Senin, 06 Juli 2015

Pastikan Harga, Sebelum Menyantap Renyahnya Nila Goreng Bili-Bili


Bendungan Bili-bili di Kabupaten Gowa

Kurang lebih pukul 11.30 WITA, Keluarga Suwanto sudah berkendara sekitar 30km dari Makassar ke arah Malino. Ada sebuah Bendungan besar yang sangat penting bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Bendungan itu tidak lain adalah Bendungan Bili-bili.

Menurut informasi, ikan goreng Bili-bili terkenal enak dan renyah, apalagi dilengkapi dengan cah kangkung dan sambal mangga yang menggiurkan. Pas pula jam-nya makan siang. Maka tak buang waktu, singgahlah kami di Bendungan Bili-bili ini.

Pintu Gerba Bendungan Bili-bili
Pemilik warung makan ramai-ramai melambaikan tangan mengajak pengunjung untuk singgah di warung lesehan mereka. Karena bingung oleh banyaknya suara dan tangan
yang melambai, kami ikuti saja si Bapak yang paling agresif saat itu. Dengan sigap, ia mengarahkan kami parkir di depan warungnya. Kami pun tak ingat nama warungnya #tepokjidat. Berhubung sama sekali tidak ada daftar harga dan daftar menu, saya sempat bertanya menu dan harga makanan yang ditawarkan. Tetapi jawabnya, silahkan pesan dan makan saja dulu. Yaaah, kami ini terlalu polos atau terlalu lapar . . manut-manut saja jadinya.
Adek menikmati es kelapa muda di warung lesehan Bili-bili
Menu siang itu memang luar biasa nikmatnya. Menu disiapkan untuk 3 orang dewasa, karena adek makannya masih berdua bunda saja. Sebakul kecil nasi putih, sepiring nila goreng kriuk kira-kira 6 ekor ukuran kecil, satu ekor nila bakar ukuran sedang, sepiring kecil cah kangkung dan sambal mangga. Minumnya 3 gelas es kelapa muda. Sempurna.


Akan tetapi, kesempurnaan itu rusak seketika, pada saat membayarnya, hiiksss. Semua kelezatan itu harganya Rp.290.000,-  Oooh tidak, untuk 3 orang dengan porsi seperti itu, It’s too much.

Setelah kejadian itu saya bercerita pada kawan yang asli Makassar, ehemm ternyata memang ada juga penjual nakal. Mengalihkan perhatian jika ditanya harga. Tahu kalau flat mobilnya bukan DD dan logatnya bukan Makassar, itulah sasaran empuk mereguk untung sesaat.
Maka belajarlah dari pengalaman saya. Tidak semua orang daerah itu lugu. . . Pastikan harga di muka, supaya tidak gondok dan kecewa, hehehe.


Baiklah, lupakan yang tadi, anggap saja waktunya beramal. Sekarang saatnya menjelajah! 

Bendungan Bili-bili merupakan bendungan terbesar di Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Gowa. Bendungan dengan waduk seluas 40.428 ha ini dibangun atas kerja sama pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang. Diresmikan pada tahun 1999 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Bendungan_Bilibili)


Ruahan air-air yang mengalir dari Gunung Bawakaraeng dan sungai-sungai dari Malino ditampung di tempat ini, kemudian diolah menjadi sumber air baku bagi PDAM Gowa dan Makassar. Air yang kami pakai untuk kebutuhan sehari-hari di Makassar, ya dari sinilah muasalnya. Selain itu Bili-bili menjadi pengendali banjir Sungai Jeneberang dan Pembangkit Listrik Tenaga Air. Area Bendungan juga dibuka untuk wisata. Pasti memiliki dampak positif bagi mata pencaharian warga sekitar. Termasuk bapak yang jual ikan nila tadi :p.

Itulah cerita Jelajah keluarga Suwanto dari Bendungan Bili-bili yang memiliki banyak fungsi vital bagi masyarakat Gowa dan Makassar khususnya. 


Ngikutin Dori di Finding nemo, nyanyi yuuk . .Just keep smile, just keep smile :D 
Mari melanjutkan rangkaian Jelajah Malino berikutnya, Air Terjun Takapala!

Just keep Smileeee, di warung lesehan bili-bili

Tidak ada komentar:

Posting Komentar