Kamis, 16 Juli 2015

Kapel Panti Samadi Ratna Miriam Malino, Tempat Bersejarah yang Damai

Kompleks Panti Samadi Ratna Miriam, Malino
Hari Kedua Jelajah Malino, hari Minggu yang penuh berkat. 
Pagi itu dengan penuh semangat, Keluarga Suwanto berjalan kaki menuju Kapel Panti Samadi Ratna Miriam untuk merayakan Ekaristi. Syukurlah, malam sebelumnya, kami telah survei ke kapel ini. Biarpun digonggong anjing hitam yang bawel, tapi kami beruntung, karenanya muncul dua lelaki muda berkulit legam. Dari merekalah, kami mendapatkan jadwal misa hari minggu pagi Pk.07.00 WITA. 

Kapel Panti Samadi Ratna Miriam Malino
Kapel ini dikelola oleh para suster Kongregasi JMJ (Jesus, Maria dan Josef) di Jalan Waspada No. 4 Malino, Gowa, Sulawesi Selatan. Seperti halnya semua tempat samadi yang dikelola biarawan-biarawati, ada aura damai yang lembut. Saya percaya dari doa tulus yang didaraskan setiap waktu dari tempat inilah yang menciptakan harmoni yang selaras dengan alam. Dari harmoni inilah, rasa damai dapat langsung tersampaikan kepada setiap jiwa yang mau merasakannya.

Walaupun kapel ini nampak bersahaja saja, tetapi tempat ini tercatat sejarah yaitu tertanggal 15-25 Juli 1946. Kala itu diadakan Konferensi Malino untuk membicarakan  pendirian Negara Indonesia Timur yang digagas oleh seorang Gubernur Jenderal Belanda. Sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Konferensi_Malino.

Kapel saat ini dan pada saat penyelenggaraan Konferensi Malino Juli 1946, tidak jauh berbeda
Usai perayaan Ekaristi, umat bersalam-salaman dengan pastor dan bercengkerama satu sama lain di depan kapel. Tempat itu dipenuhi senyum-senyum ramah yang menyemangati. Kami minta ijin suster untuk melihat-lihat kompleks Panti Samadi ini. Persis di samping kapel, ada sebuah Gua Maria yang ditata apik. Umat dapat mendaraskan doa kepada Yang Maha kuasa dengan khidmat. 
Sesuai dengan namanya, Panti Samadi, di kompleks ini juga dapat digunakan untuk retret baik pribadi maupun kelompok. Selain itu, tersedia juga Balai Pengobatan Umum Ratna Miriam bagi warga sekitar.

Gua Maria dan Balai Pengobatan Umum Ratna Miriam, Malino
Bersebelahan dengan Panti Samadi Ratna Miriam, Pinus-Pinus menjulang tinggi. Hotel Celebes persis setelahnya. Menurut seorang bapak yang kami jumpai, di hotel itu pada tahun 2002 diadakan perjanjian perdamaian yang menghasilkan Deklarasi Malino I dan II. Deklarasi ini dibuat untuk menghentikan konflik berdarah atas isu agama yang terjadi di Ambon, Maluku antara tahun 1999-2002. Perjanjian damai Malino diprakarsai oleh HM Jusuf Kalla, salah satu “orang besar” yang dimiliki Bangsa Indonesia. 
Mungkin Keteduhan Malino, mampu menyembuhkan dendam dan mendamaikan konflik. Semoga selalu terjalin persaudaraan sejati diantara sesama manusia tanpa membedakan suku agama dan ras. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar