Tampilkan postingan dengan label hidden paradise. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidden paradise. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 September 2022

Cisadon Hiking Aman Bersama Anak Tanpa Guide

Situ Badeur Cisadon ©JelajahSuwanto
KenSiPenjelajahKecik @Situ Badeur, Desa Cisadon
 
Hiking Cisadon jadi diskusi Keluarga Suwanto dalam sepekan. Kami so teramat rindu menjelajah. Rasa-rasanya bersentuhan dengan alam merupakan kemewahan saat kita hidup di Jakarta.  Beda sama Manado, setiap weekend kami bisa langsung kabur ke bukit, gunung, atau laut. Maka hiking ke Cisadon bersama anak adalah healing yang sempurna.

Kali ini Keluarga Suwanto hiking bertiga saja, Ayah, Bunda dan Kecik. Mas sedang berjarak, LDR-an menuntut ilmu di pulau seberang. Kami memutuskan hiking sendiri tanpa local guide. Tak banyak persiapan untuk hiking ke Cisadon. Modal nekat berbekal DM Instagram, seseorang yang ada di latest #cisadon. Terima kasih pada kawan-kawan pencinta alam yang senang berbagi pengalaman, mau merespon japrian untuk pertanyaan-pertanyaan yang mungkin sepele
. It means a lot to me. 

Rabu, 23 Juni 2021

Tumbak Minahasa Tenggara, Desa Wisata Suku Bajo, Pesisir Pantai dan Jelajah Pulau

Perairan Teduh Pesisir Tumbak Minahasa Tenggara || ©JelajahSuwanto
Perairan Teduh Pesisir Tumbak Minahasa Tenggara || ©JelajahSuwanto

“Maaf air-nya belum bisa dikasih betul soalnya orang yang bantu so mo siap-siap takbiran. Nanti kalau mau ke kamar mandi naik rakit saja ke rumah, ya.” Begitu kira-kira pesan Bu Nini merespon komplain air yang tak kunjung mengalir di Tumbak homestay. Sungguh lupa meski terbilang dekat dari Manado Jelajah Suwanto sedang menyepi di perkampungan nelayan Bajo. Mayoritas penduduk tentu sedang mempersiapkan diri menyambut hari kemenangan Idul Fitri.

 

Pesisir Tumbak memanjang diantara hijau hutan bakau dan riak laut biru. Entah benar atau tidak, katanya Tumbak adalah akronim dari Tumbuhan Bakau. Perairan Tumbak yang bagian selatannya menghadap laut Maluku dan teluk Sompini di arah timur terlindungi oleh terumbu karang panjang dan beberapa pulau cantik, antara lain Pulau Baling-baling dan Ponteng.

Rabu, 01 Juli 2020

Surga di Pantai Paradise Likupang Timur

 

Pantai Paradise Casabaio Likupang Timur
Hening. Hanya suara laut. Pantai Paradise Likupang Timur || JelajahSuwanto


Bapakku yang kupangil Mama, kependekan dari Rama dalam Basa Sunda adalah orang gunung yang pernah terombang-ambing ganasnya ombak laut Banda. Kata Mama “Surga itu bukan tujuan di keabadian nanti. Surga itu saat ini, suatu sikap bukan tempat.” Petuah lelaki dengan rambut gelombang itu selalu hangat untukku, “Teh, surga itu adalah kebahagiaan, harapan dan cinta yang diracik oleh dirimu sendiri. Kemanapun Teteh pergi bawalah serta!” Kini, di sebuah tempat bernama Pantai Paradise, bersama dia partner hidup, kami berbagi surga.

Rabu, 25 September 2019

Wayag, Ketika Someday is Today!


Wayag, Raja Ampat || When someday is today @jelajahsuwanto

Mentari begitu garang di puncak Wayag, tapi teriknya kalah oleh semangat Keluarga Suwanto. Tidakkah kau lihat, binar di wajah lelaki itu? Hari ini ia menggenapi mimpinya, membawa istri dan kedua putranya mengarungi kepulauan Raja Ampat, menaklukkan puncak Wayag. Someday is TODAY, ketika engkau selamat sampai pada cita-citamu!

Wayag adalah ikon Raja Ampat. Dari puncak Wayag inilah, gugusan pulau karang melingkari laguna sewarna biru pirus tersebar pada dunia. Namun, dimana tepatnya Wayag? Tak ada gambaran jelas bagi jelajahsuwanto saat itu, yang kami tahu pokoknya ke Raja Ampat. 

Kamis, 12 September 2019

Friwen Raja Ampat, It's Serendipity!

Tiada yang lebih baik dari rasa syukur, sekalipun hanya singgah di suatu tempat tanpa rencana.
Boleh jadi kamu berjumpa serendipity, kebetulan yang menghangatkan!

 
Menenangkan diri di perairan teduh Friwen, Distrik Waigeo Selatan, Raja Ampat ©jelajahsuwanto
Menenangkan diri di perairan teduh Friwen, Distrik Waigeo Selatan, Raja Ampat ©jelajahsuwanto

 
Kamu tahu apa itu serendipity?  Ser.en.dip.i .ty | discovery of something fortunate: the accidental discovery of something pleasant, valuable or useful. Bagiku, Friwen adalah serendipity. Lihatlah langit di atas sana, sendu kelabu. Tadinya ingin kurekayasa foto ini untuk menunjukkan betapa anggunnya Friwen. Air yang tenang, sayup desir angin, pasir putih nan lembut. Namun, aku akan kehilangan kisah bila kulakukan itu.

Rabu, 10 Oktober 2018

Pantai Pal Marinsow, Tertinggal Di Sudut Senja

Pantai Pal Marinsow, Likupang Timur | ©jelajahsuwanto
Pantai Pal Marinsow, Likupang Timur | ©jelajahsuwanto

 
Hiruk pikuk mengoyak kelembutan senja. Seorang ibu berjilbab hilir mudik meneriakkan sebuah nama. Juga, seorang bapak bercelana congkrang menyuarakan nama yang sama. Ya, mereka sepasang suami istri yang sedang mencari buah hatinya di Pantai Pal Marinsow.

“Saya tadi sudah naik di bis, pas mau jalan, baru sadar, anak saya tidak ada,” panik perempuan itu menjelaskan pada pelancong yang ingin tahu.

Satu hal yang harus kamu teladani dari orang Minahasa adalah rasa persaudaraannya. Torang Samua Basudara. Itu bukan slogan belaka, orang Minahasa sungguh menjiwainya. Semua ikut ambil bagian mencari anak yang hilang itu. 

Adalah kawasan pantai berpasir putih. Lazuardi sewarna langit memantul pada maha luas lautan. Rindu Keluarga Suwanto pada aroma laut, debur ombak dan putihnya pantai Sulawesi Selatan terobati di sini. Pantai Pal cukup mendekati keindahan pantai-pantai Bulukumba di Sulawesi Selatan. Di beberapa tempat pasir pantainya landai. Ada pula yang serupa tebing pasir, tempat favorit adek kecik berseluncur penuh keriaan. 

Senin, 02 Oktober 2017

SkyScanner Dan Cerita Jelajah Anak Rantau

Pulau Kecil yang tertangkap kamera, dalam perjalanan menuju Makassar | © jelajahsuwanto
Pulau Kecil yang tertangkap kamera, dalam perjalanan menuju Makassar | © jelajahsuwanto
 
 
New Hello
“Bun, aku promosi…, tapi ke luar pulau…, gimana?” Siang itu, masih terngiang suaranya di seberang telepon. Aku bangga dan berbahagia untuk suamiku, tapi mengapa ruangan kantor itu nampak indah, menahanku untuk tetap tinggal di Ibukota yang penuh gairah. Promosi suami, resign dari pekerjaanku sendiri, negeri orang, pindah sekolah anak, jauh dari orang tua sanak keluarga, semuanya berkecamuk meminta porsi.

Saya dan Suami menyukai perjalanan. Masih membekas jawaban seorang Senora di film The Way, ketika ditanya pernahkah ia pergi ziarah ke Santiago de Compostella. Ia mengatakan “No never, when I was young, I was too busy, and now that I am older, I’m too tired!”.
Tidak, saya tak ingin terjebak dalam rutinitas semu seperti Senora tersebut. Tidak juga berlindung di balik alasan pekerjaan maupun anak-anak. Saya siap merantau dan mengenalkan anak-anak pada indahnya perjalanan.

Maka demikianlah, setelah melalui diskusi suami istri, pergumulan doa, dan restu orang tua, Keluarga Suwanto siap terbang menemukan “new hello” ke tanah rantau.

Senin, 28 Agustus 2017

Bukit Pulisan: The View From The Hill Are Breathtaking!


Pemandangan dari Bukit Pulisan, Likupang Timur, Minahasa Utara, Sulawesi Utara +jelajahsuwanto
Pemandangan dari Bukit Pulisan, Likupang Timur, Minahasa Utara, Sulawesi Utara +jelajahsuwanto


Ikuti hatimu! Bisa dibilang itu adalah falsafah dasar jelajah Keluarga Suwanto. Sejauh ini mengikuti kata hati terbukti akan menuntun, membebaskan dan memberi damai. Seperti jelajah Bukit Pulisan. Kami telah berpamitan pada Pantai Surabaya tengah hari tadi, chek in di Cassabaio dan siap bermain ke Pantai Pal di Desa Pulisan yang terkenal berpasir putih.

“Ayah pernah lewat jalan ini, waktu kalian belum datang ke Manado,” sembari menyetir Pak Suami bercerita.
“O ya? terus apa yang ada di sana?”, balasku antusias. “Jalannya mentok, terus Ayah balik arah. Kita coba lagi yuk?”

Seketika semangatku menular pada anak-anak di jok belakang. Mereka bersorak gembira. Ayo menjelajah!

Kamis, 03 Agustus 2017

Rammang-Rammang: Sungai Pute hingga Padang Ammarrung


Mendaki Padang Ammarrung Rammang-Rammang, Maros, Sulsel +jelajahsuwanto
Rammang-Rammang, Maros, Sulsel: Mendaki Padang Ammarrung +jelajahsuwanto

Suatu hari di bulan November, serombongan sahabat tertawa gembira di ketinggian Padang Ammarrung di tengah gugusan karst Rammang-Rammang. Siang itu terik, seterik jiwa petualangan mereka. 
Semenjak membaca liputan Festival Full Moon Rammang-Rammang, pesona kawasan karst ini kian menggoda. Rammang-Rammang sendiri termasuk di dalam kawasan karst ketiga terbesar dunia. Luasnya membentang sekitar 45.000 hektare dari Kabupaten Maros hingga Kabupaten Pangkajene & Kepulauan (Pangkep). Selain Rammang-Rammang, Taman Nasional Bantimurung, termasuk di dalamnya. 

Senin, 17 Juli 2017

Ranger Station : Suaka Alam Perairan Raja Ampat Wagieo Sebelah barat


Ranger Station Raja Ampat JelajahSuwanto
 Ranger Station Raja Ampat, Suaka Alam Perairan (SAP) Waigeo Sebelah Barat +jelajahsuwanto

Setelah berdebar-debar melewati ayunan ombak, Keluarga Suwanto memasuki wilayah tenang. Pasir putih nun di sana memendarkan tosca, biru kehijauan pada air laut. Lalu menyebarkan damai pada kami yang baru saja lepas dari was-was di atas boat. Pulau hijau yang membentengi perairan teduh ini termasuk pada zonasi Suaka Alam Perairan (SAP) Waigeo Sebelah Barat. Orang lebih mengenal kawasan SAP ini sebagai Ranger Station. Biasanya wisatawan yang akan menuju Laguna Wayag akan dibawa ke tempat ini terlebih dahulu. Ranger Station bisa dikatakan sebagai gerbang menuju Wayag. 

Senin, 08 Mei 2017

Talaip Homestay: Sanctuary Di Mulut Teluk Aljui Waigeo Barat

Talaip Homestay, Raja Ampat; semburat merah daun Ketapang Laut +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat; semburat merah daun Ketapang Laut +jelajahkeluargasuwanto

Hari menjelang senja, ketika Boat Kawe Star merapat di dermaga Talaip. Sebuah jembatan yang tersusun dari jalinan kayu, memanjang hingga ke tepi pasir putih. Jetty, demikian sebutan untuk dermaga atau jembatan kayu di Raja Ampat. Tepat di muka homestay, di ujung jetty yang eksotis, Ketapang Laut menyambut Keluarga Suwanto. Meski Ketapang Tua ini sedang menggugurkan daun-daun, semburat merah yang tersisa tetap memancarkan keanggunannya. Siapa tidak terpesona?

Kamis, 06 April 2017

Raja Ampat Unfinished Journey

Wayag Raja Ampat
Raja Ampat: Father&sons; Ayah yang berbahagia membawa buah hatinya ke Puncak Wayag, surga Indonesia Timur +jelajahsuwanto

Raja Ampat adalah wish list jelajah Keluarga Suwanto sejak dua tahun lalu. Bahkan, demi mewujudkan mimpi tersebut, Bunda menempel brosur Raja Ampat di tempat yang tak akan luput dari pandangan. Waktu terus berjalan, Raja Ampat tak selalu di benak, apalagi Keluarga Suwanto ternyata malah pindah ke Utara Sulawesi. 
Mungkin cara kerja semesta itu berlaku. Tak tahu tepatnya kapan, sekilas saya melihat di koran lokal, telah dibuka penerbangan langsung Manado-Raja Ampat. Wah, Raja Ampat bersemi kembali.


Mendadak Raja Ampat

Ayah mau kasih kabar nih, Ayah bisa cuti tanggal 30 Maret-2 April ya, …”, tiba-tiba Pak Suami mengejutkanku. Hari itu sekitar seminggu sebelum keberangkatan.
Tidak pernah ada peristiwa kebetulan dalam hidup bagi mereka yang percaya. Keluarga Suwanto telah mengamini dan menghidupi kalimat itu.
 
Dan akhirnya pada tanggal tersebut, Keluarga Suwanto spontan “Mendadak Raja Ampat”.

Senin, 20 Juni 2016

Tanjung Bara Yang Kian Membara

 Tanjung Bara: Sunset +fotojelajahsuwanto+
Pertama kali Jelajah Suwanto menjejakkan kaki di Tanjung Bira, air laut sedang surut sesurut-surutnya. Ceruk-ceruk di tepian tebing karang yang biasanya terendam air, kini nampak ke permukaan. Berupa karang-karang yang licin dan basah. 
Kami mengobrol dengan keluarga Bu Bahri yang  membuka warung di pinggir Pantai Bira. Katanya di ujung barat tanjung ini, masih ada sebuah pantai yang indah.

Sebenarnya bisa menyusuri pantai ini kalau sedang surut, tapi orang biasanya pilih lewat atas (jalan darat di atas pantai Bira)”. 

Pada dasarnya, semangat menjelajah itu memang melekat pada keluarga Suwanto. Dari Tanjung Bira, kami nekat menyusur pinggir pantai, melewati pasir lembut, menyisir tepian tebing karang, juga berkecipak di air laut. Sekitar 45 menit kemudian kami berlabuh di sebuah pantai berpasir lembut seperti Bira. Pantai ini bernama Tanjung Bara, atau lebih dikenal dengan Pantai Bara.
 

Sabtu, 11 Juni 2016

Pantai Kaluku, Menjemput Matahari, Merayakan Persahabatan

Pantai Kaluku: Semburat jingga di ufuk timur +fotojelajahsuwanto+
Pagi baru saja merekah. Apa yang dapat kukatakan untuk dapat mendeskripsikan semburat cahaya langit itu? Satu kata dariku, Majestic!
Atau begini saja. Pergilah ke Pantai Kaluku. Bangunlah pagi sekali, susurilah pantai. Dan ketika saatnya tiba, menghadaplah ke timur jauh. Jika kau beruntung, alam tak akan mengecewakanmu.
 

Rabu, 27 April 2016

10 Pantai Terindah di Bulukumba Sulawesi Selatan

Setibanya di Sulawesi Selatan, seringnya Keluarga Suwanto menjelajah pantai-pantai indah yang masih alami.

Pantai wilayah Timur Indonesia menurut kami adalah surga.

Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Bulukumba memiliki potensi wisata pantai yang sangat menjanjikan.

Berikut adalah 10 pantai cantik yang sudah Keluarga Suwanto jelajahi:

1. Pantai Lemo-Lemo

Pantai Lemo-lemo berada di Kelurahan Tanah Lemo, kecamatan Bonto Bahari. Jarak tempuh dari Kabupaten Bulukumba sekitar 1 jam.  Termasuk salah satu hidden paradisenya Bulukumba.

Cerita perjalanan Pantai Lemo-lemo bisa dibaca di Pantai Lemo Lemo, Aset Potensial Wisata Bahari Sulawesi Selatan

Pantai Lemo-Lemo Bulukumba


2. Pantai Mandala Ria

Pantai Mandala Ria dinamakan demikian karena menyimpan sejarah terkait pembebasan Irian Barat dari Kolonial Belanda. Pantai Mandala Ria berada di Desa Ara, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Jarak tempuh sekitar 34 km dari Bulukumba.

Cerita perjalanan Pantai Mandala Ria bisa dibaca di Pantai Mandala Ria, Tersembunyi Cantik di Desa Ara

Pantai Mandala Ria Desa Ara, Bontobahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan


3. Pantai Apparalang

"Apparalang" dalam bahasa setempat berarti ujung dalam. Sekilas Pantai Apparalang mirip-mirip Uluwatu di Bali. Tapi menurut kami, pemandangan lautnya lebih cantik Apparalang. Pantai tebing Apparalang berada di Desa Ara, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Pantai Tebing Apparalang Bulukumba


4. Pantai Marumasa

Pantai Marumasa berasa di Desa Darubiah, Bonto Bahari, Bulukumba. Sudah ada papan petunjuk di pertigaan jalan sebelum Masjid Besar Poros Bira. Lokasinya kira-kira 40 km dari arah Kabupaten Bulukumba. Ikuti saja petunjuk jalan tersebut, sekitar 1 km kita sudah bebas memarkir kendaraan di bibir pantai.

Cerita perjalanan Pantai Marumasa bisa dibaca di Jelajah Pantai Marumasa

Pantai Marumasa, Darubiah, Bonto Bahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan


5. Pantai Panrang Luhu

Cerita perjalanan Pantai Panrang Luhu bisa dibaca di Phinisi: Melihat Butta Panrita Lopi Dari Dekat

Butta Panrita Lopi, Pantai Panrang Luhu Bulukumba


8. Pantai Tanjung Bara

Cerita perjalanan Pantai Tanjung Bara bisa dibaca di Tanjung Bara yang Kian Membara

Pantai Tanjung Bara Bulukumba


9. Pantai Liukang Loe

Cerita perjalanan Pantai Liukang Loe bisa dibaca di Berkemah di Pulau Liukang Loe


Pantai Liukang Loe Pulau Liukang Sulawesi Selatan

Pantai Passilohe Pulau Liukang || JelajahSuwanto

Jumat, 22 April 2016

Pantai Lemo Lemo, Aset Potensial Wisata Bahari Sulawesi Selatan

Pantai Lemo-Lemo aset potensial wisata bahari Bulukumba
Pantai Lemo Lemo tenang dan damai  || JelajahSuwanto


Jalanan kecil bergelombang membelah hutan hijau yang bertanahkan karang. Keluarga Suwanto bergoyang-goyang mengikuti irama jalan. Kami sedang dalam perjalanan menuju Pantai Lemo Lemo. Tertulis 7 kilometer, itulah perkiraan jarak tempuh kami dari Poros (jalan besar) Bulukumba, Bira. Mulanya masih ada beberapa rumah penduduk ketika memasuki kawasan ini. Semakin dalam, hanya pepohonan dan belukar mengangguk-ngangguk oleh sepoi angin.  

Sabtu, 16 April 2016

Jelajah Pantai Marumasa

Pantai Marumasa Bulukumba Sulawesi Selatan
Pantai Marumasa, Bulukumba || JelajahSuwanto

Suatu ketika dalam perjalanan kembali ke Makassar dari Tanjung Bira, tak jauh dari pelabuhan Bira kami melihat gadis bule berjalan sendirian seperti kebingungan. Kami menepikan mobil dan bertanya adakah yang bisa dibantu? 

Gadis ini mencari Pantai Marumasa. Sayang sekali kami tak dapat menolongnya. Pantai Marumasa masih asing di telinga.  
 
Saat itu juga kami putuskan Jelajah Suwanto berikutnya harus menyambangi Pantai Marumasa. Masa iya, gadis Jerman ini saja sudah mengetahuinya, Keluarga Suwanto yang Indonesia tulen ko kalah telak.

Jumat, 15 April 2016

Jelajah Pulau Kodingareng keke

Zoom out Pulau Kodingareng Keke +fotojelajahsuwanto+

Siang yang cerah di awal April 2016. Tak direncana, Keluarga Suwanto akhirnya menyambangi Pulau Kondingareng Keke. 
Bermula dari ajakan menyeberang ke Samalona yang tentu saja gayung bersambut. Kami ber-9 termasuk kedua krucil, tadinya hanya mau bersantai dan memancing di Samalona. 
Di tengah perjalanan, matahari bersinar memantulkan cahaya keperakan, nun di sana, pulau kecil menggoda mata. 
Colek-colek sama ayah, lantas tawar menawar dengan pak perahu, bertolaklah kami memburu sunset di Kodingareng Keke.

Jumat, 12 Februari 2016

Pantai Mandala Ria, Tersembunyi Cantik di Desa Ara

Surga tersembunyi di Desa Ara, Bontobahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan +fotojelajahsuwanto+
Pantai Mandala Ria; Surga tersembunyi di Desa Ara, Bontobahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan   || JelajahSuwanto

Pantai Mandala Ria menjadi agenda dadakan Keluarga Suwanto di awal Februari 2016. Setelah bolak balik Tanjung Bira, rasanya kami butuh jelajah pantai yang jarang dijamah pelancong. 

Pantai Mandala Ria masih satu deret dengan Pantai Tebing Apparalang di Desa Ara. 

Pantai ini tersembunyi cantik di sebuah lembah. Ada beberapa gua di sekitarnya, antara lain: Goa Passohara, Jabbolang dan Passea. Pasir pantainya putih lembut, meski belum ada yang mengalahkan pasir tepung Tanjung Bira.  

Kamis, 12 November 2015

Jelajah Pulau Liukang Loe: Kesederhanaan yang Bersahaja

TK Satap di Kampung Buntutuleng Pulau Liukang Loe, Bira, Bonto Bahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan +fotojelajahsuwanto+

Bukan Jelajah Keluarga Suwanto namanya, jika tidak apruk-aprukan alias menjelajah dalam perjalanan kami. Pun pada kesempatan kali ini, di suatu pulau, bernama Pulau Liukang Loe.

Setelah malam dan pagi yang menyenangkan karena acara Berkemah di Pulau Liukang Loe, Ayah dan bunda minta pendapat mas dan adek, apakah mereka mau ikut menyusur Pulau atau istirahat di penginapan?
Anak-anak memilih bermain di tenda. Mas siap sedia menjaga adiknya.
"Adek tidak akan cari-cari Ayah Bunda, mau main hotwheel sama mas saja"  Begitu janji adek.

Kami sepakat sebelum waktu makan siang, Ayah dan Bunda sudah kembali ke penginapan. Itu berarti ada waktu sekitar 1,5 jam untuk menjelajah. Ok, Let’s eksplor the island!