Perubahan Iklim, Saya Percaya Dampaknya Sudah Sangat Dekat!

 

Senja Pantai Mutiara Pluit 2019 JelajahSuwanto
Medio 2019 masih bisa menghantar senja dari bibir pantai Mutiara

Medio 2019 Keluarga Suwanto hijrah kembali ke pulau Jawa, DKI Jakarta tepatnya. Kami tinggal di daerah utara dekat dengan teluk yang tak terasa seperti teluk. Dalam rangka mengenal daerah sekitar pada suatu senja yang syahdu kami menghabiskan waktu di pinggir pantai Mutiara, sembari mengobati rindu pada pantai-pantai nun di Minahasa.

Setelah lebih dari 30 purnama kami lewat lagi di pinggir pantai Mutiara. Ada sesuatu yang berbeda. Kentara sekali. Saya percaya dampak perubahan iklim sudah sangat dekat. 

 
Pantai Mutiara Pluit 2022 JelajahSuwanto
Pantai Mutiara April 2022, air laut semakin naik

Senja hampir 3 tahun lalu saya dan adek kecik masih bisa turun berkecipak-kecipuk membahasi kaki, mengagetkan ikan-ikan kecil dan mengejar kepiting. Banyak pula pengunjung yang memancing. Sayang kala itu mana terpikir untuk mendokumentasikannya.

Di bulan April tahun 2022, baru sepekan lewat saya melongok ke tempat kami berlarian. Terhenyak. Sekarang pesisir sudah sepenuhnya tergenang air. 

Penambahan tanggul Pantai Mutiara April 2022 JelajahSuwanto
Pantai  Mutiara April 2022, Tanggulnya semakin tinggi!
 

Tanggul pantai Mutiara  kini 3 kali lebih tinggi. Di foto nampak jelas perbedaan tanggul lama dan 2 yang baru.  Pengunjung tidak bisa lagi duduk-duduk memandang teluk. Ada rambu-rambu dilarang stop di sepanjang area.

Jejak digital menyimpan berita banjir rob beberapa kali merendam kawasan ini. Sebut saja yang terbesar Juni 2016, Juni 2020, Desember 2021. Peninggian tanggul di pantai Mutiara merupakan salah satu solusi untuk menanggulangi banjir rob yang kerap melanda.

 

Banjir Rob, Hubungannya dengan Perubahan Iklim

Banjir rob sederhananya merupakan banjir yang merendam pesisir pantai. Hal ini terjadi karena permukaan air laut yang menjadi lebih tinggi dari bibir pantai. Penyebabnya bisa kondisi pasang air laut, curah hujan yang tinggi, juga tertahannya air lebih lama di daratan karena lambat mengalir ke laut.

Banjir rob merupakan indikasi perubahan iklim dunia karena naiknya permukaan air laut dan menurunnya muka tanah. 

Pada Agustus 2018 BBC News Indonesia menurunkan berita yang mencengangkan:  2050, Jakarta Utara ‘tenggelam’. Klaim ini didukung data-data hasil investigasi. Masih di kanal yang sama disebutkan “Sekitar 23 juta orang di pesisir Indonesia diperkirakan harus menghadapi ancaman banjir laut tahunan pada tahun 2050 akibat peningkatan ketinggian air laut yang disebabkan perubahan iklim abad ini.”  

Jelas persoalan banjir rob ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Perubahan Iklim Google Doodle | Jelajahsuwanto
Foto time lapse dampak perubahan iklim Google Doodle hari ini 22 April 2022
 

Bagi lingkungan sekitar tempat tinggal saya banjir rob adalah bukti nyata dari perubahan iklim yang kian mendekat. Dampak perubahan iklim di lain daerah bisa jadi berupa krisis air, krisis pangan, tanah longsor, ketidakteraturan musim, rusaknya hutan dan biodiversity lainnya. 

Bahkan pada hari ini Jumat 22 April 2022 sebagai peringatan hari bumi Google Doodle menulis di situs resminya "Doodle Hari Bumi tahunan hari ini membahas soal salah satu topik paling mendesak zaman kita, perubahan iklim." Doodle hari ini menampilkan foto time lapse dampak perubahan iklim di empat lokasi berbeda yaitu Gunung Kilimanjaro di Tanzania Afrika, Sermersooq Greenland, Great Barrier Reef Australia dan Harz Forests di Elend, Jerman.

Tidak ada kata lain, sudah saatnya kita bahu membahu #TeamUpforImpact.

 

#UntukmuBumiku Aksi Setiap Kita untuk Mengurangi Dampak Perubahan Iklim 

Saya hanya ibu rumah tangga biasa, namun saya percaya betul perubahan iklim itu nyata di sekitar kita, semakin dekat, sangat dekat. Sebentuk upaya kecil mengurangi dampak perubahan iklim dimulai dari diri sendiri dan keluarga inti.

Kelola Makanan dengan Bijak & Budaya Minim Sampah

Setelah mengetahui bahwa Indonesia merupakan negara kedua penghasil sampah terbanyak di dunia, keluarga kecil kami semakin aware untuk mengkonsumsi makanan dengan lebih bijak. Dalam arti secukupnya jangan sampai ada makanan yang terbuang. Sehari-hari keluarga Suwanto makan masakan sendiri, membawa bekal makanan dari rumah. Oleh sebab itu sebagai ibu saya bertanggung jawab mengatur makanan sejak dari bahan baku hingga siap saji. Food preparation sangat membantu saya mengatur menu sehat dalam seminggu, membeli bahan baku dan mengorganisir penyimpanannya secara tepat sesuai jenis makanan.

 

Presentasi tentang sampah makanan di Indonesia | Jelajahsuwanto
Dokumen pribadi diolah dari berbagai sumber: berbagi cerita tentang sampah makanan di Indonesia

Selain dapat memenuhi kesehatan keluarga dan menghemat dana, mengelola makanan dengan bijak berimplikasi pada budaya perilaku minim sampah. Sampah bahan makanan diupayakan dapat diolah kembali untuk pupuk kompos atau eco enzyme. Belanja bahan makanan pun membawa tas pribadi sehingga mengurangi penggunaan plastik. Membawa bekal makanan sendiri hanya memerlukan satu kotak makan, peralatan sendok garpu, dan tempat minum favorit masing-masing anggota keluarga. Tentu saja ini mengurangi banyak sampah sterofoam, plastik dan botol kemasan.

 

Mengolah sampah makanan  | Jelajahsuwanto
Salah satu upaya mengurangi sampah makanan: mengolah kulit udang menjadi kaldu kering

Hemat Energi untuk Mengurangi Perubahan Iklim

Kebiasaan memboros-boroskan sumber energi tanpa disadari menyebabkan manusia berkontribusi pada percepatan perubahan  iklim. Saya paling bawel kepada orang di rumah dalam urusan hemat air, utamanya adek kecik yang hobi lama-lama di kamar mandi. Kami saling mengingatkan untuk mematikan lampu, TV dan alat elektronik lain usai menggunakannya. Mengurangi penggunaan AC dan water heater hanya untuk malam hari.

Kecik sempat bertanya mengapa kita perlu hemat energi?

Tak mudah menjelaskan bahwa produksi energi adalah penyumbang gas rumah kaca paling besar dari karbon yang dihasilkannya. Sementara seluruh aktivitas manusia zaman ini seolah tidak bisa lepas dari sumber energi listrik. Kita hanya dapat bantu mengurangi dampak perubahan iklim dengan budaya hemat dan secukupnya, bukan berarti pelit ya.

Cara bijak mengelola listrik hak cipta kementerian ESDM | Jelajahsuwanto
Hak cipta kementerian ESDM: Cara bijak mengelola listrik

Berkomunitas #TeamUpforImpact

Menjaga bumi adalah tanggung jawab yang besar. Menyenangkan sekali bila kita memiliki sahabat dan rekan-rekan yang sejalan, satu frekuensi dalam mencintai bumi. Kebetulan adek kecik bergabung dalam tim Duta Lingkungan Hidup di sekolahnya. Siswa, guru dan orang tua bersinergi dalam upaya bersama merawat lingkungan. Salah satu contohnya pelatihan membuat Eco Enzym (EE), berpartisipasi dalam acara hari air sedunia menuang EE di danau sunter, terlibat dalam earth hour 1 jam tanpa listrik, serta peduli terhadap alam ciptaan atau KPKC (Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan).

Berkomunitas menjaga kita tetap semangat melakukan aksi kebaikan #UntukmuBumiku mengurangi dampak perubahan iklim.

Peringatan hari air sedunia 2022 Danau Sunter Jkt | Jelajahsuwanto
Foto kongkrit.com Peringatan Hari Air Sedunia 2022 Tuang Eco Enzym di Danau Sunter

Sounding Berbagi Cerita untuk Mengurangi Dampak Perubahan Iklim

Ketika diminta mengisi kegiatan orang tua mengajar dengan tema bebas yang terlintas adalah mengajak anak-anak melakukan aksi merawat bumi. Aksi sederhana yang dapat  mereka lakukan dengan mudah dan bahagia. 

Menghabiskan makanan tentunya mudah jika mau dan niat. 

Kala itu saya belum paham caranya share screen di zoom, maka belajar dahulu pada adik yang juga berprofesi guru sekolah dasar. Tak disangka ide aksi menghabiskan makanan ini kemudian diadopsi olehnya menjadi project base learning atau pembelajaran berbasis proyek selama satu semester. 

Kegiatan orang tua mengajar Srijembarrahayu
Kegiatan Orang Tua Mengajar, sounding aksi menghabiskan makanan untuk selamatkan bumi

project base learning atau pembelajaran berbasis proyek habiskan makanan | jelajahsuwanto
Foto Ibu Ani: Pembelajaran Berbasis Proyek Yuk Habiskan Makananmu

Hari ini dalam perayaan Hari Bumi 2022 saya bahagia aksi menghabiskan makanan telah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari anak-anak. Semoga membawa kebaikan bagi bumi kita tercinta.

Bila memiliki kesempatan untuk ‘sounding’, ayo berbagilah cerita sederhana untuk merawat bumi. Siapa tahu aksi kecil dari orang biasa bisa menjadi gerakan bersama yang berdampak kebaikan.

Small acts, when multiplied by millions of people  can transform the world.” – Howard Zim.

#UntukmuBumiku #TeamUpforImpact

 


Sumber Referensi:

1. Rafki Hidayat. 2050, Jakarta Utara ‘tenggelam’: Semua yang perlu Anda ketahui diakses dari https://www.bbc.com/indonesia/resources/idt-3928e4ca-f33b-4657-aa35-98eb5987f74e

2. Ayomi Amindoni. Perubahan iklim: Pesisir Indonesia terancam tenggelam, puluhan juta jiwa akan terdampak diakses dari https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-51797336

 

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perubahan Iklim, Saya Percaya Dampaknya Sudah Sangat Dekat! ~ Jelajah Keluarga Suwanto

KELUARGA SUWANTO

KELUARGA SUWANTO
Keluarga Suwanto di Ranger Station Raja Ampat

Recent Posts

Popular Posts

Label