lingkungan.

Jumat, 13 November 2020

Bumiku Sehat Aku Gembira: 5 Hal yang Bikin Gembira (Review Buku)

Review Buku Bumiku Sehat Aku Gembira || ⓒJelajahSuwanto
Cover Buku Bumiku Sehat Aku Gembira, si buku tosca yang sarat ilmu || ⓒJelajahSuwanto

Sudah dua hari #KenSiPenjelajahKecik dan Bun bertualang keliling dunia. Melalui buku “Bumiku Sehat Aku Gembira” kami larut menyimak cerita para sahabat di benua Australia, Asia, Afrika, Amerika, dan Eropa dalam upaya mereka menyelamatkan lingkungan. 

Menyenangkan sekali menyusuri setiap lembar buku ini.

Tak hanya lebur mengikuti 15 cerita anak, pembaca juga disuguhi informasi “Kamu Harus Tahu.” Tersaji pengetahuan, tindakan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan di negara tempat mereka tinggal serta tips umum menjaga lingkungan. Selain itu pada bagian akhir ada 11 bonus lembar aktivitas buat si pembaca kecik.

Tak heran bila buku Bumiku Sehat Aku Gembira mendapat banyak sambutan dan apresiasi dari khalayak. Salah satunya, apresiasi dari Dirjen PSLB3 (Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya) yang merujuk buku ini sebagai BAHAN BACAAN BAGUS untuk ANAK dan REMAJA.

 

Senin, 31 Agustus 2020

Perubahan Iklim dan Cerita Kita Merawat Rumah Kita Bersama

Panorama Waduk Jatiluhur dari jalur pendakian Gunung Lembu | © JelajahSuwanto
Panorama Waduk Jatiluhur dari jalur pendakian Gunung Lembu | © JelajahSuwanto

 

Ruah keemasan menerangi punggung gunung, menjalarkan hangat pada jiwa-jiwa alam. Keluarga Suwanto bergegas menuruni Gunung Lembu dengan satu asa kamar mandi di basecamp. Sayang, tiba di tujuan kami kecewa. Lorong menuju kamar kecil ditutup papan kayu. Tertempel kertas kuarto “AIR HABIS”. Lari ke warung seberang yang juga menyediakan beberapa kakus, sama saja. “Musim sekarang airnya susah, Neng. Seret. Kemungkinan baru nanti sore ada mobil yang bawa air.” Bapak di warung mie ayam itu menandaskan.

Gunung Lembu 792 mdpl lokasinya tak jauh dari Jakarta, berada di Kampung Panunggal, Desa Panyindangan, Sukatani, Purwakarta. Selain treknya yang ramah bagi pendaki cilik maupun pemula, Gunung Lembu memiliki jua keunikan sebuah pelataran batu di bibir tebing. Dikenal dengan nama Batu Lembu. Waduk Jatiluhur dengan rumpon-rumpon nelayan, pulau di tengah waduk, pemukiman dan gunung gemunung yang membingkainya terlukis sempurna dari ketinggian Batu Lembu. 

Krisis air di wilayah Waduk Jatiluhur, salah satu bendungan terbesar di Indonesia yang area tangkapan DAS-nya seluas 4.500 kilometer persegi, bukankah ini sebuah tanda tanya?

 

Minggu, 23 Agustus 2020

Gunung Lembu Purwakarta Trek Bersahabat Untuk Pendaki Cilik

Waduk Jatiluhur terlihat dari Batu Lembu Gunung Lembu Purwakarta | JelajahSuwanto
Belajarlah pada gunung, Anakku. Gunung bukan tentang keangkuhan, di puncak heningnya melimpah kerendahan hati | ©JelajahSuwanto

 

Pada awal Agustus 2020, Keluarga Suwanto sepakat ingin memerdekakan diri setelah berbulan-bulan #DiRumahSaja. Gunung Lembu di ketinggian 792 mdpl akan menjadi pendakian pertama #KenSiPenjelajahKecik di masa pandemi. Ternyata, juga menjadi pengalaman pertama ngecamp di puncaknya. Gunung Lembu dikatakan memiliki trek sedang, cocok bagi pemula bahkan anak-anak.


Malam sebelum keberangkatan, saya berselancar memastikan apakah Gunung Lembu sudah kembali
dibuka pada masa new normal ini. Tidak ada sosial media atau website khusus milik pengelola pendakian Gunung Lembu. Namun, terima kasih pada update sosmed zaman now, khususnya Instagram. Melalui hashtag #gununglembu, di menu recent bisa terlihat siapa-siapa saja yang baru mendaki. Random saya DM salah satunya, Mas Ihan Pratama. Gayung bersambut, cepat sekali ia merespon. Bahkan saya diberi kontak salah satu pengelola Gunung Lembu.

Jumat, 10 Juli 2020

Jembatan Soekarno Manado Ikonik : Tidak Sah Sampai Manado Kalau Belum Foto di Jembatan Soekarno

Jembatan Soekarno Manado panjang 1.127 km lebar 17 m || JelajahSuwanto

Usai ngedrop si sulung di kawasan Boulevard untuk acara sekolah, kami melintas di jembatan ikoniknya Manado. Jelajah Suwanto tak kuasa menolak kehangatan tropis yang menguar lembut pada Sabtu kala itu. Seperti juga banyak kendaraan lainnya, kami menepikan kendaraan di salah satu tepi Jembatan Soekarno.   

Padahal sebelum-belumnya kalau ada orang berhenti, pe-foto-an, nongkrong, beli bakso atau es krim di atas Jembatan Soekarno kami paling suka komentar, “Ishh pada ngapain sih, cuma jembatan aja loh. Norak.“  Eh ternyataaa, ya gitu deh, pada akhirnya apa yang menurut kamu aneh, ribet, norak, dan lain sebagainya itu, baru bakalan dimengerti kalau kamu nyobain sendiri, ngalaman sendiri, ngerasain sendiri. 

Rabu, 01 Juli 2020

Surga di Pantai Paradise Likupang Timur

 

Pantai Paradise Casabaio Likupang Timur
Hening. Hanya suara laut. Pantai Paradise Likupang Timur || JelajahSuwanto


Bapakku yang kupangil Mama, kependekan dari Rama dalam Basa Sunda adalah orang gunung yang pernah terombang-ambing ganasnya ombak laut Banda. Kata Mama “Surga itu bukan tujuan di keabadian nanti. Surga itu saat ini, suatu sikap bukan tempat.” Petuah lelaki dengan rambut gelombang itu selalu hangat untukku, “Teh, surga itu adalah kebahagiaan, harapan dan cinta yang diracik oleh dirimu sendiri. Kemanapun Teteh pergi bawalah serta!” Kini, di sebuah tempat bernama Pantai Paradise, bersama dia partner hidup, kami berbagi surga.

Rabu, 17 Juni 2020

Casabaio Paradise Resort, Staycation Nyaman di Likupang

Ocean View
Senja dari Ocean view Casabaio Paradise Resort || jelajahsuwanto


Malam sebelum weekend escape Jelajah Suwanto, Pak Suami dihubungi oleh customer service (CS) Casabaio Paradise Resort. “Effort-nya CS Casabaio oke juga loh. Mereka sampai DM aku karena teleponnya gak keangkat. Kasih info besok ada acara Kaum Ibu di Likupang, jadi bagusnya kita berangkat pagi biar gak kena macet.”

Sebab orang Jawa ini tra mangarti macam mana acara Kaum Ibu, maka informasi dari CS Casabaio dijalankan dengan kurang siaga.

Keluarga Suwanto baru berangkat dari Manado Pk.10.07 WITA. Pengalaman kami, perjalanan ke Casabaio paling lama 1,5 jam berkendara santai. Jarak tempuh ke hotel tidak terlalu jauh, kurang lebih 56 km saja. Dengan memperhitungkan waktu chek-in di Casabaio Pk.14.00 WITA, rasanya cukup deh. Semacet-macetnya Manado tidak akan makan waktu too much kayak Jakarta.