Selasa, 06 Oktober 2015

Amatoa Resort Tanjung Bira : a perfect view from your bedroom, Sebuah Review

Perfect View from your bedroom at Amatoa Resort, Tanjung Bira
+fotojelajahsuwanto+
 . . . Tonight I celebrate my love for you
And soon this old world will seem brand new
Tonight we will both discover
How friends turn into lovers
When I make love to you . . ..


Begitulah kira-kira semestinya alunan musik menyambut kami, ketika memasuki bungalow Amatoa Resort yang akan menjadi tempat menginap malam itu.

Tapi ahhhh krucil – krucil itu begitu bahagia menemukan tempat ini, mereka sudah berkejar-kejaran saja mengitari tempat tidur. Lupakan saja merayakan cinta berdua, kita rayakan saja kebersamaan sebagai sebuah keluarga, ayah. .:D



Perairan Tanjung Bira dan Siluet Pulau Liukang Loe dari teras bungalow Amatoa Resort +fotojelajahsuwanto+

Save the best for last, begitu kata ayah saat mengirimkan foto bungalow Amatoa Resort ini. Betapa tidak, dari tempat tidur, kami mendapat pemandangan yang luar biasa. Birunya perairan Tanjung Bira dengan Pulau Liukang Loe sebagai latar. What a perfect view.

Senja menjelang dari bungalow Amatoa Resort  +fotojelajahsuwanto+

Kami memutuskan kembali ke Tanjung Bira, kira-kira 2 minggu sebelumnya. Kali ini disepakati mencoba menginap dengan nuansa lain. Amatoa Resort menjadi salah satu pilihan sejak semula. Namun ternyata, hingga tanggal 25 September, Amatoa sudah full booked. Bersyukur masih ada room yang available di tanggal 26 September 2015. Bungalow baru di belakang bangunan lama.
Bungalow Amatoa Resort tampak samping dan tampak depan  +fotojelajahsuwanto+


Bau cat masih menguar di dalam ruangan kayu ini. Serbuk-serbuk bambu dari tempat lampu masih berjatuhan di kamar mandi. Namun, itu hanya hal kecil yang sama sekali tidak merusak suasana.
Kamar Mandi di Bungalow Amatoa Resort +fotojelajahsuwanto+

Bungalow bercat putih ini berada di ketinggian yang pas untuk melihat lautan dan siluet pulau Liukang loe di seberang sana. Tangga kayu menuju ke bungalow saja sudah menjadi hal yang menarik buat anak-anak. Bolak balik mereka turun naik mencobanya. Capee deh. .
Kursi kayu untuk bermalas-malasan di teras bungalow Amatoa Resort +fotojelajahsuwanto+

Teras bungalow dilengkapi dengan kursi malas yang dilengkapi busa dan bantal-bantal. Cocok untuk bersantai. Dua lampion sebagai tempat penerangan menjadi pemanis yang pas. Sebenarnya bungalow ini bersahaja. Bahan-bahannya dari kayu lama, tapi justru malah memberi kesan eksotis.
 
Malam di bungalow Amatoa Resort +fotojelajahsuwanto+


Masuk ke dalam bungalow, tempat tidur ukuran double menjadi sentralnya. Nuansa putih dan coklat memberi kesan yang hangat di dalam ruangan ini. Dua kursi berwarna biru, sebuah meja kecil, lemari berwarna putih dilengkapi dengan berangkas kecil dan mini refrigerator. Sebuah lukisan Budha tergantung di dinding memberi rasa damai. Penerangan di ruangan pun dibuat sedemikian rupa memberi kesan romantis. Cocok banget untuk tempat berduaan dengan suami . . mestinya :p
Dinding kolam renang amatoa resort dilihat dari restoran +fotojelajahsuwanto+

Sebelumnya kami telah diberi informasi melalui email, bahwa tidak ada ekstra bed dan televisi di dalam ruangan. Maka untuk mensiasati hal ini, bed cover kesayangan mas diboyong dari Makassar. Untunglah bantalan kursi malas di teras, persis seukuran kasur single, tinggal ditutup bed cover, jadi deh, empuk dan nyaman. 
Tidak ada televisi bukan masalah besar. Bermain scrable bersama anak-anak jauh lebih mengasyikan daripada semua keramaian semu yang ditawarkan televisi itu.
Salah satu daya tarik Amatoa Resort: kolam renang dengan pemandangan ke laut lepas  +fotojelajahsuwanto+
Fasilitas yang menjadi daya tarik Amatoa Resort adalah Kolam Renangnya. Dari sini sunset terlihat dengan jelas. Siapkanlah perlengkapan renang pribadi untuk bersenang-senang di sini.
Tangga langsung menuju laut. sayang di pagi hari masih pasang #amatoaresort +fotojelajahsuwanto+
Amatoa resort berada di atas tebing karang. Mereka tidak memiliki garis pantai. Akan tetapi disediakan tangga langsung menuju laut. Terumbu karang yang indah menunggu di sana. Tamu dapat juga berenang dan snorkeling. Jangan lupa persiapkan peralatan snorkeling pribadi atau dapat juga meminta bantuan staf resort untuk menyewa alat snorkeling.
Dinner di bawah silvery moon light di restoran Amatoa Resort +fotojelajahsuwanto+
Restoran Amatoa Resort khusus tamu sangat nyaman. Pemandangan langsung ke laut lepas. Sepoi angin dan deburan ombak menemani makan malam kami. Bonus cahaya bulan perak di langit malam. hmmmm . . so beautiful. 
Menu yang ditawarkan cukup beragam, ala-ala western, sea food dan nasi goreng juga tak ketinggalan. Malam itu kami memesan Prawn saus tamarin, Onion ring dan Capcay. Harganya disesuaikan dengan tempat, 50ribu ke atas. Soal rasa, selera ya, lumayan enak.
Menikmati sarapan pagi prasmanan di Restoran Amatoa Resort +fotojelajahsuwanto+
Untuk sarapan pagi, sudah termasuk dengan harga kamar. Sarapan dibuat prasmanan. menunya nasi goreng, mie goreng, sosis, omelet, daging asap, jus pepaya, teh dan kopi. Sambil menikmati sarapan, anak-anak dibacakan cerita dari Buku "Why I Love My Daddy"
We love U, Ayah @amatoa resort +fotojelajahsuwanto+
I love my daddy... because... he is strong, clever, keeps me safe and cosy, plays with me, carries me, handsome, funny, fixes things, has the best ideas, and he is my best friend. We love You, Ayah. Thanks for this awesome holiday #bighugfrombundamas&adek




eksterior bangunan Amatoa Resort  +fotojelajahsuwanto+

Kembali ke Amatoa Resort. Arsitektur dan interior kamar dirancang dengan apik. Perpaduan harmonis etnik tradisional nature... Betah rasanya lama-lama tinggal di sini.
Sejuk, damai dan tenang, kesan dari amatoa Resort   +fotojelajahsuwanto+
Pepohonan yang rindang, pandan laut, kaktus dan bougenvile ditata manis. Sejuk dan tenang itulah kesan yang tercipta secara keseluruhan dari tempat ini.
 
Leyeh-leyeh di bale-bale Amatoa Resort .. ssstt jangan keras-keras, adek kecil almost sleepy +fotojelajahsuwanto+

Menghabiskan waktu di Amatoa resort saja sudah cukup bagi kami. Anak-anak juga tumben-tumbenan tidak mau lagi bermain ke pantai. Sepertinya mereka kelelahan atau mungkin sudah merasa puas, dua hari bercengkrama dengan Pantai Bira dan Bara. Atau mungkin juga aura Amatoa yang bikin nyaman untuk malas-malasan. Bale - bale yang menghadap ke lautnya memang keren. Kegiatan Keluarga Suwanto selama di Amatoa, berenang di sore hari sampai mengantar matahari menuju peraduannya. Bermain Scrable, bermain gelembung, baca buku, leyeh-leyeh . . 
Bermain gelembung di teras bungalow Amatoa Resort +fotojelajahsuwanto+
Para staf Amatoa resort sangat ramah dan murah senyum. Tetapi mereka juga tegas membatasi tamu yang menyelinap ke area restoran view laut khusus tamu. Sehingga kenyamanan tamu resort benar-benar terjamin. Restoran yang terbuka untuk umum ada di bagian belakang resort, bersebelahan dengan bungalow yang kami tempati. 
Sunset dari kolam renang Amatoa Resort +fotojelajahsuwanto+
Amatoa Resort ini tempatnya jauh dari keramaian, hanya ada 9 kamar saat ini. dua bungalow baru dibuka untuk umum tahun 2015 ini. Kesan dari luar memang eksklusif dan tertutup. Resort milik warga spanyol ini baru dibuka untuk domestik mulai 3 tahun lalu, biasa hanya untuk melayani tamu asing. Begitu kata petugas resepsionis.

Untuk reservasi di Amatoa Resort bisa melalui telepon langsung di 0812 4296 5500. Informasinya bisa dilihat di  www.amatoaresort.com, email: info@amatoaresort.com. Bisa juga melalui Agoda, Booking.com atau Travel Agent. Disarankan jauh-jauh hari untuk reservasi di sini. 
Fans berat Amatoa resort  +fotojelajahsuwanto+
Dari obrolan seru keluarga Suwanto: ayah, bunda, mas, memberi Amatoa urutan kedua untuk didatangi kembali selama ke Tanjung Bira. Hanya adek yang keukeuh memberi urutan pertama. Adek jatuh cinta pada kolam renangnya, di sana adek menemukan renang gaya baru, gaya ikan salmon katanya . . . :D
Pertimbangan kami, Amatoa lebih cocok untuk couple tanpa ribut dibut anak-anak... hehe maunyaa tuh. Untuk Keluarga, kami punya pilihan sendiri.
Pagi di bungalow Amatoa Resort   +fotojelajahsuwanto+
Bagi mereka yang ingin merayakan cinta dan kebersamaan, Amatoa Resort bisa menjadi pilihan selama di Tanjung Bira.

4 komentar:

  1. sayang belum sempat nginep di Amatoa, konon ktnya ratenya mahal ya bun?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallooo mbak Yos... thanks ya dah mampir ke blog kami :d
      lumayan ratenya mbak, waktu itu dapat 1,7
      Ayuukk kapan kembali k Makassar, main bareng yah ntar

      Hapus
  2. mas ini pesan kamarnya yang tipe apa ya?

    BalasHapus
  3. hallo bu brigita marchsya terima kasih sudah berkunjung di jelajahsuwanto.
    waktu itu kami menggunakan Type of room: Standard Bungalow bu.

    Salam,
    Sri

    BalasHapus