Selasa, 28 April 2015

Perahu Pinisi yang Melegenda

Perahu Pinisi adalah kearifan lokal masyarakat Bugis yang membanggakan Indonesia.
Berikut, foto-foto Pinisi dari Pantai Panrang Luhu, Bulukumba, Sulawesi Selatan


Perahu Phinisi: Sudah jadi +fotojelajahsuwanto
Perahu Phinisi: lebih besar dari rumah pengrajin +fotojelajahsuwanto 

Pengrajin Ulung Pinisi Panrang Luhu

Dari tangan - tangan ahli inilah, tercipta mahakarya pinisi yang termashyur ke seluruh dunia.
Pembuatan Perahu Phinisi: di tengah sepoi nyiur  +fotojelajahsuwanto
Pembuatan Perahu Phinisi: diskusi  +fotojelajahsuwanto
Pembuatan Perahu Phinisi: konsentrasi  +fotojelajahsuwanto
Pembuatan Perahu Phinisi: berteduh di tenda biru +fotojelajahsuwanto
Pembuatan Perahu Phinisi: kejar tayang  +fotojelajahsuwanto
Pembuatan Perahu Phinisi: eksekusi kayu +fotojelajahsuwanto
Catatan perjalanan ke tempat pembuatan perahu pinisi dapat dibaca di Melihat Buta Panrita Lopi dari Dekat

Phinisi: Melihat Butta Panrita Lopi Dari Dekat

Butta Panrita Lopi: Sebuah Kapal kargo Pinisi Pesanan +fotojelajahsuwanto
Matahari mulai beranjak tinggi, ketika kami tiba di Bumi Pembuat Pinisi, Butta Panrita Lopi.
Apa yang terlihat adalah sebuah kapal Pinisi raksasa yang megah. Semuanya hanya terjalin dari kayu berwarna mahagoni yang indah.

Kapal Pinisi merupakan kapal tradisional masyarakat Bugis Makassar. Kapal ini sudah dibuat sejak zaman nenek moyang kita. Orang Bugis dan Mandar yang berasal dari Sulawesi Selatan adalah pembuat kapal Pinisi sekaligus pelayar yang handal. Pinisi ini membuktikan bahwa sejak jaman dahulu Indonesia adalah negara maritim yang besar dan tangguh.

Butta Panrita Lopi Pinisi masih dalam tahap pengerjaaan +fotojelajahsuwanto

Dari Tanjung Bira menuju arah pulang ke Makassar, tak sampai 15 menit si black metalic

Sabtu, 25 April 2015

Lukisan Alam dari Jalur Buludua, Indah!

Jalur Buludua: lukisan semesta +fotojelajahsuwanto
Pulang dari peziarahan rohani di Gua Maria Paroki Santa Maria Bunda Pengharapan, hati diliputi damai. Kami memutuskan mengambil arah pulang melalui jalur Buludua.
Ternyata alam semesta juga membekali kami dengan keindahannya dalam rupa lukisan-lukisan indah sang Maha Pencipta. 

Jalanan di Jalur Buludua ini baru diperbaiki, jalannya mulus, namun ada juga beberapa yang masih memerlukan perbaikan.
Kiri kanan jalan dipagari oleh tebing-tebing tinggi yang hijau dan batu-batu raksasa.
Kami menjadi teramat kecil di tengah kemegahan karya Tuhan.

Hari itu benar-benar perayaan hidup, hati yang damai dan jiwa yang berlimpah syukur.
Jalur Buludua: Bulir-bulir padi penuh harapan +fotojelajahsuwanto

Batu-batu yang mengagumkan!

Jalur Buludua: Batu-batu raksasa +fotojelajahsuwanto
Masih dalam perjalanan dari Wattansoppeng menuju Makassar melalui jalur Buludua, menyaksikan batu-batu besar memagari kiri dan kanan jalan.
Pertama kalinya melewati suguhan eksotis ini, Rock man

Jalur Buludua: Batu-batu raksasa +fotojelajahsuwanto

Pesona Indonesia dari Jalur Buludua

Melihat foto ini, cakrawala, lautan dan pulau kecilnya, bukit batu dan lembah subur . . .
ada rasa yang sulit diungkap.
Betapa saya bersyukur dapat menyaksikan keagungan Tuhan bagi Indonesia, khususnya Pulau Sulawesi.

Sudah semestinya Indonesia bisa menjadi negara yang "besar" 

Jumat, 17 April 2015

Jelajah Rasa di Makassar

Weekend adalah waktunya bunda bebas tugas dari urusan dapur.  
Ini waktunya menjelajah rasa di Makassar.
Berikut, adalah tempat-tempat persinggahan jelajah lidah keluarga suwanto:

Kuliner Khas Makassar
Belum ke Makassar namanya jika belum mencoba kuliner khas makassar dan sekitarnya, diantaranya:
  1. Coto Gagak
  2. Coto Nusantara
  3. Pallubasa Serigala
  4. Pallubasa Onta
  5. Sop Saudara dan Sop Kikil Flyover Urip
  6. Konro Bakar Karebosi
  7. Kapurung dan Barobo Aroma Luwuk
  8. Kapurung dan Peyek Mairo Aroma Palopo
  9. Kios La Galigo
  10. Nyuknyang Kios Atiraja
  11. Nyuknyang Irian
  12. Bakso Salemo
  13. Mie Titi 
  14. Roti Tisu Kedai Malindo
  15. RM Dinar, Ikan
  16. Ikan Rica Ranggong
  17. Es krim Papabon
  18. Roti Tisu, Kedai Malindo