Jumat, 06 Mei 2022
Marina Beach Bantaeng #senarailawas
Rabu, 23 Juni 2021
Tumbak Minahasa Tenggara, Desa Wisata Suku Bajo, Pesisir Pantai dan Jelajah Pulau
![]() |
| Perairan Teduh Pesisir Tumbak Minahasa Tenggara || ©JelajahSuwanto |
“Maaf air-nya belum bisa dikasih betul soalnya orang yang bantu so mo siap-siap takbiran. Nanti kalau mau ke kamar mandi naik rakit saja ke rumah, ya.” Begitu kira-kira pesan Bu Nini merespon komplain air yang tak kunjung mengalir di Tumbak homestay. Sungguh lupa meski terbilang dekat dari Manado Jelajah Suwanto sedang menyepi di perkampungan nelayan Bajo. Mayoritas penduduk tentu sedang mempersiapkan diri menyambut hari kemenangan Idul Fitri.
Pesisir Tumbak memanjang diantara hijau hutan bakau dan riak laut biru. Entah benar atau tidak, katanya Tumbak adalah akronim dari Tumbuhan Bakau. Perairan Tumbak yang bagian selatannya menghadap laut Maluku dan teluk Sompini di arah timur terlindungi oleh terumbu karang panjang dan beberapa pulau cantik, antara lain Pulau Baling-baling dan Ponteng.
Rabu, 21 April 2021
Semalam di Omah Yudhi Kandangan Temanggung
![]() |
| Omah Yudhi Kandangan Temanggung, Ruang Serba Guna ©JelajahSuwanto |
“Honey, kali ini kita ke Yogya-nya road trip lewat utara ya” chat Pak suami masuk di gawaiku. “Jalan santai aja. Nanti berhenti dulu stay semalam di Omah Yudhi, Temanggung. Ok?” Lanjutnya sesaat kemudian. Dia tak tahu pesan itu tiba kala gerimis membasahi negeri nyiur melambai, menghangatkan hatiku. Kami masih LDR-an. Tentu saja ide road trip via utara menjadi kado natal yang ditunggu-tunggu.
Omah Yudhi dan Spedagi Homestay
Jujur, ku tak paham apa itu Omah Yudhi. Apa istimewanya? Stalking @spedagihomestay aku manggut-manggut. Omah penginapan yang unik diantara hijau pesawahan pastilah yang bikin Pak suami merekomendasikannya. Lalu aku ngeh Omah Yudhi itu pernah kami lihat di Film Anak “Kulari Ke Pantai". Emang asri.
Rabu, 01 Juli 2020
Surga di Pantai Paradise Likupang Timur
![]() |
| Hening. Hanya suara laut. Pantai Paradise Likupang Timur || JelajahSuwanto |
Rabu, 17 Juni 2020
Casabaio Paradise Resort, Staycation Nyaman di Likupang
![]() |
| Senja dari Ocean view Casabaio Paradise Resort || jelajahsuwanto |
Malam sebelum weekend escape Jelajah Suwanto, Pak Suami dihubungi oleh customer service (CS) Casabaio Paradise Resort. “Effort-nya CS Casabaio oke juga loh. Mereka sampai DM aku karena teleponnya gak keangkat. Kasih info besok ada acara Kaum Ibu di Likupang, jadi bagusnya kita berangkat pagi biar gak kena macet.”
Sebab orang Jawa ini tra mangarti macam mana acara Kaum Ibu, maka informasi dari CS Casabaio dijalankan dengan kurang siaga.
Keluarga Suwanto baru berangkat dari Manado Pk.10.07
WITA. Pengalaman kami, perjalanan ke Casabaio paling lama 1,5 jam berkendara
santai. Jarak tempuh ke hotel tidak terlalu jauh, kurang lebih 56 km saja. Dengan
memperhitungkan waktu chek-in di
Casabaio Pk.14.00 WITA, rasanya cukup deh. Semacet-macetnya Manado tidak akan
makan waktu too much kayak Jakarta.
Selasa, 14 April 2020
Batu Lima Homestay Raja Ampat, Tempat Singgah Paripurna
![]() |
| Pantai di depan Batu Lima Homestay, Raja Ampat Ⓒjelajahsuwanto |
Jumat, 18 Mei 2018
Paket Rekreasi di Kinaari Resort, Tak Harus Menginap!
![]() |
| Kinaari Resort di pinggir tebing menghadap laut sulawesi | ©jelajahsuwanto |
Berkendara dari Manado menyusuri jalur Likupang adalah penjelajahan itu sendiri. Seperti sering diceritakan, jalan-jalan daerah di Sulawesi Utara itu walaupun beraspal mulus, tapi rasanya masih saja kurang lebar. Mungkin karena jalanan ibukota dan Makassar masih terekam di kepala. Ciri khas Sulawesi Utara lainnya tiada lain jalanan membelah bukit, turun naik melewati lembah. Sangat Ninja Hatori. Ribuan nyiur, perdu dan rerumputan hijau menghadirkan lukisan alam yang menemani perjalananmu. Seru, sejuk dan segar.
Senin, 08 Mei 2017
Talaip Homestay: Sanctuary Di Mulut Teluk Aljui Waigeo Barat
![]() |
| Talaip Homestay, Raja Ampat; semburat merah daun Ketapang Laut +jelajahkeluargasuwanto |
Hari menjelang senja, ketika Boat Kawe Star merapat di dermaga Talaip. Sebuah jembatan yang tersusun dari jalinan kayu, memanjang hingga ke tepi pasir putih. Jetty, demikian sebutan untuk dermaga atau jembatan kayu di Raja Ampat. Tepat di muka homestay, di ujung jetty yang eksotis, Ketapang Laut menyambut Keluarga Suwanto. Meski Ketapang Tua ini sedang menggugurkan daun-daun, semburat merah yang tersisa tetap memancarkan keanggunannya. Siapa tidak terpesona?
Sabtu, 20 Agustus 2016
Bara Beach Bungalow, Hommy dan Bersahabat
Pengalaman langka, yang akan tersimpan di ingatan kami.
Pagi yang sempurna ini kami dapatkan dari Restaurant Bara Beach Bungalow di Pantai Bara, Tanjung Bira, Bulukumba.
Keluarga suwanto menemukan Bara Beach Bungalow ketika menjelajah Pantai Bara melalui jalan atas (darat).
Keriaan para turis mancanegara yang terlihat dari jalan, membuat antena kepo bunda langsung switch mode on.
So, siang itu kami putuskan untuk makan siang di restaurant dengan view menghadap laut.
Itulah perkenalan pertama kami dengan Bara Beach Bungalow.
Selasa, 06 Oktober 2015
Amatoa Resort Tanjung Bira : a perfect view from your bedroom, Sebuah Review
![]() |
| Perfect View from your bedroom at Amatoa Resort, Tanjung Bira +fotojelajahsuwanto+ |
And soon this old world will seem brand new
Tonight we will both discover
How friends turn into lovers
When I make love to you . . ..
Begitulah kira-kira semestinya alunan musik menyambut kami, ketika memasuki bungalow Amatoa Resort yang akan menjadi tempat menginap malam itu.
Tapi ahhhh krucil – krucil itu begitu bahagia menemukan tempat ini, mereka sudah berkejar-kejaran saja mengitari tempat tidur. Lupakan saja merayakan cinta berdua, kita rayakan saja kebersamaan sebagai sebuah keluarga, ayah. .:D
Senin, 06 Juli 2015
Jelajah Malino, Perjalanan dan Penginapan
![]() |
| Perbukitan, Persawahan dan Bebatuan Sungai Jeneberang, dalam perjalanan Makassar - Malino || JelajahSuwanto |
![]() |
| Bentang alam dalam perjalanan Malino-Makassar || JelajahSuwanto |
Setelah mencari informasi dari sana-sini kami siap berangkat ke Malino pada hari Sabtu pagi. Malino berada di ketinggian 900-1500 mdpl. Tidak heran jika perjalanannya mendaki dan berkelak–kelok. Perbukitan dengan pepohonan rimbun, persawahan dan aliran Sungai Jeneberang memukau mata. Kami beruntung dapat menyaksikan gerombolan kupu-kupu di rumpun saliara.
Poros Malino termasuk jalan utama yang padat. Kendaraan berat, truk-truk besar yang membawa material tanah dan pasir dari Sungai Jeneberang hilir mudik berpapasan. Selalu berhati-hati dalam berkendara dan berdoalah sebelum memulai perjalanan.
.jpg)










