Jumat, 02 Oktober 2015

Tanjung Bira: Serba-Serbi Wisata, Waktu Terbaik, Transportasi dan Akomodasi

Pantai Tanjung Bira kala surut pada medio Agustus
Tanjung Bira. Saya rasa nama itu semakin berkumandang di kalangan pencinta pantai baik itu domestik maupun mancanegara.
Keluarga Suwanto sudah empat kali menjelajahi pantai berpasir putih ini. Dan kami jatuh cinta. Selalu ingin kembali untuk sekedar melepas lelah dan tentu saja merayakan hidup.

Maka, inilah serba-serbi Jelajah Tanjung Bira ala keluarga Suwanto:

Tanjung Bira, Selayang Pandang
Tanjung Bira adalah daratan di ujung selatan Provinsi Sulawesi Selatan yang menjorok ke Laut Flores. Tanjung Bira memiliki pesisir pantai berpasir putih yang indah, laut yang tenang dan bawah laut yang cantik. 
Pesonanya tentu sudah terkenal luas, bahkan mungkin lebih dulu dikenal oleh para petualang Mancanegara. Terlihat dari banyaknya wisatawan asing di kawasan wisata ini.
Penginapan dan tanah di kawasan Bira – Bara pun banyak dimiliki oleh warga negara asing.

Tanjung bira terletak sekitar 40 KM dari Kabupaten bulukumba. Secara administratif berada di Desa Bira, Kecamatan Bonto Bahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Saya melihat, telah tejadi perkembangan yang cukup pesat di Tanjung Bira, sejak kedatangan pertama Keluarga Suwanto pada Agustus 2013.  
Kawasan wisata ini semakin ramai pengunjung. Penginapan baik milik WNA maupun pribumi semakin banyak dan bersaing. 
Infrastruktur jalan sudah beraspal sampai hampir ke Pantai Bara. 
Sinyal Indosat dan Smartfren (kami pakainya ini) sudah kencang, tahun 2013 termasuk dasusi (daerah susah sinyal). Wifi mudah ditemukan. 
Kehidupan ekonomi penduduk sekitar sepertinya semakin membaik, terlihat dari maraknya rental sepeda motor dan mobil pribadi yang parkir di rumah warga.

Bagaimana Menuju Tanjung Bira
Lebih nyaman menggunakan kendaraan pribadi untuk sampai di Tanjung Bira. 

Jarak tempuh dari Makassar ± 200 KM atau sekitar 5 jam perjalanan. Poros (Jalan Utama) Makassar – Tanjung Bira sudah mulus. 
Dari Makassar kita akan mengambil rute melewati poros Kabupaten Gowa – Takalar – Jeneponto – Bantaeng – Bulukumba. 
Selama perjalanan mata akan dimanjakan dengan panorama khas Sulawesi Selatan yang mencengangkan, perbukitan di satu sisi dan pesisir pantai di sisi lainnya. Perjalanan menuju Tanjung Bira merupakan bonus tersendiri sebelum mencecap indahnya laut.

Bagi yang tidak mau repot-repot jalan sendiri, search saja di internet paket wisata Tanjung Bira, banyak Tour & Travel yang menawarkan jasa wisata all in. Tinggal pilah pilih mana yang sesuai di hati, cocokkan waktu dan budget, jalan deh.

Bagi para petualang, ada banyak cara menuju Tanjung Bira
Dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, jika berangkat rombongan mungkin lebih enak dan murah menggunakan jasa rental mobil, agar bisa leluasa bertualang. 


Atau bisa juga dengan kendaraan umum, dengan rute sebagai berikut:
- Dari Bandara menuju Terminal Mallengkeri.
Bisa menggunakan Bis Damri turun di Lapangan Karebosi, lalu naik pete-pete (angkot) merah arah Gowa turun di Terminal Mallengkeri. Total ongkos sekitar 30ribuan.
Bisa juga menggunakan taksi (±150ribuan), Ojek (±80ribuan).


- Dari Terminal Mallengkeri – Bulukumba (Tanjung Bira)

Bisa dengan moda Bis AC tujuan Selayar (±75ribuan) turun di Pelabuhan Selayar, lanjut naik pete-pete atau ojek menuju Tanjung Bira

- Dengan Angkutan umum plat kuning semacam sharing car berupa mobil Avanza, Inova, Panther, dan lain sejenisnya. Sebelum naik tanyakan dulu kepada sopirnya apakah langsung ke Tanjung Bira atau hanya sampai Bulukumba. 

Jika sampai di Tanjung Bira harga sekitar 50-65ribuan. Jika sampai di Bulukumba saja berkisar antara 45-55ribuan. Nah dari bulukumba masih harus naik pete-pete antara 10-15ribuan.
 
Penampakan Tanjung Bira dari atas ke bawah pada Agustus 2013, September 2014, Mei dan September 2015



Waktu Terbaik Mengunjungi Tanjung Bira
4 kali Keluarga Suwanto menjelajah Tanjung Bira, 4 kali pula menikmati sensasi yang berbeda.

Kala pertama, kami datang pada Medio Agustus
Tanjung Bira sangat memukau, pasir putih selembut bedak menghampar di sepanjang pantainya. Air laut menyuguhkan warna yang indah, gradasi tiga warna antara tosca ke biru tua, yang belum pernah kami lihat di Jawa. Angin sepoi dan Ombak yang tenang. 

Inilah jatuh cinta pada pandangan pertama.  Sepertinya ini adalah best time penampakan Tanjung Bira.

Jelajah kedua, bersamaan dengan perpisahan kawan di Pantai Kaluku pada akhir September.
Tanjung Bira memberi kejutan, pasir lembutnya terbawa angin dan ombak lautan, mengumpul di Pantai Bara. 

Dasar pantai yang ternyata berupa karang-karang, menyembul ke permukaan. Untuk mencapainya para pemilik warung di bibir pantai sengaja membuat undak-undakan serupa tangga sebagai tempat pijakan.

Air lautnya tetap sama tosca menuju biru tua. 
Ombak cukup bersahabat untuk bermain air atau menyeberang ke Pulau Liukang Loe. Tetapi kala itu boat kami tidak dapat merapat di Pantai Bara karena arus laut.

Jelajah ketiga, sekalian berkemah di Pulau Liukang Loe, medio Mei
Pasir Putih Bira sudah kembali. Air laut selalu sama tiga warna yang cantik, namun Ombak cukup besar. Penyeberangan kami ke Pulau Liukang Loe bersimbah air laut, basah karena debur ombak. Jantung saya lumayan berdegup keras, sepanjang perjalanan hati kecil saya mendaraskan doa terus menerus, hehehe.
Dan pada medio Mei ini, sepertinya anak-anak sekolah sudah libur kelulusan, Bira ramaaai sekali. Bis-bis dan kendaraan bermotor berjubel di sepanjang jalan, sama sekali tidak nyaman. 

Bahkan di penginapan kami ada satu rombongan yang membawa sound system, berkaraoke kencang-kencang. Menganggu kenyamanan pengunjung lainnya, karena suaranya jauh dari merdu, pisss. Untunglah pihak penginapan tegas membatasi sampai Pk.22.00 WITA saja, jika tidak kami pasti segera kabur.

Jelajah keempat, Akhir September
Pasir Bira sebagian besar sudah berada di Bara, hampir sama dengan September tahun sebelumnya. Hanya saja kali ini masih tersisa di daerah pertengahan, sebelum restaurant perahu Anda Beach. Ombak pun jauh lebih tenang.

Dari cerita penduduk, saya mendapat gambaran jika waktu terbaik mengunjungi Tanjung Bira antara Agustus - November atau saat sedang musim kemarau.
Juni – Juli, Angin sedang kencang; 

Februari – Maret angin barat membawa banyak sampah sampai ke pantai. Kadang kala Angin yang kencang memaksa penduduk untuk meninggalkan sementara warung-warung di pinggir pantai. Maka, jangan dulu menghakimi Pantai Bira sebagai Pantai yang kotor, mungkin saja salah musim kala mengunjunginya.

Hindari pula hari libur umum, kalau ramai, agak kurang nyaman. Lokasi ini sudah menjadi favorit wisata sekitar sulawesi selatan pasalnya.

Penginapan di Pantai Bira dan Bara
Sudah tersedia banyak penginapan di Tanjung Bira mulai dari yang bernama penginapan, guest’s house, wisma, hotel, resort, semua lengkap pokoknya. Harga bervariasi mulai dari 100ribu – jutaan.

Keluarga Suwanto pertama kali datang ke Tanjung Bira menginap di Riswan’s Guest House. Pemiliknya sangat ramah, dan kami merasa dianggap sebagai keluarga. Setiap kali berkunjung kami pasti menyempatkan menginap di sana barang semalam. Riswan’s Guest House bisa dihubungi di nomor  085256032444 / 081346434425. 


Selain itu di Bira kami juga menginap di Amatoa Resort. Informasi bisa diakses di www.amatoaresort.com, email: info@amatoaresort.com, telp: 0812 4296 5500

Di Pantai Bara, Keluarga Suwanto menginap di Bara Beach Bungalow, informasi bisa diakses di www.bara-beach.com atau email ke info@bara-beach.com Telp: 0813 5562 3372 atau 0821 9413 1562

Sementara untuk penginapan di Pulau Liukang Loe, Keluarga Suwanto bermalam di Ocean Holiday Guest House & Restaurant milik Pak Jafar. Nomor kontak 0811 421  418 atau 0812 4219 9418
Atau bisa juga menghubungi Riswan’s Guest House untuk memesan penginapan dan penyeberangan di Pulau Liukang loe.

Review mengenai penginapan yang pernah keluarga Suwanto gunakan dapat dibaca di post terpisah.



Aktivitas yang dapat dilakukan di tanjung bira bermain banana boat

Fasilitas di Tanjung Bira
Tanjung Bira sudah banyak berbenah. Semakin banyaknya pengunjung, menuntut semakin banyak perbaikan pelayanan wisata.
Di sepanjang garis pantai tersedia warung-warung yang menyediakan makanan ringan dan minuman, baju-baju, kacamata, topi serta cinderamata lainnya. Bir juga dijual di sini.
Toilet umum untuk membersihkan diri telah tersedia
Pengunjung juga dapat menyewa bola, ban, alat snorkeling, dan banana boat.
Sudah tersedia rental motor untuk menyusur pantai-pantai sekitar Tanjung Bira.
Di Sepanjang jalan masuk Tanjung Bira banyak penjual Cindera mata dari kerang made in penduduk Liukang Loe, baju – baju, kain pantai, makanan khas Selayar, jeruk, emping dan marning.

Apa yang Bisa dilakukan di Tanjung Bira

Selain berjalan kaki menyusur pantai, berenang di air laut yang jernih dan tenang, pengunjung juga bisa bermain banana boat, menyeberang ke Pulau Liukang Loe untuk makan siang dan melihat penangkaran Penyu. Berkemah di Pantai Bara. Serta tentu saja snorkeling dan diving di beberapa spot menarik, salah satunya palung laut Pulau Kambing. 


Tempat makan favorit Keluarga Suwanto di Tanjung Bira, Kiri ke Kanan: Salassa Restaurant, Malboro Restaurant, Bara Beach Restaurant
Tempat Makan di Pantai Bira dan Bara
Untuk urusan makan, sebenarnya bisa saja pengunjung minta dimasakkan ikan atau seafood pada pemilik warung di sepanjang pesisir pantai. 


Keluarga Suwanto memiliki tempat makan favorit di Tanjung Bira, yaitu:

- Salassa Guest's House Restaurant
Restaurant ini lumayan rame pengunjung. Ada Blackboard hitam yang ditulisi sang pemilik seperti ini: “We make our food with love, and love needs time. Please be patient. You’re worth it”. 

 So, berbekal pengalaman sebelumnya kami membiasakan diri menelpon dulu untuk memesan menu dan janjian jam kunjung. Supaya kami datang, makanan sudah ready siap santap. 
Bumbu bali di resto ini recommended, bisa untuk ikan, ayam atau tempe. 
Harga makanan di sini lumayan, harga mulai 25ribu ke atas, tapi porsinya jumbo. Minuman sekitar 10ribuan ke atas. 
Salassa resto bisa dihubungi di nomor 0812 4265 672

-  Malboro Beach Restaurant
Berawal dari kesenangan kami apruk-aprukan (bahasa sunda menjelajah) menyusur sepanjang pantai Bira ke arah pantai Bara, saya berdua suami menemukan sebuah tempat di tebing yang cukup menarik perhatian. 

Setelah dengan sedikit usaha memanjat tebing ini, tidak hanya menemukan pemandangan laut yang indah dari ketinggian kami juga melihat sebuah penginapan dan restaurant bernama Malboro Beach.
Setelah kulo nuwun pada pemiliknya pak Andi yang ramah, kami berjanji datang kembali untuk makan siang di sana. Dan kemudian ketagihan karena rasanya yang pas dengan lidah Keluarga Suwanto.
Ikan bakar, Ikan goreng, Sayur Bening, Cumi goreng tepung, Ayam Nasu Paleko, sambel dan kerupuk, nasi sepuasnya plus Air mineral untuk 4 orang hanya 150ribu. Makanannya bener-bener fresh dan lezat. 

Pak Andi bisa dihubungi di 0852 4044 0334

-  Bara Beach Restaurant 

Pointnya ada pada tempatnya nyaman. Kami suka makan di terasnya sambil memandang laut.
Menu yang ditawarkan cukup bervariasi, western dan asia. Ada nasi capcay, nasi goreng, seafood, salad dan pasta. Rasanya lumayan. 
Harga mulai 35ribu ke atas. Minuman mulai dari air mineral, teh, kopi dan jus harga 15ribu ke atas.


Harga-harga
- Harga Tiket Masuk Kawasan Wisata Tanjung Bira Dewasa @10rb, anak-anak@3rb, mancanegara @20ribu
- Bermain Banana Boat sekitar 100rb 

- Sewa Ban 5ribu
- Sewa Alat snorkeling 25ribu
- Menyeberang ke Pulau Liukang Loe sekitar 300rb (tawar menawar)
- Parkir di Bara, mobil 5ribu
- Tarif Sewa motor antara 65-80ribu


Objek Wisata Bulukumba selain Tanjung Bira yang telah dijelajahi Keluarga Suwanto, searah jarum jam: Apparalang, Liukang Loe, Bara, Tana Beru, Kaluku, dan Lemo-lemo
Alternatif Objek Wisata Lainnya di Bulukumba
Selain menikmati pantai Tanjung Bira, Bulukumba memiliki pesona wisata indah lainnya.
Keluarga Suwanto, baru menjelajahi beberapa diantaranya, yaitu:

- Pantai Bara
- Pulau Liukang Loe

- Pantai Pasir Lohe
- Pantai Kaluku
- Panrang Luhu Tempat Pembuatan Perahu Pinisi
- Pantai Lemo-Lemo
- Tebing Apparalang

- Pantai Mandala Ria
- Pantai Marumasa


Perlengkapan Pribadi yang Wajib Dibawa
Mas dan adek kalo sudah ketemu pantai bisa lupa waktu. Pertama kali datang ke Tanjung Bira benar-benar lupa memakai sunblock, alhasil sunburn. . kulit menjadi sangat hitam dan panas mengelupas. 

Berkaca dari pengalaman tersebut, barang wajib yang harus di bawa selama jelajah Tanjung Bira, adalah Sunblock, topi, kaca mata hitam. 
Pelengkapnya hammock, alas duduk untuk di pantai, mainan adek istana pasir, bola, air putih yang cukup, buah dan snack

Demikian garis besar serba-serbi Tanjung Bira. Selamat menjelajah!
Cerita perjalanan Jelajah Suwanto seputar Tanjung Bira dibuat di post terpisah.

4 komentar:

  1. Hai hai keluarga Suwanto....makasih udah nulis blogpost yg informatif. Manfaat bgt buat kami yg sdng berencana ke tanjung bira :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Keluargabackpacker... terima kasih sudah berkunjung ke blog keluarga Suwanto yak.
      Senang bisa berbagi. Have fun ya di Tanjung Bira.

      Hapus
  2. post nya sangat bermanfaat..kalau boleh tahu, apakah ada nomor yg bisa dihubungi untuk sewa motor?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih telah berkunjung ke blog kami. mungkin bisa menghubungi Ibu riswan pemilik Riswan guest's house, beliau asli daerah situ, punya banyak akses informasi. ini no hp-nya: 0852 5603 2444

      Hapus