Rabu, 24 Juni 2015

Unaccompanied Minor, Dukung Anak Berani Terbang Sendiri

 
Young Traveler dengan Unaccompanied Minor +jelajahsuwanto


“Bunda, nanti jangan nangis ya, nanti Mas malu kalo bunda nangis”
Whaaat …  Itulah yang dikatakan anak lelakiku yang baru saja berusia 11 tahun, saat kami mengantarnya ke Bandara. Ia akan terbang solo pertama kalinya dari Makassar tujuan Yogyakarta. 

Kelak, engkau akan tahu rasanya khawatir setelah menjadi orang tua, Nak.

Libur sekolah telah tiba. Ajakan menjelajah Bromo dari tantenya yang tinggal di Yogyakarta rupanya membakar keberanian anak lelakiku. Dia setuju terbang sendiri dari Makassar. Sebagai Ibu, saya mendukung keputusannya. Namun tetap saja perasaan khawatir itu datang tanpa diminta.

Berhubung ini adalah terbang perdananya, maka kami memastikan ia terbang dengan aman dan nyaman. Kami memilih Maskapai Garuda Indonesia.
Sehari sebelum keberangkatan, kami mendatangi Counter Garuda di Jl. AP. Pettarani Makassar untuk chek in. Ternyata, bagi anak-anak yang melakukan perjalanan tanpa didampingi orang tuanya akan dilayani sebagai Unaccompanied Minor (UM). Kami diarahkan agar langsung saja ke Counter Customer Service Garuda Indonesia di Bandara, 2 jam sebelum terbang. 




customer service Garuda  +fotojelajahsuwanto+
Layanan Pelanggan Garuda Indonesia di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar +jelajahsuwanto

Mas” demikian putera pertamaku biasa dipanggil, akan terbang dengan GA 694 Pk.07.35 WITA. Dengan demikian di Hari Minggu yang bersejarah itu, sekitar Pk. 05.00 WITA Keluarga Suwanto sudah berlarian di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Jujur, saya baru mendengar tentang layanan UM ini (kemana aja ya #tepokjidat). Tentu saja, mengetahui ada pelayanan yang ramah anak seperti ini, saya menjadi jauuuh lebih tenang. Padahal tadinya otak saya sudah menyiapkan skenario bagaimana menitipkan anak itu ke pramugarinya.

Apa itu Unaccompanied Minor?
An unaccompanied minor is a child without the presence of a legal guardian. This term is used in immigration law and in airline policies. The specific definition varies from country to country and from airline to airline. (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Unaccompanied_minor)
 

Layanan Unaccompanied Minor dapat membantu buah hati anda trip seorang diri ke rute domestik maupun Internasional (https://www.facebook.com/garudaindonesia/posts/324048721043190)

Unaccompanied Minor Tag +fotojelajahsuwanto+
Inilah UM tag yang dipakai anak selama penerbangan +jelajahsuwanto

Berikut, pengalaman Mas menggunakan Layanan UM Garuda Indonesia:
 
- Langsung menuju ke Layanan Pelanggan Garuda Indonesia, tepatnya di belakang area chek in Garuda di dalam Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.


- Informasikan kepada petugas bahwa kita akan menitipkan anak kita (unaccompanied minor).


- Petugas akan membantu pengantar (orang tua) melengkapi form UM, diantaranya mengisi data nama pengantar, nomor telepon dan nama penjemput beserta nomor teleponnya. (Form UM tersebut akan difax ke petugas ground staff di Bandara Tujuan).

- Setelah pengantar mengisi dan menandatangani form UM, anak akan mendapatkan identitas UM (seperti name tag) yang akan dipakai anak selama penerbangan.

Beres. Proses selanjutnya anak akan didampingi oleh ground staff Garuda Indonesia.





menunggu boarding +fotojelajahsuwanto+
setelah beres mengurus formulir UM, menunggu waktu boarding  +jelajahsuwanto

Masih banyak waktu sebelum boarding, kami masih bisa menikmati coklat hangat di pagi yang dingin itu. Tidak lupa sebelumnya bertukar nomor handphone dengan Ground Staff Garuda Indonesia untuk memudahkan komunikasi.

Tepat Pk.07.00 WITA telepon gengam bergetar, sudah waktunya! Dengan perasaan nano-nano kami mengantar Mas kembali kepada petugas. 

Selanjutnya, petugas inilah yang akan mendampingi anak, mulai dari imigrasi, security control dan ruang tunggu, hingga diserahkan kepada awak kabin.


Mengurus Unaccompanied minor +fotojelajahsuwanto+
Mulai dari tempat ini, anak sudah dibawah tanggung jawab ground staff Garuda +jelajahsuwanto

Sampai di Bandara Tujuan, Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta, petugas kabin/pramugari mengantarkan Mas ke ground staff di sana. Yang kemudian anak akan diserahkan kepada nama penjemput yang tertera di UM (yang telah ditelepon sebelumnya oleh mereka).

Lenyap sudah rasa was-was dan khawatir setelah telepon benar-benar berdering pada sekitaran pk. 10.00 WITA. Mas dan Tantenya sedang dalam perjalanan menuju rumah Eyang. 

Terima kasih kepada Ground Staff dan Awak Kabin Garuda Indonesia yang telah memberikan pelayanan terbaiknya bagi kami. Melalui layanan UM ini, sebagai orang tua saya mendapatkan rasa percaya dan tenang, yakin bahwa anak dapat belajar berani dan mandiri. 

Saat menulis catatan ini, anak lelaki yang rasanya baru kemarin saya lahirkan itu, tengah dalam perjalanan menuju Bromo. Have a wonderful journey, young traveler!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar