Senin, 04 Mei 2015

Pulau Samalona: Aktivitas & Serba-Serbi

 Belajar berenang di perairan samalona +fotojelajahsuwanto
Pak Enal, begitu nama tukang perahu yang mengantar kami, merapatkan perahunya di pasir putih.
Seorang gadis berbadan bongsor mengulurkan tangan, membantu para ibu dan anak-anak turun dari perahu. Gadis itu ramah, dandanannya cukup "kota". Ia memakai baju pantai bunga-bunga hijau ditutupi scarf , juga dilengkapi kacamata hitam, gaul.

Tadinya kupikir dia pengunjung pulau yang berbaik hati. Ternyata gadis itu menawarkan bale-bale bambu yang menghadap langsung ke pantai. Bale yang berukuran kecil harganya 50 ribu, dan yang sedikit lebih besar 75ribu. Selain itu, ia juga masih memberitahukan beberapa hal yang bisa ia tawarkan untuk kami, antara lain:
- Sewa alat snorkeling, satu paket seharga 50ribu;
- Sewa Kamar mandi untuk buang air kecil atau ganti baju saja, sekali masuk harganya 5 ribu; 
- Sewa kamar mandi untuk mandi, harganya 10ribu;
- Menyediakan pesanan makanan, ikan dan nasi, harga tergantung pesanan;
- Kamar untuk menginap seharga 500ribu per malam
Karena kelompok kami lumayan besar, bale-bale bambu seharga 75ribulah yang dipilih. Bale-bale ini diteduhi pohon rindang saja. Beruntung hari itu tidak hujan.

Selesai urusan tempat, berikutnya urusan makan siang. Ibu-ibu menggelar bekal yang dibawa masing-masing. Menu makan siang ini benar-benar ramai, ada cakalang suwir, tahu goreng kornet, nugget, nasi padang, baso pentol dan aneka cemilan. Jika pergi bersama, kami memang membawa makanan dari rumah untuk dimakan bareng-bareng. Rasanya lebih seru dan pastinya hemat.

Yang namanya anak-anak, begitu melihat air, langsung saja, seperti bapak-bapak lihat akik, atau ibu-ibu lihat emas. Langsung cebuuuurr. Lupa makan lupa minum.
Untung sudah dipakaikan baju untuk bermain air, jadi tinggal cemplung saja ke laut bening.
Terpaksa ibunya harus telaten menyuap krucil-krucil itu.
Makan siang sambil bermain +fotojelajahsuwanto
Selesai santap siang, para bapak tidak membuang waktu lagi, ikut berbaur dengan anak-anak
Hari itu bisa dinobatkan menjadi father's day. Bapak dan anak larut di beningnya perairan Samalona.

Hanya ayah dan anaknya +fotojelajahsuwanto
Karena kami juga ramah dan bawel, si empunya alat snorkeling membolehkan kami menyewa seharga 40ribu saja per paketnya. Anak-anak lelaki memuaskan hari dengan mengintip ikan-ikan cantik  dan bawah laut Samalona.

Anak-anak lelaki snorkeling di perairan samalona +fotojelajahsuwanto
Pengawasan anak-anak sudah diserah-terimakan kepada bapak-bapaknya, kini para ibu bebas tugas sementara waktu. Waktunya ngerumpi dan menjelajah. Kami memutuskan untuk berjalan-jalan di pulau. 

Tidak membutuhkan waktu lama untuk mengelilingi pulau ini. Hanya sekitar 20 menitan jalan santai di pasir putih. Kami bisa melihat ribuan ikan-ikan kecil, juga melihat Makassar yang terasa sangat dekat. Padahal dari Makassar kami tidak bisa melihat Samalona secara jelas. Selain itu mengumpulkan kerang-kerang yang berserak di pantai merupakan hal kecil yang mengasyikan.
Makassar terlihat sangat dekat dari Samalona +fotojelajahsuwanto 
Ada banyak hal yang dapat dilakukan di Samalona, bahkan diam mengamati saja sudah merupakan sesuatu yang menarik. Melihat orang-orang berperahu, bertenda, bermain air, membawa pesonanya sendiri. Kawan baru kami, bahkan sangat niat membawa alat pancing, lengkap dengan umpan-umpannya. Siang itu ia bersemedi di pinggir dermaga, memancing.

row, row, row your boat . . . +fotojelajahsuwanto
Dengan berbagai aktivitas rekreasi ala kami, waktu terasa cepat berlalu di Samalona. Sudah Pk.18.00 saja. Sayang matahari benar-benar ditahan gerombolan awan. Kami tidak dapat melihatnya masuk keperaduan. Tetapi hal itu tidak terlalu membuat kami kecewa. Setidaknya sebelum kami meninggalkan Makassar, sudah pernah sekali masa menghabiskan waktu bersama kawan seperjuangan di indahnya Samalona.

Selamat tinggal Samalona!

Makassar di waktu malam, dalam perjalanan pulang dari Samalona +fotojelajahsuwanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar