Selasa, 04 Desember 2018

Jelajah Minahasa, Sempurnanya Wonderful Indonesia!

Kapal bersandar di Pelabuhan Manado terlihat dari Jembatan Soekarno

Keluarga Suwanto tiba di tanah Minahasa pada sebuah malam di penghujung Januari. Ketika Manado, di mana banyak suku Minahasa menetap, tengah menggeliat dari banjir bandang yang tiba-tiba menerjang.  Ketika truk-truk dengan musik rancak, puluhan orang berdiri di atasnya membawa arit, pisau panjang, dan cangkul. Orang-orang dari berbagai pelosok yang dengan tulus tanpa pamrih turun membersihkan bekas banjir di Manado. Sebuah bukti nyata dari “torang samua basodara”, kita semua bersaudara.
Jelajah Minahasa bagi kami merujuk pada keelokan di utara jazirah Sulawesi, meliputi Manado, Tomohon, Minahasa Utara, dan Minahasa Tenggara. Minahasa sendiri adalah salah satu suku terbesar di Sulawesi Utara. Seperti etimologisnya, Mina-Esa berarti “Menjadi Satu”. Demikianlah di tanah Minahasa, Wonderful Indonesia terangkum sempurna menjadi kesatuan yang utuh. Bentang alam, budaya, sejarah, kuliner serta orang-orangnya.

Harmonis saling melengkapi dalam dekat. Birunya gunung gemunung, hijaunya hamparan danau, lazuardi nun di lautan, atau senja keemasan dapat dicapai dalam bilangan jam, kurang dari sebelah jari. Namun, yang susah adalah kembali pulang dari jelajah. Itulah mengapa Minahasa sangat tak biasa.

Rabu, 10 Oktober 2018

Pantai Pal Marinsow, Tertinggal Di Sudut Senja

Pantai Pal Marinsow, Likupang Timur + jelajahsuwanto
Hiruk pikuk mengoyak kelembutan senja. Seorang ibu berjilbab hilir mudik meneriakkan sebuah nama. Juga, seorang bapak bercelana congkrang menyuarakan nama yang sama. Ya, mereka sepasang suami istri yang sedang mencari buah hatinya di Pantai Pal Marinsow.
Saya tadi sudah naik di bis, pas mau jalan, baru sadar, anak saya tidak ada,” panik perempuan itu menjelaskan pada pelancong yang ingin tahu. Satu hal yang harus kamu teladani dari orang Minahasa adalah rasa persaudaraannya. Torang Samua Basudara. Itu bukan slogan belaka, orang Minahasa sungguh menjiwainya. Semua ikut ambil bagian mencari anak yang hilang itu. 

Adalah kawasan pantai berpasir putih. Lazuardi sewarna langit memantul pada maha luas lautan. Rindu Keluarga Suwanto pada aroma laut, debur ombak dan putihnya pantai Sulawesi Selatan, terobati di sini. Pantai Pal cukup mendekati keindahan pantai-pantai Bulukumba di Sulawesi Selatan. Di beberapa tempat, pasir pantainya landai. Ada pula yang serupa tebing pasir, tempat favorit adek kecik berseluncur penuh keriaan. 

Jumat, 28 September 2018

Rambu Solok, Kemeriahan Mengantar Keabadian



Lakkian, Rambu Solok di Tana Toraja +jelajahsuwanto

Semua bermula setelah tanjakan itu. Lelah menapaki undak-undakan Londa, gubuk peristirahatan kecil menarik kami. Di sanalah, semesta memeluk mimpi-mimpimu. Seorang ibu dan kerabatnya tiba sementara kami mengaso. Mereka pun ngos-ngosan. Percakapan khas ibu-ibu meluncur begitu saja. Lalu, entah kebetulan yang mana, Ibu setengah baya itu mengundang Keluarga Suwanto untuk datang ke pesta Rambu Solok keluarganya. Kami memang ingin sekali menyaksikan upacara sakral itu.

Rambu Solok adalah upacara adat kematian suku Toraja di Provinsi Sulawesi Selatan. Ritual upacara penyempurnaan kematian ini bisa jadi yang paling meriah dan mahal di Indonesia. Seorang kawan Toraja pernah mengatakan upacara kematian, Rambu Solok merupakan yang terpenting dari rentang kehidupan seorang Toraja, bahkan melebihi upacara kegembiraan, Rambu Tuka. Megah dan meriahnya Rambu Solok, menentukan status sosial keluarga yang merayakan. 

Jumat, 18 Mei 2018

Paket Rekreasi di Kinaari Resort, Tak Harus Menginap!

Kinaari, resort di pinggir tebing menghadap laut sulawesi +fotojelajahsuwanto

Sabtu yang hangat, Keluarga Suwanto semangat melakukan perjalanan menuju Likupang Barat. It’s family time, waktunya menjelajah. Kinaari Resort menjadi titik acuan ketika menyetel Google Maps. Sebenarnya, tujuan kami adalah pantainya.

Berkendara dari Manado menyusuri jalur Likupang, adalah penjelajahan itu sendiri. Seperti sering diceritakan, jalan-jalan daerah di Sulawesi Utara itu, walaupun beraspal mulus, tapi rasanya masih saja kurang lebar. Mungkin karena jalanan ibukota dan Makassar masih terekam di kepala. Ciri khas Sulawesi Utara lainnya, tiada lain jalanan membelah bukit, turun naik melewati lembah. Sangat Ninja Hatori. Ribuan nyiur, perdu dan rerumputan hijau menghadirkan lukisan alam yang menemani perjalananmu. Seru, sejuk dan segar.
 

Rabu, 28 Februari 2018

Mendaki Nglanggeran, Hati-hati KETAGIHAN!

Nglanggeran: Memandang Semesta dari Puncak Gunung Api Purba  +fotojelajahsuwanto


“Ayah, Bunda, kenapa ya, sekarang aku jadi suka naik gunung? Dulu aku cuma suka main di pantai, kan?, sulungku membuka percakapan. Petang semakin pekat, Keluarga Suwanto berkendara dalam perjalanan pulang menyusuri bukit bintang yang berkelap-kelip. Kami baru saja mendaki gunung api purba Nglanggeran.

“Aku juga suka naik gunung, iya kan, Bun?” si kecik 6 tahun segera nyamber. Langsung disambut gelak tawa seisi mobil. Adek kecik memang jenaka.

Siapa yang tak akan ketagihan, Nak? Pemandangan 360 derajat dari puncak gunung selalu mengingatkan betapa kecilnya kita. Hanya semesta saja yang paling megah, bukti kebesaranNYA. Ah, mendengar bicaramu, betapa bahagianya ayah bunda. Kecintaan kami pada alam menular dengan sendirinya pada kalian. Kini jelajah keluarga suwanto lengkap, travel kemana saja ayo! Mau mendaki gunung, lewati lembah, menyusur sungai, lompati samudera, Let’s go!

Senin, 05 Februari 2018

Tasik Ria Resort: Sentuhan Klasik yang Hangat



Tasik Ria Resort di waktu senja +jelajahsuwanto

Sore itu Keluarga Suwanto tiba di Tasik Ria Resort. Pak Suami akan menghadiri acara gathering kantornya, sementara saya dan anak-anak nebeng jelajah tipis-tipis. Kesan pertama ketika memasuki pekarangan resort ini adalah klasik dan nyaman. Deretan nyiur membuatnya rindang dan teduh. Apalagi, tak lama senja datang. Kami dapat menikmati momen sunset langsung dari muka kamar. Persis di depannya adalah perairan Pantai Tasik Ria yang tenang.

Tasik Ria Resort mudah ditempuh dari pusat kota Manado. Berlokasi di Teluk Tanawangko, hanya sekitar 45 menit atau berjarak kurang lebih 20km dari kota. Alamatnya tercatat berada di Jl. Raya Trans Sulawesi, Tasik Ria, Mokupa, Tombariri, Manado 95351. Untuk informasi dan reservasi, bisa melalui telepon: +62 431 824445, +62 431 824447, +62 431 824003. Fax: +62 431 823444 dan email: info@tasikria.com.

Minggu, 28 Januari 2018

Pantai Tasik Ria: Senja yang Merona Di Barat Daya Manado


Pantai Tasik Ria, senja yang sempurna +jelajahsuwanto

Semburat lembayung merona di langit utara sebuah tasik. Malu-malu ia bercengkerama dengan surya keemasan. Kami memandangnya dalam diam, tak ingin mengusik perpaduan senja selembut itu. Adalah Pantai Tasik Ria, salah satu tempat dengan pemandangan senja terbaik di Manado.

Weekend escape Jelajah Suwanto kali ini sambil menyelam minum air. Menemani Pak Suami gathering kantor, anak-anak dan emaknya jelajah tipis-tipis. Pantai Tasik Ria tidak terlalu jauh dari rumah ataupun pusat kota Manado. Waktu tempuh berkendara kurang lebih 30 menit atau sekitar 20km menuju barat daya. Lokasinya berada di pinggir jalan raya Trans Sulawesi di daerah Mokupa, Tombariri, Minahasa.

Kamis, 25 Januari 2018

Urongo Tondano Lake Not Just Tree House

+jelajahsuwanto di Tondano Lake Not Just Tree House


Minggu di penghujung Oktober 2017, Keluarga Suwanto meninggalkan Manado. Tujuan kami jelas, Puncak Urongo di Tondano. Setelah beberapa kali kecewa karena tak jodoh menikmati Danau Tondano, kali ini kami tidak boleh gagal. Apalagi sekarang objek wisata Tondano tak hanya hamparan danau. Sedang happening spot instagramable di Puncak Urongo, masih di sekitaran pesisir danau.

Tondano letaknya hanya sekitar 40-45 km dari Manado. Perjalanan santai di hari weekend kira-kira menghabiskan waktu antara 1 sampai 1,5 jam. Keluarga Suwanto mengambil jalur Manado-Tomohon-Tondano. 
Posisi Tomohon berada di atas Manado dan Tondano. Medan yang dilalui cukup menanjak, naik turun dan berkelak-kelok. Kiri kanan jalan diapit tebing dan lembah dengan tanaman tropis sebagai mahkotanya. Berkendara di sepanjang jalur ini saja, sudah cukup menenteramkan hati.