Tampilkan postingan dengan label Review Penginapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Penginapan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Mei 2022

Marina Beach Bantaeng #senarailawas

 Marina Beach Hotel Bantaeng | Jelajahsuwanto 

    Kawasan wisata terpadu Pantai Marina Korong Batu Bantaeng tak asing bagi jelajahsuwanto. Kami biasa rehat sejenak di rest area-nya sebelum melanjutkan jelajah ke pesisir Bulukumba. Marina Beach Hotel dan Marina Beach Cottage termasuk di dalam kawasan ini. Sebuah berita online menuliskan Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI 2004-2019 pernah menginap di Marina Beach Cottage bersama keluarga besarnya. “Cucu-cucu JK sangat suka di sini,” begitu kutipan dari artikel tersebut.
 
     Lalu pada suatu kesempatan Keluarga Suwanto boleh melewatkan malam di Marina Beach Cottage. And yes, kami juga merasa puas.

Rabu, 23 Juni 2021

Tumbak Minahasa Tenggara, Desa Wisata Suku Bajo, Pesisir Pantai dan Jelajah Pulau

Perairan Teduh Pesisir Tumbak Minahasa Tenggara || ©JelajahSuwanto
Perairan Teduh Pesisir Tumbak Minahasa Tenggara || ©JelajahSuwanto

“Maaf air-nya belum bisa dikasih betul soalnya orang yang bantu so mo siap-siap takbiran. Nanti kalau mau ke kamar mandi naik rakit saja ke rumah, ya.” Begitu kira-kira pesan Bu Nini merespon komplain air yang tak kunjung mengalir di Tumbak homestay. Sungguh lupa meski terbilang dekat dari Manado Jelajah Suwanto sedang menyepi di perkampungan nelayan Bajo. Mayoritas penduduk tentu sedang mempersiapkan diri menyambut hari kemenangan Idul Fitri.

 

Pesisir Tumbak memanjang diantara hijau hutan bakau dan riak laut biru. Entah benar atau tidak, katanya Tumbak adalah akronim dari Tumbuhan Bakau. Perairan Tumbak yang bagian selatannya menghadap laut Maluku dan teluk Sompini di arah timur terlindungi oleh terumbu karang panjang dan beberapa pulau cantik, antara lain Pulau Baling-baling dan Ponteng.

Rabu, 21 April 2021

Semalam di Omah Yudhi Kandangan Temanggung

 

Omah Yudhi Kandangan Temanggung, Ruang Serba Guna ©JelajahSuwanto
Omah Yudhi Kandangan Temanggung, Ruang Serba Guna ©JelajahSuwanto

“Honey, kali ini kita ke Yogya-nya road trip lewat utara ya” chat Pak suami masuk di gawaiku. “Jalan santai aja. Nanti berhenti dulu stay semalam di Omah Yudhi, Temanggung. Ok?” Lanjutnya sesaat kemudian. Dia tak tahu pesan itu tiba kala gerimis membasahi negeri nyiur melambai, menghangatkan hatiku. Kami masih LDR-an. Tentu saja ide road trip via utara menjadi kado natal yang ditunggu-tunggu.

 

Omah Yudhi dan Spedagi Homestay

Jujur, ku tak paham apa itu Omah Yudhi. Apa istimewanya? Stalking @spedagihomestay aku manggut-manggut. Omah penginapan yang unik diantara hijau pesawahan pastilah yang bikin Pak suami merekomendasikannya. Lalu aku ngeh Omah Yudhi itu pernah kami lihat di Film Anak “Kulari Ke Pantai". Emang asri.

 

Rabu, 01 Juli 2020

Surga di Pantai Paradise Likupang Timur

 

Pantai Paradise Casabaio Likupang Timur
Hening. Hanya suara laut. Pantai Paradise Likupang Timur || JelajahSuwanto


Bapakku yang kupangil Mama, kependekan dari Rama dalam Basa Sunda adalah orang gunung yang pernah terombang-ambing ganasnya ombak laut Banda. Kata Mama “Surga itu bukan tujuan di keabadian nanti. Surga itu saat ini, suatu sikap bukan tempat.” Petuah lelaki dengan rambut gelombang itu selalu hangat untukku, “Teh, surga itu adalah kebahagiaan, harapan dan cinta yang diracik oleh dirimu sendiri. Kemanapun Teteh pergi bawalah serta!” Kini, di sebuah tempat bernama Pantai Paradise, bersama dia partner hidup, kami berbagi surga.

Rabu, 17 Juni 2020

Casabaio Paradise Resort, Staycation Nyaman di Likupang

Ocean View
Senja dari Ocean view Casabaio Paradise Resort || jelajahsuwanto


Malam sebelum weekend escape Jelajah Suwanto, Pak Suami dihubungi oleh customer service (CS) Casabaio Paradise Resort. “Effort-nya CS Casabaio oke juga loh. Mereka sampai DM aku karena teleponnya gak keangkat. Kasih info besok ada acara Kaum Ibu di Likupang, jadi bagusnya kita berangkat pagi biar gak kena macet.”

Sebab orang Jawa ini tra mangarti macam mana acara Kaum Ibu, maka informasi dari CS Casabaio dijalankan dengan kurang siaga.

Keluarga Suwanto baru berangkat dari Manado Pk.10.07 WITA. Pengalaman kami, perjalanan ke Casabaio paling lama 1,5 jam berkendara santai. Jarak tempuh ke hotel tidak terlalu jauh, kurang lebih 56 km saja. Dengan memperhitungkan waktu chek-in di Casabaio Pk.14.00 WITA, rasanya cukup deh. Semacet-macetnya Manado tidak akan makan waktu too much kayak Jakarta.


Selasa, 14 April 2020

Batu Lima Homestay Raja Ampat, Tempat Singgah Paripurna

Pantai di depan Batu Lima Homestay, Raja Ampat Ⓒjelajahsuwanto

Perahu yang awalnya oleng di buritan kini laju meninggalkan Friwen membelah perairan tenang menuju Batu Lima, penginapan terakhir Keluarga Suwanto sekaligus menjadi tempat penutup selama Jelajah Raja Ampat. Tidak jauh. Kurang dari setengah jam kami selesai menaruh barang-barang di sebuah homestay berbentuk panggung dengan atap rumbia. Sementara langit menggayut kelabu seperti durja di paras Pak Suwanto.

Aku sungguh memahami, ibarat kulihat muramku sendiri pada pantulan wajahnya. Kandas. Impian yang digadang-gadang tak sepenuhnya sempurna. Harapan mencecap Piaynemo, Telaga Bintang, Yenbuba, Yeben, Teluk Kabui, Batu Pensil dan Pasir Timbul batal sudah. Sulit untuk mengulang kembali. Bukan perkara jumlah nominal yang mesti dihitung cermat, terlebih pengkondisian waktu. Akan tetapi kucoba riang demi menghiburnya, “just enjoy every little thing…” bisikku.

Jumat, 18 Mei 2018

Paket Rekreasi di Kinaari Resort, Tak Harus Menginap!

Kinaari Resort
Kinaari Resort di pinggir tebing menghadap laut sulawesi | ©jelajahsuwanto

 
Sabtu yang hangat, Keluarga Suwanto semangat melakukan perjalanan menuju Likupang Barat. It’s family time, waktunya menjelajah. Kinaari Resort menjadi titik acuan ketika menyetel Google Maps. Sebenarnya, tujuan kami adalah pantainya.

Berkendara dari Manado menyusuri jalur Likupang adalah penjelajahan itu sendiri. Seperti sering diceritakan, jalan-jalan daerah di Sulawesi Utara itu walaupun beraspal mulus, tapi rasanya masih saja kurang lebar. Mungkin karena jalanan ibukota dan Makassar masih terekam di kepala. Ciri khas Sulawesi Utara lainnya tiada lain jalanan membelah bukit, turun naik melewati lembah. Sangat Ninja Hatori. Ribuan nyiur, perdu dan rerumputan hijau menghadirkan lukisan alam yang menemani perjalananmu. Seru, sejuk dan segar.
 

Senin, 08 Mei 2017

Talaip Homestay: Sanctuary Di Mulut Teluk Aljui Waigeo Barat

Talaip Homestay, Raja Ampat; semburat merah daun Ketapang Laut +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat; semburat merah daun Ketapang Laut +jelajahkeluargasuwanto

Hari menjelang senja, ketika Boat Kawe Star merapat di dermaga Talaip. Sebuah jembatan yang tersusun dari jalinan kayu, memanjang hingga ke tepi pasir putih. Jetty, demikian sebutan untuk dermaga atau jembatan kayu di Raja Ampat. Tepat di muka homestay, di ujung jetty yang eksotis, Ketapang Laut menyambut Keluarga Suwanto. Meski Ketapang Tua ini sedang menggugurkan daun-daun, semburat merah yang tersisa tetap memancarkan keanggunannya. Siapa tidak terpesona?

Sabtu, 20 Agustus 2016

Bara Beach Bungalow, Hommy dan Bersahabat

 
Suatu pagi dari Restaurant Bara Beach Bungalow +fotojelajahsuwanto+
Mengawali pagi dengan secangkir kopi, ditemani debur ombak dan keluarga tercinta…..
Emmm, what a beautiful morning. 
Pengalaman langka, yang akan tersimpan di ingatan kami. 
Pagi yang sempurna ini kami dapatkan dari Restaurant Bara Beach Bungalow di Pantai Bara, Tanjung Bira, Bulukumba. 
Keluarga suwanto menemukan Bara Beach Bungalow ketika menjelajah Pantai Bara melalui jalan atas (darat). 
Keriaan para turis mancanegara yang terlihat dari jalan, membuat antena kepo bunda langsung switch mode on. 
So, siang itu kami putuskan untuk makan siang di restaurant dengan view menghadap laut.
Itulah perkenalan pertama kami dengan Bara Beach Bungalow.

Selasa, 06 Oktober 2015

Amatoa Resort Tanjung Bira : a perfect view from your bedroom, Sebuah Review

Perfect View from your bedroom at Amatoa Resort, Tanjung Bira
+fotojelajahsuwanto+
 . . . Tonight I celebrate my love for you
And soon this old world will seem brand new
Tonight we will both discover
How friends turn into lovers
When I make love to you . . ..


Begitulah kira-kira semestinya alunan musik menyambut kami, ketika memasuki bungalow Amatoa Resort yang akan menjadi tempat menginap malam itu.

Tapi ahhhh krucil – krucil itu begitu bahagia menemukan tempat ini, mereka sudah berkejar-kejaran saja mengitari tempat tidur. Lupakan saja merayakan cinta berdua, kita rayakan saja kebersamaan sebagai sebuah keluarga, ayah. .:D

Senin, 06 Juli 2015

Jelajah Malino, Perjalanan dan Penginapan

Perbukitan, Persawahan dan Bebatuan Sungai Jeneberang, dalam perjalanan Makassar - Malino || JelajahSuwanto
Perbukitan, Persawahan dan Bebatuan Sungai Jeneberang, dalam perjalanan Makassar - Malino || JelajahSuwanto

Weekend telah tiba. Keluarga Suwanto sepakat untuk menjelajahi Malino. Kawasan wisata Malino identik dengan Kawasan Puncak Bogor yang sejuk dan asri. Malino sendiri adalah sebuah kelurahan di Kecamatan Tinggimoncong, Gowa, Sulawesi Selatan. Jarak dari Makassar sekitar 90km atau dapat ditempuh antara 2-3 jam berkendara. Selain lanskap alamnya yang indah, ternyata Malino merupakan tempat bersejarah bahkan sejak jaman pendudukan Belanda.


Bentang alam dalam perjalanan Malino-Makassar || JelajahSuwanto
Bentang alam dalam perjalanan Malino-Makassar || JelajahSuwanto

Setelah mencari informasi dari sana-sini kami siap berangkat ke Malino pada hari Sabtu pagi. Malino berada di ketinggian 900-1500 mdpl. Tidak heran jika perjalanannya mendaki dan berkelak–kelok. Perbukitan dengan pepohonan rimbun, persawahan dan aliran Sungai Jeneberang memukau mata. Kami beruntung dapat menyaksikan gerombolan kupu-kupu di rumpun saliara.

Poros Malino termasuk jalan utama yang padat. Kendaraan berat, truk-truk besar yang membawa material tanah dan pasir dari Sungai Jeneberang hilir mudik berpapasan. Selalu berhati-hati dalam berkendara dan berdoalah sebelum memulai perjalanan.