Selasa, 30 Agustus 2016

Jelajah Tana Toraja: 4hari 3Malam

 
Kete Kesu, salah satu ikon Tana Toraja +fotojelajahsuwanto

Natalan pertama di tanah rantau, masih belum dapat jatah pulang kampuang. Daripada merana, mending melanglang buana. Tana Toraja kami datang.
Keluarga Suwanto sepakat akan pergi pada saat Festival Lovely December. Penginapan menjadi agenda pertama yang harus dikerjakan. Setelah browsang-browsing, Rantepao di Toraja Utara adalah pilihan kami menginap. Dari Rantepao cukup strategis dapat menjangkau banyak tempat wisata di Toraja Utara. 

Hotel Indra Toraja, Rantepao +fotojelajahsuwanto
Hotel Indra Toraja menjadi basecamp Keluarga Suwanto selama 3 malam jelajah Tana Toraja. Lokasinya di tengah kota Rantepao. Dekat dengan jalan utama, art shopping center, dan Gereja Katolik. Terletak di Jl. Landorundun No. 63 Rantepao, Toraja Utara. 
Informasi bisa diakses di www.indratorajahotel.com Telp yang dapat dihubungi 0423 – 21583, email: indrahotel63@yahoo.com
Selama stay, banyak bule menginap di hotel ini. Saya berasumsi hotel ini cukup terkenal di Rantepao. Menawarkan keramahan dan kenyamanan dengan rate harga menengah. Kamarnya bersih, tamannya asri dan suasana cukup tenang. Over all memuaskan.


HARI PERTAMA
 
Hujan di pesisir Pangkep menuju Tana Toraja +fotojelajahsuwanto

Hari pertama Jelajah Tana Toraja dihabiskan untuk perjalanan yang menyenangkan.
Keluarga Suwanto berangkat dari Makassar tanggal 26 Desember menggunakan kendaraan pribadi. Anak-anak selalu menikmati berkendara. Apalagi hampir sepanjang perjalanan wiper bergerak terus menyapu rintik hujan di kaca mobil. Dua kakak beradik punya kecocokan imajinasi dari wiper yang bekerja. Entah apa. Pastinya seru.


Tertahan Pohon Tumbang sebelum Sidrap menuju Tana Toraja +fotojelajahsuwanto
Jarak Makassar Tana Toraja sekitar 350 km. Kami tempuh selama 8 jam karena terhambat pohon tumbang saat masuk daerah Sidrap (Sidenreng Rappang). 
Jalur darat Makassar – Tana Toraja menawarkan keindahan Sulawesi Selatan yang khas. Gugusan karst daerah Maros hingga Pangkep (Pangkajene Kepulauan). Pemandangan pesisir laut sepanjang Pangkep hingga Parepare. Dan eksotisme perbukitan, pegunungan Enrekang hingga Tana Toraja.

Berikut Kota-kota besar yang kami lewati Makassar – Maros – Pangkajene Kepulauan (Pangkep) – Barru - Parepare – Sidenreng – Enrekang – Tana Toraja (Makale – Rantepao). 

Gunung Nona yang terkenal di Enrekang menuju Tana Toraja +fotojelajahsuwanto
Waktu menunjuk ke angka 3.33 PM, ketika kami tiba di Villa & Resto Bambapuang Enrekang. Ini adalah persinggahan yang tepat untuk recharge energi setelah lelah berkendara sejauh 235 Km. 
Kopi hitam, soto panas dan nasi goreng menjadi pilihan menu. Dari Villa ini pemandangan Gunung Nona yang tersohor, sempurna di depan mata. 
Gunung nona disebut juga erotic mountain atau Buttu Kabobong dalam bahasa setempat. Bentuknya memang seperti huruf V yang diasosiasikan dengan Vagina. 
Selepas hujan gerombolan awan putih melayang nun di kehijauan pegunungan, memang spektakuler.


Perbukitan kapur menuju Tana Toraja +fotojelajahsuwanto
Tana Toraja tak sampai dua jam dari Enrekang. Malam hampir tiba ketika kami melewati Gapura Selamat datang Tana Toraja. Lampu-lampu kecil berkelap-kelip menghias sepanjang jalan. Nuansa natal begitu terasa di tanah lahir To Riaja “orang yang berdiam di negeri atas”. 

Tujuan kami segera menemukan Hotel Indra di Rantepao. 
Setelah melapor ke resepsionis dan mendapat kunci, langsung menggiring anak-anak bersih-bersih badan. Malam itu kami memesan makanan dari hotel dan segera pulas tertidur.


HARI KEDUA
 
Rante Karassik Rantepao Tana Toraja +fotojelajahsuwanto
Hotel Indra menyediakan fotocopy selembar kertas Map of Tana Toraja. Ada 21 tempat menarik tertulis di kertas tersebut. Yang terdekat adalah Karassik, Kete Kesu dan Londa.

Memasuki Londa Tana Toraja +fotojelajahsuwanto
Hari kedua kami mengeksplorasi ketiga tempat tersebut. Dan Tuhan mengirim tangan kasihNya. Seorang Ibu dan keluarganya berbagi salam perkenalan di Londa. Ternyata mereka datang dari Makassar dan sedang menghadiri upacara Rambu Solo neneknya. Kami beroleh berkat dapat menyaksikan dari dekat upacara tersebut, makan siang gratis plus menambah saudara di perantauan. 

Perjalanan selalu penuh kejutan bagi mereka yang membuka hati.  

Menyaksikan Upacara Rambu Solo di Tana Toraja +fotojelajahsuwanto

Malamnya, anak-anak sudah kelelahan. Mereka pilih tinggal di kamar menonton TV dan nitip dibelikan makanan saja. So, Ayah dan Bunda minta waktu paling lama 45 menit untuk hunting makan malam. Dari Hotel Indra, kami jalan kaki tak sampai 10 menit ke seputaran Tugu Pongtiku di pasar Rantepao. 
Suasana malam di pasar ini cukup ramai. Ada tukang bakso, sate madura dan kedai sarabba yang ramai pengunjung. Saya memesan sate ayam lontong. Tukang satenya, sepasang Kakek-Nenek, benar orang Madura yang sudah merantau hampir 20 tahun di Rantepao. 

Sembari menunggu sate dibakar, ayah dan bunda nongkrong sejenak di Kedai Sarraba.  Hangaat.

HARI KETIGA

Persiapan Festival Lovely December Tana Toraja +fotojelajahsuwanto
Pk. 07.34 AM, Keluarga Suwanto sudah semangat on the road, kami survei tempat perhelatan Festival Lovely December Tana Toraja
Tempat pelaksanaan di lapangan Besar Rantepao, tak jauh dari Hotel Indra. Festival dihadiri berbagai elemen masyarakat. Semacam pawai dan atraksi budaya dipergelarkan bagi umum. Acaranya sungguh meriah. 

Setelah cukup puas melihat dan mengabadikan acara Festival Lovely December, Keluarga Suwanto  melanjutkan perjalanan ke Kalimbuang Bori, sekitar 6 Km dari Rantepao.

Kalimbuang Bori Tana Toraja +fotojelajahsuwanto
Yang selalu menarik dari setiap perjalanan, kami masih buta daerah yang akan dituju. Kadang tersesat, kebablasan karena kepedean atau sok tahu. Adakalanya memang harus berhenti sejenak, mengambil napas, bertanya kepada seseorang. Dan yang terpenting bergerak melanjutkan kembali.  Itulah seninya sebuah jelajah. Ada banyak interaksi, kebaikan dan pengalaman pertama.

Menonton Adu Tedong di Tana Toraja +fotojelajahsuwanto


Seperti perjalanan pulang menuju hotel dari Kalimbuang Bori. Berbekal ingin tahu yang kuat dan mencoba berani bertanya pada warga sekitar, kami dapat ikut menyaksikan Adu  Tedong alias kerbau di pedesaan yang segar. 
Sebelum menemukan jalan utama, masih nyasar lagi dan menemukan pagelaran goweser di kompleks tongkonan. 

Rumah Makan Gemael di Rantepao, Tana Toraja +fotojelajahsuwanto
Hadiah bagi kaki-kaki yang lelah malam itu adalah sepiring capcay goreng haram yang enak banget, kata si Mas. Rumah makan Cina dekat Hotel Indra sebelum tugu Pongtiku. Mie ayamnya juga mantap. Harganya ramah di kantong.

Jalan kaki ke poros utama, deretan art shoping center menawarkan berbagai souvenir. Waktunya hunting oleh-oleh. Aksesoris seperti gelang & kalung dari manik-manik, Kaos, Miniatur rumah tongkonan, Kain khas Toraja, badik, lukisan kayu, dan makanan lengkap tersedia. Tinggal pilih mana suka. Harganya dari 5rb hingga ratusan ribu. 


HARI KEEMPAT
 
Merayakan Ekaristi di Gereja Santa Theresia Rantepao Tana Toraja +fotojelajahsuwanto


Sudah hari Minggu saja. Pk.06.00 WITA kami merayakan Ekaristi di Gereja Katolik Santa Theresia Rantepao persis di depan Hotel Indra. Gereja sedang di renovasi, nampak bambu-bambu masih terpasang. Namun sama sekali tak menganggu kesakralan prosesi ekaristi kudus.

Pulang misa sarapan di hotel, lanjut ke Pasar Rantepao. Suka deh belanja di sini. Sekalian nyetok bumbu, laos, cabe khas toraja, ebi kecil, dll. (dasar bu ibuk). Hunting Kaos seputaran Lutha Hotel, lanjut kulineran khas Toraja di di Pong Buri.
 
Lemo Tana Toraja +fotojelajahsuwanto

Check out dari Hotel Indra  Pk.12.00 WITA, kami masih mampir ke Lemo, sekitar 9 km ke arah Makale. Baru bersiap kembali ke Makassar sekitar empat sore. Sempat singgah beli oleh-oleh Salak khas Enrekang lalu terus melanjutkan perjalanan pulang. 

Malam semakin turun, seru-seruan di jalanan berkelok dan berhutan, Sidrap menuju Parepare. Bunda harus juga sesigap Ayah, jangan sampai mengantuk, walaupun kadang teklak tekluk juga. Tugas bunda menemani Ayah melek selama menyetir. Tengah malam, kami beristirahat minum kopi dan mencicipi dange di Pangkep.

 
Sampai jumpa Tana Toraja +fotojelajahsuwanto

 
Dini hari, Keluarga Suwanto tiba di Makassar dengan selamat. Tinggal beristirahat juga bergulat dengan cucian kotor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar