Senin, 08 Mei 2017

Talaip Homestay: Sanctuary Di Mulut Teluk Aljui Waigeo Barat

Talaip Homestay, Raja Ampat; semburat merah daun Ketapang Laut +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat; semburat merah daun Ketapang Laut +jelajahkeluargasuwanto

Hari menjelang senja, ketika Boat Kawe Star merapat di dermaga Talaip. Sebuah jembatan yang tersusun dari jalinan kayu, memanjang hingga ke tepi pasir putih. Jetty, demikian sebutan untuk dermaga atau jembatan kayu di Raja Ampat. Tepat di muka homestay, di ujung jetty yang eksotis, Ketapang Laut menyambut Keluarga Suwanto. Meski Ketapang Tua ini sedang menggugurkan daun-daun, semburat merah yang tersisa tetap memancarkan keanggunannya. Siapa tidak terpesona?


Clear water di muka Talaip Homestay, Raja Ampat +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat: Clear water di muka homestay +jelajahkeluargasuwanto

Selama dua hari ke depan, Keluarga Suwanto akan tinggal di Talaip Homestay, di sebuah pulau terpencil di mulut Teluk Aljui.
Perjalanan panjang dari Waisai terbayar begitu memasuki tempat ini. Perairannya begitu tenang dan jernih. Terumbu karang dan ikan-ikan kecil, bahkan sontong sebutan untuk sotong atau cumi-cumi terlihat dengan jelas. Adek kecik dan Mas seperti biasa terhanyut dalam imajinasi demi melihat terumbu karang beraneka rupa. Sebutan mereka membuat ayah bundanya tak berhenti menahan tawa. Mulai dari Bottom, Brain, Chum, Spike, dan masih banyak lainnya.


Sontong di perairan depan Talaip Homestay, Raja Ampat +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat: Sontong alias cumi +jelajahkeluargasuwanto

Karena lokasinya berada di Tanjung Talaip, coba ibu lihat tanjung di muka, di samping homestay ini”, demikian Pak Enos menjawab pertanyaan saya, mengapa homestaynya diberi nama Talaip? 

Secara administratif Talaip Homestay berada di Kampung Salio, Distrik Waigeo Barat, Kabupaten Raja Ampat, Papua.
Pak Enos kakak beradik membangun homestay di pulau miliknya ini.
Hanya  mereka saja, empat keluarga yang tinggal. Sudah berdiri tiga homestay, yang bisa digunakan untuk pribadi dan satu untuk rombongan.

Talaip Homestay, Raja Ampat +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat: Screenshoot perkiraan lokasi +jelajahkeluargasuwanto
Jangan bayangkan homestay berdinding tembok berlantai keramik. Di Raja Ampat, homestay yang dimaksud merujuk pada rumah kayu berdinding bambu, beratap rumbia atau anyaman pandan laut. Eksotis dan menyatu dengan alam. 
Untuk membangun sebuah homestay saja memerlukan biaya yang tak sedikit. Bahan bakar untuk mengangkut bahan baku dan perlengkapan homestay memerlukan ratusan liter sekali jalan. Jarak tempuh ke Talaip Homestay dari Pelabuhan Waisai sekitar dua jam lebih menggunakan speed boat.
 
Selamat datang di Talaip Homestay, Raja Ampat +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat: Selamat Datang  +jelajahkeluargasuwanto

Homestay berbentuk panggung ini dilengkapi dengan beranda menghadap laut. Kasur busa dilengkapi kelambu merah jambu akan menjadi alas tidurmu. 
Kami membiarkan jendela terbuka di malam hari agar udara masuk. Tak perlu khawatir dengan nyamuk, karena terlindung oleh kelambu. Bisa juga mengoleskan lotion anti nyamuk untuk berjaga-jaga.
Kami memilih homestay dengan dua kasur di dalamnya untuk ayah bunda dan anak-anak. O ya, pengelola menyediakan selimut dan handuk. Namun sebaiknya tetap membawa handuk sendiri bila menjelajah.

Talaip Homestay, Raja Ampat +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat +jelajahkeluargasuwanto

Talaip Homestay sudah memiliki penerangan listrik dari genset. Listrik hanya menyala hingga tengah malam. Tetapi bila tak bisa tidur tanpa penerangan bisa dibicarakan dengan pemilik homestay. Kamar homestay memiliki sebuah colokan listrik sendiri.

Harga semalam di homestay ini sudah termasuk dengan makan. Jujur untuk informasi mengenai hal ini, semua diurus oleh local tour guide kami Ompoll, FB: Jean Paul Kamarea. Kami cukup puas dengan hasilnya. 
Bila ingin kontak langsung dengan pengelola, Pak Enos dan Om Evert, informasinya bisa diakses melalui website stayrajaampat. Website ini menyediakan informasi yang sangat rinci mengenai homestay yang ada di Raja Ampat. 

Kamar mandi di Talaip Homestay, Raja Ampat +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat: Kamar mandi bersih +jelajahkeluargasuwanto

Salah satu hal yang menjadi referensi kami dalam mencari penginapan adalah kamar mandi. Talaip Homestay hanya memiliki kamar mandi sharing terpisah dari kamar. Kamar mandi ini digunakan bersama-sama dengan tamu lain. Kamar mandinya recommended, masih dalam kategori bersih dan layak pakai. Ada dua kamar mandi dilengkapi toilet, yang satu toilet jongkok dan lainnya duduk.
 
Pulau Talaip memiliki sumber air sendiri. Airnya tawar sama sekali tidak asin. 

Bijak menggunakan air, adalah salah satu pesan kami kepada anak-anak. Walaupun kita adalah tamu tetapi penting sekali menggunakan air secukupnya saja. Di pulau-pulau terpencil di tengah lautan seperti Talaip ini, ketersediaan air bersih adalah kemewahan. Dibutuhkan usaha dan biaya untuk mendapatkannya.
 
bilik makan menghadap laut Talaip Homestay, Raja Ampat +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat: bilik makan menghadap laut  +jelajahkeluargasuwanto

Selain tempatnya yang indah, makanan ala Talaip Homestay ini juara. 
Para istri pemilik homestay jago mengolah makanan rumahan bercita rasa istimewa. Lauk untuk makan, ikan juga cumi-cumi langsung dipancing dari laut. Fresh
Camilan yang disuguhkan pun entah kenapa rasanya selalu enak-enak. Padahal hanya berupa pisang goreng, sukun goreng dan sejenis roti lokal. Mungkin memang tempatnya yang membuat makanan apapun bisa disantap dengan lahap. 
Air minum, teh dan kopi selalu tersedia sepanjang waktu di ruang makan. Selama menginap di Talaip Homestay, makanan sangat terjamin. Sarapan, makan siang dan malam, masih ditambah snack pagi dan sore.
 
Bilik untuk makan dibuat terbuka beralas pasir. Kita bisa duduk di kursi kayu panjang menghadap lautan. 

Atau dapat juga makan di bawah rindangnya pohon, tersedia kursi dan meja kayu sederhana. Persis di mukanya, anak-anak bisa bermain pasir sesuka hati.
Keluarga Suwanto paling suka menyantap camilan bersama segelas kopi atau teh di atas jetty. Suasananya luar biasa.

 
Bermain Pasir di Talaip Homestay, Raja Ampat +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat; Bermain pasir +jelajahkeluargasuwanto

Sanctuary. Mungkin satu kata ini yang bisa digambarkan untuk Talaip Homestay. 
Pemilik homestay adalah mereka yang terberkati memiliki tempat seelok ini. Talaip seperti diapit oleh gugusan-gugusan pulau. Dinding pulau berupa hutan dengan pepohonan hijau yang rimbun. Di depannya adalah sebuah pulau dengan kemegahan misty mountain khayalan saya. 
Pintu masuk dari arah Waisai adalah tanjung yang menjorok ke laut. 

Bila malam tiba, debur ombak menggelegar. Mungkin ia menghantam gugusan karang nun di balik pulau. Membangkitkan penasaran. 
Berbanding terbalik dengan perairan Talaip yang lirih, hanya dikejutkan oleh riak dan kecipak ikan-ikan.
 
Sementara itu arah keluar menuju Wayag, laksana sebuah pintu yang memisahkan lautan lepas dengan perairan Tanjung Talaip. Terasa sekali perbedaan gejolak airnya. 

Ketika masuk ke Talaip, perairan langsung tenang. Kalem. Woless. Kamu serasa sebenar-benarnya menemukan arti kata “Pulang”. 

Pulau yang terlindung Talaip Homestay, Raja Ampat +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat: Pulau Talaip yang terlindung +jelajahkeluargasuwanto
misty mountain Talaip Homestay, Raja Ampat +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat: Misty Mountain +jelajahkeluargasuwanto
Gerbang masuk dari arah Waisai, Talaip Homestay, Raja Ampat +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat; gerbang masuk dari arah waisai +jelajahkeluargasuwanto
Jalan keluar menuju Wayag, Talaip Homestay, Raja Ampat +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat: jalan keluar menuju Wayag +jelajahkeluargasuwanto


BERBAGI RAHASIA


Kalau saya sakit panas, mama suruh saya kasih kunyah pucuk pohon itu. Saya akan sembuh besok paginya”, Reynold bercerita sambil menunjuk ketapang laut itu. Pohon itu adalah sesuatu yang unik. Ikon dari Talaip Homestay. Ia seperti penjaga jetty.
Ketapang itu juga menjadi rumah bagi berbagai burung. Suara mereka merdu bersahut-sahutan. Simphoni alam yang harmonis.

Ketapat laut banyak manfaat di Talaip Homestay, Raja Ampat +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat; Ketapang laut yang ikonik & banyak manfaat +jelajahkeluargasuwanto

Jangan sendirian di jetty ya”, Ompoll memberi tahu kami. “Konon itu pamali. nanti ada hantu laut yang ganggu kalau sendirian saja”, lanjutnya. Itulah penjelasan yang dapat saya korek dari mitos jangan sendirian di jetty. 
Bagaimanapun, sebagai pendatang hendaknya kita mengikuti petuah atau mitos yang berlaku di daerah yang masih asing bagi kita. Ikuti saja, tidak ada salahnya. 

malam hari di Talaip Homestay, Raja Ampat +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat: Malam hari  +jelajahkeluargasuwanto

Tidak ada penerangan adalah anugerah bagi orang kota. Mendongak saja ke atas. Ribuan bintang di angkasa. Tidak dapat diabadikan oleh kamera Jelajah Suwanto. Hanya bisa menceritakan moment wow ini. sensasinya hanya dapat dirasakan bila mengalaminya sendiri.
  

Pemandangan pagi di jetty Talaip Homestay, Raja Ampat +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat: Suatu pagi pemandangan jetty +jelajahkeluargasuwanto


Banyak hal dapat dilakukan di tempat seindah ini. 

Bercengkerama di atas Jetty adalah favorit keluarga Suwanto. Ditemani alunan suara Coldplay dan celoteh riang anak-anak, waktu cepat sekali merayap. 
 
Malam menjelang, Ompoll pemandu kami yang baik hati mengajarkan cara menombak sontong. Senang sekali ketika Ayah berhasil mendapatkan sontong tambun yang tubuhnya ternyata bening itu. Sontong bernama spike itu digoreng begitu saja, tanpa bumbu apapun. Mmmm jangan tanya rasanya. Lezat. Kenyal-kenyal nikmat.

Menombak sontong di Talaip Homestay, Raja Ampat +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat: menombak sontong +jelajahkeluargasuwanto

Anak-anak melewatkan malam dengan segera jatuh tertidur. Mereka disergap lelah setelah bermain pasir di bawah ketapang, mencari kerang dan memburu ikan-ikan kecil. Ada sahabat baru, anak-anak pemilik homestay yang membuat mereka tambah semangat. Prima, Reynold, Sale dan si Kecil Kribo.

Talaip Homestay, Raja Ampat: Pagi hari menuju Wayag  +jelajahkeluargasuwanto

Pagi adalah hal baru yang kami tunggu. Berburu sunrise adalah kesukaan kami ketika melakukan jelajah. Sayang mentari pagi terhalang pulau-pulau, hanya aura jingganya yang dapat diabadikan. 


Sisi lain Tanjung Talaip juga merupakan agenda pagi ayah dan bunda. Kami bertelanjang kaki menyusuri tepi barat tanjung. Pemandangan yang berbeda. Ternyata menarik juga.

sisi lain tanjung talaip, Talaip Homestay, Raja Ampat +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat; Sisi lain tanjung talaip +jelajahkeluargasuwanto

Gugusan karang yang mencuat ke laut pun tak luput dari jelajah keluarga Suwanto. 
Saya berhasil sampai di puncaknya. Telapak kaki saya berdarah tergores karang ketika memanjat. Saking semangatnya malas kembali ke homestay untuk mengambil sepatu. Jadilah segerombolan semut merah mengerubungi darah saya yang tercecer di karang.
 
Anak-anak Talaip bercerita mendaki ke Puncak sering dilakukan Om Evert atau Pak Enos untuk mencari sinyal. Di Talaip belum ada sinyal telekomunikasi yang memadai. Hanya telkomsel yang timbul tenggelam. Bila menjelajah Raja Ampat bersiaplah untuk merdeka dari peradaban teknologi.

mendaki bukit Talaip Homestay, Raja Ampat +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat; Bukit Talaip yang dapat didaki +jelajahkeluargasuwanto

Satu hal yang membuat saya iri adalah kepolosan anak-anak Talaip. Mereka adalah anak-anak alam yang belum terkontaminasi modernisasi, televisi, jajanan, dan gadget. Mereka berbahagia apa adanya. Seharian bermandi air asin, berkelana mencari jambu hutan, membuat istana pasir, bermain dengan ranting dan bebatuan adalah hiburan yang tak usang. 

“ada rahasia kita, ayok mari sa tunjukkan”,  bisik reynold dan prima nyaris berbarengan. Saya dituntun menuju jetty. Adek kecik dan masnya mengikuti dari belakang. Ah, sebuah sarang burung laut. Pengalaman yang terkenang di hati. Ketika kamu mau berbagi rahasia, ada kepercayaan yang indah di sana.

Berbagi rahasia di Talaip Homestay, Raja Ampat +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat; berbagi rahasia +jelajahkeluargasuwanto

Pendidikan di Indonesia Timur, apalagi di pulau yang bisa dikatakan terpencil adalah pekerjaan rumah terbesar negara ini. 
Anak-anak tidak pergi sekolah karena guru mereka sedang ada urusan di Waisai. Untuk ke sekolah, anak-anak ini menggunakan perahu sekitar 20 menit perjalanan menuju pulau tetangga yang lebih padat penduduknya. 

Saya terperangah, melihat wajah-wajah kecil yang antuasias saat kami membolak-balik buku cerita yang selalu ada dalam tas jelajah
Saya tertular bahagia sangat kami berbagi makanan kecil yang kami bawa dari rumah. Bisa jadi makanan kecil itu adalah barang baru untuk mereka. 
Sebab tak ada propaganda televisi maupun radio yang mereka tonton dan dengar. 

Untuk itulah hidup menjadi sangat sederhana dan bahagia. 

Saya terharu. Anak-anak itu memberi kami sebuah kerang kecil yang sangat cantik untuk kami bawa pulang. Something shiny kalau Adek Kecik mengatakannya.

anak-anak talaip yang ceria
Talaip Homestay, Raja Ampat: Anak-anak Talaip yang ceria +jelajahkeluargasuwanto

Pagi-pagi buta, entah kakak atau adiknya Pak Enos, sudah menyapu daun-daun yang berjatuhan di area homestay. Mereka sekeluarga menjalankan bisnis ini dengan pembagian tugas yang jelas. Pak Enos adalah pemimpinnya. Om Evert bertugas sebagi motoris, ia yang menjemput dan mengantar para tamu ke spot-spot wisata Raja Ampat. 
Selain homestay, keluarga ini juga memiliki speed boat sendiri. Sepertinya Om Evert juga teknisi urusan kelistrikan, mesin air yang mati semalam bisa ditangani olehnya. 
Para Ibu bertugas di dapur dan Anak-anak adalah penggembiranya.
Senang melihatnya, ada sebuah keluarga yang rukun mengelola dan mengembangkan bisnis bersama.

Keramahan pemilik dan pengelola Talaip Homestay, Raja Ampat +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat: Keramahan Pengelola +jelajahkeluargasuwanto

Ramah dan Welcome adalah kesan yang dalam bagi kami. Para pemilik usaha hospitality mestinya paham urusan ini. Talaip Homestay dapat dijadikan contoh.

Keluarga Suwanto sangat menghargai setiap usaha yang telah mereka buat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi tamu. 


Dengan Bahasa Indonesia yang sangat baku, mereka memastikan kami hommy selama di sana. Ah ini benar-benar pengalaman yang tak akan terlupakan dari Keluarga Talaip Homestay. Terima kasih untuk tempat yang indah, makanan yang memuaskan beserta keramahannya.

Sampai jumpa kembali.

So long Talaip Homestay, Raja Ampat +jelajahkeluargasuwanto
Talaip Homestay, Raja Ampat : So Long! +jelajahkeluargasuwanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar