Selasa, 04 Agustus 2015

Mari Menjelajah Bersama Anak-anak, Sekarang!

"Have u ever walked the camino, Senora?"
"No never, when I was young, I was too busy, and now that I am older, I'm too tired"


Cuplikan percakapan dari Film "The Way" di atas, begitu berbekas di hati saya.
Sebagian dari kita mungkin memimpikan untuk pergi ke suatu tempat, tapi untuk beberapa alasan tertentu, pada akhirnya niat itu urung dijalankan. 

Saya tidak mau menjadi senora di film tersebut.


Bagaimana jika sekarang saya sudah berkeluarga dan mempunyai anak-anak?

Sejak kecil, ayah saya selalu mengajak saya hampir ke setiap tempat, kemanapun ia pergi. Entah ke sawah, ke hutan, ke kolam, ke tempat dia mengajar, ke kota, kemana saja. Dari beliau itulah, saya menyukai perjalanan. 

Ayah saya walaupun pengajar agama, tetapi hanyalah seorang petani miskin yang bersusah payah menghidupi dan menyekolahkan kami. Tetapi, Ayah saya selalu punya cara mengajak kami liburan. Mengunjungi pantai, ziarah rohani, mendaki gunung, kemping, atau hanya sekedar botram* di hutan pinus.

Perjalanan itu tidaklah harus mahal.

Jika ayah saya saja dengan segala keterbatasannya bisa menunjukkan keindahan alam dan kasih sayang pada kami, maka sekarang saya pun harus bisa membaginya dengan anak-anak saya. 

Tulisan inspiring di kaos bali :D

 "Mbak, lu sekarang dah sukses ya?, jalan-jalan mulu"
"Hidupmu enak banget yah jeng, traveling terus nih"
"Waah dah makmur nih sekarang, sering lihat statusnya jalan-jalan"
Beberapa komentar seperti itu pernah mampir. . 

Ada sebuah tulisan di kaos, buah tangan dari bali, yang mungkin bisa merespon komentar-komentar di atas:
"Jangan menunggu kaya baru berlibur ke bali, tetapi berliburlah ke bali maka anda akan merasa kaya

Ya, "Jangan menunggu kaya baru berlibur dengan anak-anak, tetapi menjelajahlah bersama anak-anak, maka anda akan merasa kaya"

Memang, berlibur atau bepergian dengan anak-anak membutuhkan persiapan dan kesiapan lebih. Tetapi, disitulah seninya menjadi orang tua yang bepergian bersama anak-anaknya. Menjadi kreatif dan mampu mengatur biaya.

Waktu tidak dapat diulang. Sebentar saja, anak-anak kita sudah tumbuh dewasa, lebih nyaman bepergian sendiri atau bersama teman-temannya. So, the time is now!
Tidak ada alasan too busy and too tired . . Mari menjelajah!

*botram istilah dalam bahasa sunda yang artinya berkumpul dan makan bersama-sama bekal yang telah dibawa  sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar