Senin, 04 Mei 2015

Samalona: Sebelum meninggalkan Makassar harus ke Pulau Samalona dulu


Samalona: Pulau Samalona dilihat dari perahu motor, redup tanpa matahari  +fotojelajahsuwanto
Sudah sejak lama, mungkin enam bulan yang silam, ajakan ke Pulau Samalona itu berkumandang.
Sudah berapa kali arisan, Samalona disebut-sebut.
Sudah sejak dulu, saat geng bolang masih komplit.
Cuaca, ombak, hujan, sibuk, apalah, apalah, adalah alasan yang sering terlontar.
Sampai satu kawan bolang sudah meninggalkan makassar
Samalona hanyalah sebuah rencana yang entah kapan bakal diwujudkan.

Sampai kabar itu datang . . .”Geng bolang bakal berkurang lagi…..”
Geng bolang tadinya empat, sudah dikurangi Satu
Kalau dikurangi satu lagi, bukan geng namanya, Cuma duet saja..
Maka, Sabtu siang itu, Samalona adalah tujuan jelajah sebelum meninggalkan Makassar.
Janjian Pk. 12.00 bertemu di Indomaret Pattimura. Di sana ada kursi tunggunya,  jadi akan cukup nyaman, jika ada kawan yang terlambat datang. Bisa numpang duduk :D
Waktu Indonesia Tengah sudah menunjuk ke angka 12:47, tiga keluarga berkumpul sudah.
Dapat pula bonus kawan, sepasang muda suami istri ikut bergabung.
Jadi personil hari itu adalah 8 orang dewasa dan 5 krucils, yeayy let’s go!
Beriringan, mobil masuk ke Dermaga Bangkoa di Depan Fort Rotterdam
Seorang laki-laki kurus, berpakaian hitam dan bercaping mengarahkan ke tempat parkir.
Sudah pasti, dia adalah tukang perahu yang menawarkan jasanya ke Pulau.

Samalona: Pak Enal, tukang perahu +fotojelajahsuwanto

Bapak bergigi palsu ini menawarkan harga 700 ribu.
Waduuuh, ditawar 300ribu dia melangkah mundur…
(Lha iyalah, harga segitu pasarannya tahun 2013).
“Sekarang bensin sudah 10ribu per litter bu, 600lah kalau ibu mau”
“oooo, saya kira 300ribu boleh”
“Iye, boleh tawar, tapi tidak segitu, bu”
Yuuukk, tawar – tawar menawar, seru :P
jadinya sepakat dengan harga 450 ribu, pulang pergi.

 
Emang perahunya gak ada warna lain, bun?” anak lelakiku bertanya aneh.
Ooo ternyata perahunya berwarna ungu unyu.. pantesin aja dikomentarin, hehehe.
Tak apalah biar unyu tetap semangat.
Samalona: anak lokal bermain di dermaga  +fotojelajahsuwanto

Mentari siang itu tertutup awan kelabu, terasa teduh. Lautan pun tenang.
Pasukan bolang begitu excite melaju di perahu motor ungu menuju Pulau Samalona.

Samalona: kapal-kapal mengantri untuk bersandar di Pelabuhan Makassar  +fotojelajahsuwanto
Kurang lebih 30 menit membelah laut,
Setelah melihat anak-anak kecil berenang di dermaga
Setelah melewati banyak sekali kapal-kapal besar yang sedang membuang sauh,
Setelah melambaikan tangan pada mereka yang melambai dari kapal besar,
(orang Indonesia memang ramaaah)
Setelah numpang lewat pada Pulau Lae-lae yang nampaknya ramai


Samalona: numpang lewat pada Pulau lae-lae  +fotojelajahsuwanto
Akhirnya tibalah di sebuah Pulau kecil berpasir putih, berair jernih dan berpohon rindang, cantik.

Selamat menikmati Samalona Kawan!
Samalona: Selamat datang di Samalona +fotojelajahsuwanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar