Kamis, 15 September 2016

Sunburn (Terbakar Matahari) & Cara Mengatasinya

Kulit Terbakar Matahari
Kulit yang terkena sunburn berwarna merah dan terasa agak perih || JelajahSuwanto


Pertama kali mendatangi Tanjung Bira, Keluarga Suwanto begitu terpesona akan kecantikannya. Belum pernah kami menginjakkan kaki di pasir putih selembut bedak. Apalagi, biru tosca-nya yang segar membuat kami lupa diri lupa waktu. Dari pagi sampai sore hari, kami bermain di  pantai dan perairan Tanjung Bira. Berenang-renang, mencari kerang, naik banana boat, main bola, tiduran di pasir. Tiada bosannya. 

Dan, tak satu pun dari Ayah dan Bundanya ingat untuk menggunakan tabir surya alias sunblock.

Memang tidak terjadi apa-apa selama menikmati pantai. Masalah baru terasa begitu tiba di Makassar. Dua hari setelah bercengkerama di air laut itu.

Kulit kami terbakar terkena sunburn (sengatan matahari).

Mas dan ayah, yang paling kena dampaknya karena tidak memakai lengan panjang. Kulit yang terpapar sinar matahari menjadi lebih hitam alias gosong. Kemerahan di sekitar leher dan wajah. Disertai rasa perih.
Sehari setelah itu kulit mas yang gosong bahkan sampai terkelupas. Yup, kami benar-benar terbakar di Tanjung Bira.
 
Duuh, ini pelajaran penting banget lho.

Terlalu lama terkena paparan sinar ultraviolet matahari dapat menimbulkan bahaya merusak kulit. Bukan saja luka bakar, tetapi dapat juga memicu keriput, bintik hitam dan beresiko meningkatkan kanker kulit.


Terbakar Matahari kelamaan di pantai Tanjung Bira
Terbakar (sunburn) di Tanjung Bira || JelajahSuwanto


Bagaimana Jika Kulit Sudah Terlanjur Terbakar Matahari?

Yang pertama saya pikirkan adalah bagaimana meredakan rasa perih dan mendinginkan kulitBuru-buru cari lidah buaya di  halaman rumah.

Lidah buaya dicuci bersih, kupas dan lendirnya dioleskan ke seluruh bagian tubuh yang terbakar. 

Itulah mengapa saya menanam apotik hidup di halaman rumah, semacam Lidah Buaya. Ini menjadi pertolongan alami jika sewaktu-waktu dibutuhkan. 


Lidah Buaya untuk mendinginkan kulit sunburn
Tanaman Lidah Buaya di halaman rumah || JelajahSuwanto


Selain cara alami dengan lidah buaya, saya juga mengoleskan Bioplacenton pada kulit. Rasa dinginnya membuat nyaman. Saya berharap bioplacenton dapat mempercepat proses penyembuhan.

Cerewet mengingatkan si Mas agar tidak memecahkan luka lepuh.

Jika terlanjur pecah tidak ada lapisan pelindung lagi di bagian luka. Khawatir malah memicu infeksi. Lebih baik jika lepuhannya pecah sendiri. Baru setelah pecah ditotol krim bioplacenton tadi. Ditelatenin setiap hari, sambil menunggu kulit memperbaiki dirinya sendiri.

Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyembuhkan kulit yang terkena sunburn ini.
Apalagi mengembalikan kulit yang gosong. Makanya, penting banget melakukan pencegahan agar tidak terkena sunburn.


Mencegah Sunburn

Belajar dari pengalaman tersebut, sekarang sebelum berangkat ke pantai lirik-lirik waktu dulu. Radiasi sinar UV matahari terkuat antara jam 10 sampai jam 4 sore. Jika tak bisa tahan pergi di jam tersebut, gunakan pakaian lengan panjang atau manset untuk melindungi kulit. Bawa topi lebar dan kaca mata hitam.

Terpenting pakai tabir surya atau Sunblock sebelum pergi ke pantai, minimal SPF 30. 

Apa itu SPF

SPF merupakan kepanjangan dari Sun Protection Factor. Jumlah SPF yang tertera dalam suatu produk merupakan indikator berapa lama dan setiap berapa kali kita dapat memakai tabir surya di bawah sinar matahari.

Disarankan setiap dua jam sekali harus mengoles kembali kulit dengan tabir surya.

Saya membaca dari laman Vemale, menurut dr. James M. Spencer seorang ahli dermatologi,  SPF 15 mampu mencegah sekitar 94% sinar UVB, sedangkan SPF 30 mampu mencegah sekitar 97% sinar UVB, dan SPF 45 ke atas mampu mencegah sekitar 98% UV B.

Perlu diperhatikan, seberapapun tinggi SPF sebuah produk, tak ada jaminan akan melindungi kulit hingga 100%.

American Academy of Dermatology merekomendasikan setiap orang memakai produk dengan SPF minimal 15.



Produk Tabir Surya Yang Kami Gunakan

 
Parasol SPF30

Pertama kami memakai perlindungan Parasol Sunblock lotion dengan SPF 30. 
Produk ini cukup membantu. 

Namun kami kurang suka memakainya karena terasa lengket di kulit. 

Selain itu bila diaplikasikan di wajah, jadi terlihat meling-meling berminyak.

 
Sun Zone UV Protector Face and Exposed Areas SPF 50
 || JelajahSuwanto

Setelah Parasol, kami beralih ke Sun Zone UV Protector Face and Exposed Areas SPF 50 High dari Oriflame.

Sun Zone menggabungkan UVA dan UVB filter dengan antioksidan Vitamin E untuk formula lembut yang melindungi kulit.

Teksturnya ringan, cepat menyerap. Dan yang paling saya suka karena tidak berminyak, nyaman dipakai, juga tidak lengket.




Akhirnya Bunda menemukan pelindung matahari yang cukup ampuhbagi Keluarga Suwanto.
Sekarang kami tak takut kena sunburn lagi, selalu ingat pakai sunblock sebelum kegiatan outdoor. Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati.


Bermain pasir saat sunzone di Liukang Loe
Bermain pasir di Pantai ? Siapa takut sudah pakai sunzone || JelajahSuwanto







































Tidak ada komentar:

Posting Komentar