Jumat, 18 Mei 2018

Paket Rekreasi di Kinaari Resort, Tak Harus Menginap!

Kinaari, resort di pinggir tebing menghadap laut sulawesi +fotojelajahsuwanto

Sabtu yang hangat, Keluarga Suwanto semangat melakukan perjalanan menuju Likupang Barat. It’s family time, waktunya menjelajah. Kinaari Resort menjadi titik acuan ketika menyetel Google Maps. Sebenarnya, tujuan kami adalah pantainya.

Berkendara dari Manado menyusuri jalur Likupang, adalah penjelajahan itu sendiri. Seperti sering diceritakan, jalan-jalan daerah di Sulawesi Utara itu, walaupun beraspal mulus, tapi rasanya masih saja kurang lebar. Mungkin karena jalanan ibukota dan Makassar masih terekam di kepala. Ciri khas Sulawesi Utara lainnya, tiada lain jalanan membelah bukit, turun naik melewati lembah. Sangat Ninja Hatori. Ribuan nyiur, perdu dan rerumputan hijau menghadirkan lukisan alam yang menemani perjalananmu. Seru, sejuk dan segar.
 
Kinaari, resort di pinggir tebing menghadap laut sulawesi +fotojelajahsuwanto

Kinaari Resort, banyak fasilitas untuk pengunjung  +fotojelajahsuwanto
Petunjuk Google Maps memberi tahu bahwa jarak tercepat menuju Kinaari resort dari rumah kami di Manado adalah 58.8 km dengan waktu tempuh 1 jam 28 menit. Estimasi waktunya mendekati tepat, kami tiba di sekitaran Kinaari kurang lebih satu setengah jam. Berhubung tak kunjung menemukan pantai yang landai, meski lautan biru terlihat nun di sana, akhirnya kami masuk ke Kinaari Resort.

“Mau menginap atau hanya lihat-lihat?”, Pak Satpam menghadang di muka resort.
“Kalau boleh, sebenarnya kami hanya ingin melihat-lihat saja, Pak”, jawabku penuh harap.
“Ooh tentu bisa. Parkir di ujung sana ya. Nanti langsung ke resepsionis untuk biaya masuknya” tukasnya ramah.

Ini dia, ternyata Kinaari Resort tidak hanya ekslusif untuk menginap, tapi terbuka juga bagi mereka yang ingin rekreasi saja. Per orang dikenakan charge IDR 100K, termasuk makan siang (Nasi goreng atau nasi ayam goreng ala Kinaari), free kolam renang dan gazebo. Tiket ini sudah termasuk terusan di La Merry Resort, tak jauh dari lokasi Kinaari. Bila ingin menggunakan fasilitas kolam renang saja dan gazebo hanya 50K.
Kinaari Resort menawarkan suite berbentuk lumbung +fotojelajahsuwanto

Jejeran kamar resort seperti rumah lumbung mencuri perhatian. Nuansa coklat kayu dengan atap alang-alang kontras berbaur dengan hijau dan birunya laut. Lumbung suite ini terdiri dari 10 kamar  berbagai ukuran dengan view pantai. Harga yang ditawarkan saat itu sekitar Rp.1.5 juta per malam.

Sepertinya menarik juga menginap di rumah lumbung ini.

Selain kamar, Kinaari Resort juga menawarkan fasilitas restoran, meeting room dan kolan renang. Karena jam makan siang hampir lewat, kami memilih paket rekreasi termasuk makan siang. Tujuan pertama, pastinya langsung restoran Kinaari. Nasi goreng dan nasi ayam gorengnya sebenarnya biasa saja, tapi lumayan lah cukup menghalau keroncongan di perut. Dan siang itu, kami bukan satu-satunya pengunjung, ramai sekali di sana. Ada banyak rombongan keluarga dan kantoran yang bersamaan melancong. 

Gazebo dan ruang meeting Kinaari Resort nyaman menghadap laut +fotojelajahsuwanto

Istirahat sejenak di Gazebo  Kinaari Resort +fotojelajahsuwanto
Letak Kinaari Resort berada di atas tebing. Dari tempat ini, kita dapat leluasa memandang biru Laut Sulawesi bercampur lazuardi di batas horizon.

Adek kecik tadinya ingin sekali berenang, sayang matahari begitu terik. Lagi pula terlalu banyak orang di sekitar area kolam. Gazebo-gazebo yang disediakan pun sudah terpakai pengunjung lainnya. Untuk menyalurkan energi adek yang full charged, kami memutuskan segera menjelajahi pantai. 

Manajemen Kinaari Resort telah menyediakan tangga beton untuk menuruni pantai. Sebenarnya tujuannya bukan ke pantai melainkan sebuah dermaga untuk kepentingan foto instagramable. Memang Kinaari resort pintar membaca situasi zaman now. Banyak spot untuk swa foto di area mereka. Diantaranya, adalah spot berbentuk tulisan berwarna pink, seperti: Love, Kinaari, Kinaari Resort. 

Menuju pantai di bawah Kinaari Resort +fotojelajahsuwanto

 Pantai di bawah Kinaari Resort +fotojelajahsuwanto
Pantai Kinaari tidak landai berpasir seperti umumnya. Pantai ini berupa bebatuan kasar yang lumayan panas jika terinjak tanpa alas kaki. Sebagai pesan, bila tertantang menjelajahi pantai, pastikan menggunakan sepatu yang nyaman. Perairan dangkalnya pun berbatu-batu. Jenis batunya berwarna hitam, bukan seperti batu karang. Air lautnya sangat jernih, berkilauan tertimpa sinar surya.

Jujur, saya agak melarang adek kecik yang merengek-rengek ingin main air. Selain karena panas terik, rasanya kurang aman bagi anak kecil bermain tanpa pengawasan. Untuk menyenangkan hatinya, ya akhirnya berkecipak-kecipuk di pinggiran saja. Sementara, Pak Suami dan si Mas, memilih berteduh di bawah pohon rindang.

Tak jauh di seberang sana, sebuah pulau hijau terlihat begitu dekat. Hasil search di Google Maps, pulau itu bernama Lihaga. Bentuknya seperti ikan bila dilihat dari satelit. Pasir putih dan perpaduan biru perairan di sekeliling pulaunya menggoda. Someday, jelajah suwanto bisa ke sana. Menurut petugas, Kinaari Resort dapat memfasilitasi bila pengunjung ingin menyambangi atau diving di Pulau Lihaga. Jarak tempuhnya sekitar 15 menit menggunakan boat.
Berteduh dari teriknya sang surya di Pantai bawah Kinaari Resort +fotojelajahsuwanto
  
 Pulau Lihaga sekitar 15 menit dari Kinaari Resort +fotojelajahsuwanto

Tak mudah membawa kembali anak kecil yang sudah terlanjur jatuh cinta dengan beningnya air laut. Imajinasinya sudah larut bersama riak dan pendar kristal-kristal air. Dengan sedikit pemaksaan, kami menuju dermaga ikonik Kinaari Resort. Formalitas berfoto lalu melanjutkan perjalanan menuju La Merry Resort. Petugas bilang di sana pantainya putih lembut. Adek kecik bisa puas bermain pasir pantai.

Manado yang letaknya dekat dengan garis imajiner khatulistiwa, menyebarkan sinar matahari yang menyengat. Wajib banget masuk tas, sunblock untuk melindungi kulit. Setidaknya menyelamatkan dari rasa perih karena paparan langsung sinar matahari. Kalau gosong sementara sih, biasanya tidak bisa dilawan. Sedia juga air mineral yang cukup untuk menjaga badan tetap terhidrasi dengan baik. Apalagi bila jelajah bersama anak kecil, ibunya harus lebih prepare. Karena anak-anak ini aktif luar biasa, lupa minum, lupa makan, tahan panas, tahan air. Hanya fokus bermain.

Air lautnya sangat bening, Pantai bawah Kinaari Resort +fotojelajahsuwanto
Memaksa anak kecil pulang dari Pantai bawah Kinaari Resort +fotojelajahsuwanto


Dermaga Kinaari Resort memanjang di pinggir laut Sulawesi. Warna putihnya kontras dengan harmoni sekitar. Sebuah nyiur tunggal menjadi pemanis foto bukan peneduh bagi pengunjung. Saat yang tepat untuk berfoto rasanya adalah pagi dan senja hari. Siang bolong begini bukan pilihan yang tepat. Hari itu panasnya sekitar 31 derajat celsius.
Dermaga di Kinaari Resort +fotojelajahsuwanto

Formalitas foto di Dermaga Kinaari Resort +fotojelajahsuwanto

Demikianlah cerita siang itu dari Kinaari Resort di desa Tarabitan. Sebuah tempat yang menawarkan ketenangan di Likupang Barat, Minahasa Utara. Paket rekreasi yang ditawarkan di Kinaari Resort dapat menjadi alternatif wisata keluarga. Cukup memberikan nuansa jelajah yang berbeda. 

Selamat merayakan kehangatan keluarga. 


JelajahSuwanto di Kinaari Resort Likupang Barat

2 komentar:

  1. View-nya syantik... Eh galfok sama kutex biru ituuuu..hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha please deh ah...terima kasih Kakak Eka berkenan mampir di jelajahsuwanto :)

      Hapus