Senin, 07 Desember 2015

Gua Maria Watansopeng Sulawesi: Sisi Lain Perjalanan


Gua Maria Paroki Santa Maria Bunda Pengharapan Wattansoppeng +fotojelajahsuwanto

The Other Side of Celebes

Di pagi hari itu kami sudah memiliki agenda untuk pergi ke Gua Maria Watansoppeng. Satu-satunya Gua Maria yang teridentifikasi google berada di Sulawesi Selatan. Hanya ada satu informasi yang sama. Gua Maria Paroki Santa maria Bunda Pengharapan, Jl. Samudera No. 48 Wattansoppeng. Jarak Makassar-Watansoppeng diperkirakan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 4 jam.

Jam di dinding kamar telah lama melewati angka 8. Kami masih juga berbenah. Padahal rencananya kami akan kembali ke Makassar pada sore hari. Jam tubuh kami memang harus segera diperbaiki, karena di saat hari libur secara otomatis mata akan terbuka ketika jarum jam melewati angka 7. Bepergian dengan dua orang putera berusia 10 dan 3 tahun tentu membutuhkan persiapan ekstra. Masih juga ditambah dengan sarapan bubur, mengisi nitrogen, pertamax dan mampir ATM. Jangan heran jika perjalanan menuju Watansoppeng baru benar-benar dimulai ketika jam mobil menunjuk angka 10:17. 

Matahari sudah memancarkan panasnya. Mengiringi kami yang sudah panas menyambut perjalanan. Avanza black metalic kami yang setia telah selesai menyusur tol dalam kota, kemudian masuk Kabupaten Maros. 
“Soppeng bisa ditempuh dari dua jalur, Bun. Jalur Buludua dan Camba.” ayah memberi penjelasan 
“Terus, kita mau lewat mana?” 
“Temen Ayah bilang, jalur Buludua jalannya rusak parah. So, kamu akan melihat the other side of Celebes” 
“Hmm, kayak apa tuh?” 
“Lihat saja dan nikmati” 
Baiklah jika begitu, mari kita nikmati saja jelajahnya.

Minggu, 06 Desember 2015

Leang-Leang: Menelisik Jejak Prasejarah Dari Masa Ribuan Tahun Silam

Leang-Leang Maros, Bantimurung, Sulsel +jelajahsuwanto
Leang-leang: Tebing karts yang megah di sekitar kompleks Taman Prasejarah Leang-leang +jelajahsuwanto
Memasuki jalan desa menuju Taman Prasejarah Leang-leang, memang terasa sempit. Namun ia membelah pesawahan yang tengah ranum berbulir padi. Belum lagi, tebing-tebing karts yang mengelilingi kompleks cagar budaya ini, anggun berbalut selimut hijaunya pepohonan. Di tengah harmoni megahnya gugusan karts dan heningnya alam, kita akan dibawa pada sebuah situs yang berisi jejak prasejarah dari masa ribuan tahun silam.

Papan petunjuk Taman Prasejarah Leang-leang tertangkap mata, saat Keluarga Suwanto hendak arisan di Taman Nasional Bantimurung.
”Nanti, kalau nggak kesorean, kita ke sana ya” Ajakku pada ketiga lelaki tercinta itu.
“Okeeee” jawab mereka serempak.