Senin, 20 Juli 2015

Malino Highland, Paket Komplit Wisata Keluarga

Malino Highland ||JelajahSuwanto
Kawasan ekowisata Malino highland dilihat dari Green Pekoe Cafe


Hari kedua Jelajah Malino, waktunya berpetualang! Dari kawasan penginapan, Keluarga Suwanto berkendara terus ke atas dataran tinggi Malino. Melewati hutan pinus, kebun strawberi, lanjut hingga perkebunan penduduk. Kami baru menepikan mobil ketika jalan mulai tak nyaman dilewati, bergelombang dan sempit. 

Tengah hari kami memutuskan turun, merapat ke Malino Highland.

Melihat gerbangnya yang representatif, saya berharap-harap semoga fasilitas yang ditawarkan pun menarik. Harga tiket masuk per orang Rp.50.000,- untuk dewasa, Rp.25.000,- untuk Mas dan gratis untuk Adek kecik.
 

Tempat parkir dan ranch kuda malino highland
Area parkir yang luas, istal kuda, ranch, dan kandang domba di kawasan Malino Highland


Pucuk-pucuk teh di perbukitan menghijau segar. Aroma bunga teh yang tertiup hembusan angin masuk dari jendela mobil yang kami biarkan terbuka lebar.

Saat itu parkiran di area taman bunga telah penuh. Kami terus mendaki ke tempat parkir yang lebih tinggi. Parkirannya luas dan lapang. Pemandangan dari lokasi ini spektakuler. Gunung gemunung seperti membingkai dataran tinggi Malino.

Petugas di Malino Highland ramah-ramah. Mereka pasti tersenyum jika bersitatap. Mulai dari petugas parkir, pak satpam, petugas kebersihan, semuanya.

Tidak jauh dari parkiran ada Istal kuda. Nama-nama kuda tercantum di setiap biliknya, ada JIGSY, RETSY, GINGER ROSE, BRAVE, dll. 



Kuda Malino Highland ||JelajahSuwanto
Kuda - kuda cantik dan gembala narsis di ranch Malino Highland


Tak peduli kalau kami perhatikan, kuda dan domba asyik merumput. Kuda-kuda yang ada di sini kelihatan gagah, sangat cantik dan terawat.

Pengunjung dapat berkuda mengelilingi kawasan ini.

Anak-anak sesungguhnya tertarik untuk berkuda, tetapi kami memutuskan melihat Green Peko Cafe terlebih dahulu.

 
Green Pekoe Cafe Malino Highland ||JelajahSuwanto
Green Pekoe, sebuah cafe di kawasan Malino Highland


Green Pekoe Cafe siang itu sangat ramai. Sepertinya ada acara reunian sebuah sekolah dari Makassar. Tidak memungkinkan bagi kami untuk bersantai dengan tenang.

Lebih bijak jika Keluarga Suwanto menjelajahi dulu kawasan yang luasnya 200 hektare ini.

 
Perkebunan teh Malino Highland ||JelajahSuwanto
Perkebunan teh yang berbukit-bukit di kawasan malino highland


Dari pelataran Green Pekoe Cafe, kami bebas melihat keindahan di setiap penjuru. Apa yang dapat dikatakan ketika melihat lukisan alam seperti itu? Luar biasa indah, ya.

Pak Satpam yang murah senyum menginformasikan di kawasan Malino Highland selain penginapan dan cafe ada juga air terjun, mini zoo (yang tertutup jaring-jaring), trampolin dan kebun bunga.

 
Air terjun di kawasan Malino Highland ||JelajahSuwanto
Hiking ke air terjun di kawasan malino highland

Baiklah, pertama kami akan jalan-jalan ke air terjun!

Si hitam metalic bisa dibawa hingga pos terakhir sebelum air terjun. Tidak ada orang lain yang berpapasan atau mengikuti. Hiking sepertinya belum populer bagi kebanyakan orang. Sama sekali tak ada kawan seperjalanan. Pengunjung lebih terpusat di area cafe dan permainan anak-anak.

Air terjun jaraknya kurang lebih 800 meter dari pos terakhir. Jalan sudah paving block sehingga cukup nyaman untuk hiking, bahkan bagi anak kecil.

Di pinggir jalan yang berbukit-bukit, beberapa buah arbei ranum hampir matang. Teringat, dulu Bapak sering mengambilkan buah sejenis strawberi ini di hutan Nagaraherang. Bunda nekat memetik arbei liar yang merah menggoda. Hanya ingin berbagi keriangan masa kecil dengan anak-anak.


Vegetasi Dataran Tinggi Malino ||JelajahSuwanto
vegetasi perbukitan malino highland

Puncak Malino Highland ||JelajahSuwanto
perjalanan menuju puncak malino highland, mendaki


Tak jauh dari air terjun, kami bisa mengenalkan Edelweis yang sedang mekar pada anak-anak. Ada juga bunga mawar aneka warna yang dirawat dengan baik. Hari ini anak-anak belajar banyak jenis pohon dan bunga. Seru!

Sayang, air terjunnya kecil sekali. Kala itu memang sudah masuk musim kemarau.

Perjalanan menuju air terjun cukup melelahkan. Syukurlah, anak-anak memiliki energi yang luar biasa. Mereka masih bersemangat ketika kami ajak menaiki puncak Malino Highland. Di lokasi ini diabadikan tugu batu dikelilingi pohon pinus.
Tiba di puncak, saya malah ngos-ngosan. Eh, Adek kecik malah khusyuk meniup buble yang sengaja saya bawa dari rumah. Meniup buble buat adek itu ibarat pengalih lelah yang efektif, fun! 

Salah satu kunci ketika membawa anak balita menjelajah ya harus mengikuti ritme mereka. Kalau anak sudah lelah, ngaso dulu jangan dipaksa. Bagusnya lagi di Malino Highland, pengelola menyediakan gazebo-gazebo untuk beristirahat.

Fasilitas umum lainnya seperti kamar mandi, mushola dan tempat sampah lengkap untuk kenyamanan pengunjung.


Jelajah Malino Highland ||JelajahSuwanto
Ketika adek kelelahan setelah perjalanan menuju air terjun dan puncak malino highland

 
Kabut Malino Highland || JelajahSuwanto
Melepas lelah di gardu pandang kawasan Malino Highland


Turun dari puncak, Adek mogok. Dan akhirnya minta gendong. Wahaaa saya lupa tidak membawa gendongan. Lagipula, sudah tak ada gendongan yang memadai untuk anak 3 tahun gembul ini. Dan, Adek tidak mau digendong Ayah. Salah satu keterampilan wajib menjadi ibu harus selalu siap angkat beban :p

Kami menghabiskan waktu kurang lebih dua jam untuk hiking menjelajahi air terjun dan puncak Malino Highland. 

Jam menunjuk Pk.14.42 WITA. Kabut mulai turun dan hawa dingin terasa kuat. Sambil menunggu anak-anak melepas lelah, saya mengobrol dengan Pak Satpam yang sedang patroli. Katanya dahulu lahan di sini tandus tak terurus. Sekarang kawasan di Kelurahan Pattapang, Tinggimoncong ini disulap menjadi agro wisata yang turut memberdayakan masyarakat sekitar. Sebelumnya, kawasan Malino Highland lebih dulu dikembangkan sebagai perkebunan teh yang menghasilkan teh kualitas ekspor.

Saya terkagum-kagum dengan insting bisnis orang yang membuka kawasan wisata ini. Jenius.

Mini Zoo Malino Highland || JelajahSuwanto
Binatang-binatang di Mini Zoo Malino Highland

Mini Zoo Malino Highland || JelajahSuwanto
Interaksi anak-anak dengan binatang di mini zoo kawasan Malino Highland


Mini Zoo jaraknya sepuluh menit berkendara. Anak-anak curious tanya ini-itu tentang binatang, tumbuhan dan apa saja yang mereka pikirkan. Hewan peliharaan di mini zoo cukup beragam, ada kera, musang, buaya, angsa, kuskus, rusa dan burung–burung yang cantik. Ada kasuari juga loh.

Kata penjaga mini zoo, Kasuari ini kuat sekali. Sehari lalu, ia menyepak anjing penjaga sampai end. Waduuhh.

Lebih mengasyikan karena anak-anak boleh berinteraksi dengan hewan peliharaan di sini. Mas memberi pisang untuk kera dan jagung untuk burung. Tentu saja Adek tidak mau ketinggalan, memberi makan rusa sepotong wortel. Kami juga boleh bermain-main dengan Elang Laut yang gagah. Dibantu penjaga, Mas dan Ayah seru-seruan megang elang laut. Elangnya terlatih bisa bertengger di tangan. 


Mini Zoo Malino Highland || JelajahSuwanto
My wonderful Gab!

Taman Bunga Malino Highland || JelajahSuwanto
kembang-kembang bermekaran di kebun bunga Malino Highland



Sudah pukul empat saja. Waktu kalau dipakai seperti lari-lari. Masih ada kebun bunga dan trampolin yang ingin kami kunjungi.

Ayo bergegas.

Kembang krisan kuning, ungu dan putih bermekaran cantik di Kebun Bunga Malino Highland. Kami tidak lama menikmati bunga-bunga ini karena ingin segera bermain trampolin.

Dan maaf ya anak-anak, sayang sekali arena trampolinnya sudah tutup. Tidak ada informasi beroperasi jam berapa saja.


Green Pekoe Cafe Malino, menjelang malam


Suatu sore di Green Pekoe Cafe Malino Highland


Untuk mengobati kecewa anak-anak, baiklah mari berkuda saja. Kami naik lagi ke area parkiran di dekat Green Pekoe Café. Yaaah, sayang sekali kuda-kuda juga sudah masuk kandang. Ternyata, butuh waktu seharian untuk menjelajahi tempat ini. Kami datang terlalu siang.

Tidak ada pilihan lain selain masuk ke Green Pekoe.

Green Pekoe Café memiliki desain arsitektur yang unik. Dari tempat ini, mata dimanjakan dengan siluet alam yang harmonis.

Kabut lembut semakin pekat ... Tiada yang lebih menghangatkan selain keluarga dan sepoci teh di tempat yang tepat. Sebuah sore yang sempurna.


Menikmati black tea, pisang goreng dan sup buntut di Green Pekoe Cafe, Malino Highland

 
lampu-lampu mulai menyala di kawasan malino highland, cantik


Black tea yang kami hirup rasanya sensasional. Apalagi ditemani pisang goreng, pas. Hahaha, saya bingung menceritakan nikmatnya. Sebaiknya pergi saja ke sana dan nikmati sendiri. Mas memesan sup buntut, yang dari melihat wajahnya mas saja, saya tahu pasti lezat.

Malam, mulai turun. Lampu-lampu dinyalakan. Pemandangan menjadi amat luar biasa. Pokoknya di kawasan Malino Highland saya jadi lebay. Tepat sekali jika tempat ini mengusung tagline "a sanctuary of natural beauty".

Menurut saya, tempat ini layak menjadi tujuan wisata keluarga. Fasilitas yang ditawarkan termasuk paket komplit. Betapa tidak dengan mengelilingi tempat ini saja, kita dapat mengenalkan keindahan alam Indonesia, keanekaragaman flora fauna, dan kepekaan untuk turut menjaga lingkungan.

Selain itu berjalan seharian dengan anak-anak, hadir sepenuhnya untuk mereka adalah hal yang terbaik dari menjadi orang tua.

Biarpun masih betah, tapi kami harus kembali ke penginapan. Lain waktu mungkin berkesempatan menginap di resortnya yang bergaya jepang. Berikut fans page Facebook Malino Highland dan Green Pekoe Cafe 

Keluarga Suwanto di Malino Highland

14 komentar:

  1. Wah.. indah sekali, kami jg berencana ke malino pak, tp dgn budget yg terbatas, kira2 ada ga ya rental sepeda motor di malino? Dan jalan menuju ke lokasi-lokasi wisata apakah bisa ditempuh dengan roda dua?

    BalasHapus
  2. Haloo Kint, terima kasih sudah singgah di jelajah keluarga suwanto.

    Di Makassar ada juga rental motor, bisa disearch di Google ya, harga dimulai dari 75rb.
    Tentu saja menjelajah dengan sewa roda dua lebih puas dan hemat. Namun, dalam waktu dekat ini harus berhati-hati ya, karena Makassar sedang diguyur hujan hampir sepanjang hari.

    Untuk lokasi wisata di makassar, hampir semuanya bisa di tempuh dengan roda dua, jika ingin mengambil arah malino, bisa mampir di bili-bili, air terjun takapala, hutan pinus, lanjut malino highland. silakan baca related postnya malino highland ya.

    Bisa juga wisata ke maros, air terjun bantimurung, gua batu kasi kebo, leang-leang, sudah kami share juga cerita perjalanannya.

    Losari, Fort Roterdam, Akkarena juga bisa menjadi pilihan ya.

    selamat menjelajah!

    BalasHapus
  3. ada tidak pak penginapan di higland malino

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. Bisa coba tanya lewat page-nya di facebook. klik dari link yang saya sertakan. Terima kasih.

      Hapus
  5. artikelnya bagus, ijin share di http://ksmtour.com ya. Terima kasih

    BalasHapus
  6. Apakah perjalana dari makassar ke malino sdh support google maps pak? Krn sy berencana ksna tapi krg hapal jalannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo Rya Azis, terima kasih sudah mampir di jelajahsuwanto.
      Ya, sudah support. Kami juga menggunakan google maps.
      bila mentok, tanya sama penduduk lokal. dijamin lebih seru jelajahnya.
      Selamat menjelajah!

      Hapus
  7. liburan keluarga jadi lebih seru pastinya

    BalasHapus
  8. Halo, saya dan teman2 saya ingin ke malino highland. tapi, budget kita pas-pasan. Apakah biaya masuk 50 ribu per orang sudah termasuk bisa masuk semua tempat yang di review tadi? atau tiap tempat masih harus bayar lagi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear Winnie Octav, terima kasih telah berkunjung di jelajah keluarga Suwanto.
      Rp.50.000,- pada saat kami datang adalah biaya masuk kawasan, termasuk mini zoo dan kebun bunga. Untuk green pekoe, berkuda ada biaya sendiri.
      untuk info biaya saat ini silakan kontak langsung ke pengelola. Salam jelajah.

      Hapus
  9. berapa biaya penginapan di sana?

    BalasHapus
  10. Rata2 300 rebuan semalem

    BalasHapus