Senin, 17 Juli 2017

Ranger Station : Suaka Alam Perairan Raja Ampat Wagieo Sebelah barat


Ranger Station Raja Ampat JelajahSuwanto
 Ranger Station Raja Ampat, Suaka Alam Perairan (SAP) Waigeo Sebelah Barat +jelajahsuwanto

Setelah berdebar-debar melewati ayunan ombak, Keluarga Suwanto memasuki wilayah tenang. Pasir putih nun di sana memendarkan tosca, biru kehijauan pada air laut. Lalu menyebarkan damai pada kami di atas boat yang baru saja lepas dari was-was.
Pulau hijau yang membentengi perairan teduh ini termasuk pada zonasi Suaka Alam Perairan (SAP) Waigeo Sebelah Barat. Orang lebih mengenal kawasan SAP ini sebagai Ranger Station. Biasanya wisatawan yang akan menuju Laguna Wayag akan dibawa ke tempat ini terlebih dahulu. Ranger Station bisa dikatakan sebagai gerbang menuju Wayag. 


Ranger Station Raja Ampat JelajahSuwanto
 Ranger Station Raja Ampat, Suaka Alam Perairan (SAP) Waigeo Sebelah Barat +jelajahsuwanto
SAP Waigeo Sebelah Barat terbentang dari Kepulauan Wayag dan Sayang Piai di barat laut Raja Ampat, yang juga berbatasan dengan Laut Halmahera. Luasnya mencapai 271.630 Ha. Masih banyak pulau-pulau kosong tak berpenduduk di kawasan ini. Namun, secara adat, SAP Waigeo Barat menjadi wilayah petuanan masyarakat Sub Suku Kawe yang menetap di Kampung Salio dan Selpele. Selain indah, tempat ini dilimpahi keanekaragaman hayati biota laut. Posisinya tepat di jantung segitiga terumbu karang dunia.

Ranger Station Raja Ampat JelajahSuwanto
 Ranger Station Raja Ampat, Suaka Alam Perairan (SAP) Waigeo Sebelah Barat; Disambut  +jelajahsuwanto
Di jetty, dermaga kayu, boat Kawe Star merapat. Seorang bapak dengan bibir semerah pinang merekahkan senyum yang hangat. Ia menyambut dan mempersilakan kami berkeliling Ranger Station. Selain itu, beliau juga membantu kami memotong ikan cakalang kambing menjadi bagian kecil-kecil. Siap menjadi santapan hiu. 

Feeding Shark

Ranger Station Raja Ampat JelajahSuwanto
 Ranger Station Raja Ampat, Suaka Alam Perairan (SAP) Waigeo Sebelah Barat: Feeding Shark  +jelajahsuwanto

Kami bisa feeding shark di Ranger Station. Yup, banyak sekali hiu di sini. Kepulauan Raja Ampat boleh berbangga karena termasuk salah satu habitat alami hiu. Bahagia sekali adek kecil, melempar potongan ikan segar ke perairan. Siapa sangka memberi makan ikan dapat membawa kesenangan tersendiri.


Ranger Station Raja Ampat JelajahSuwanto
 Ranger Station Raja Ampat, Suaka Alam Perairan (SAP) Waigeo Sebelah Barat: Membeli ikan +jelajahsuwanto
Di tengah perjalanan, Ompoll memanggil bapak nelayan. Transaksi jual beli terjadi di atas ayunan gelombang. Saya sih ngeri-ngeri sedap melihatnya. Luar biasa ya, perjuangan para nelayan Indonesia. Salut.
Kami mendapat dua ekor ikan cakalang kambing. Satu menjadi oleh-oleh untuk hiu di Ranger Station dan satunya lagi buat santap malam di Talaip Homestay.


Ranger Station Raja Ampat JelajahSuwanto
 Ranger Station Raja Ampat, Suaka Alam Perairan (SAP) Waigeo Sebelah Barat: Blacktip reef shark +jelajahsuwanto
Adalah hiu karang sirip hitam atau blacktip reef shark yang kami jumpai di perairan depan Ranger Station. Hiu ini mudah diidentifikasi karena memiliki warna hitam pada siripnya.  Warna tubuh abu-abu, dan putih pada bagian perut. Panjangnya bisa mencapai 1,6 meter. Ia memang penghuni perairan terumbu karang tropis, suka di perairan dangkal dan berpasir. Makanan hiu sirip hitam yaitu hampir semua ikan kecil di sekitarnya. 
Meski ia adalah predator puncak di perairan karang, namun hiu sirip hitam cenderung pemalu dan menghindari kontak dengan manusia. So, jangan khawatir, si dia tidak agresif. Kecuali kalau cium darah ya :)

Ranger Station Raja Ampat JelajahSuwanto
 Ranger Station Raja Ampat, Suaka Alam Perairan (SAP) Waigeo Sebelah Barat: Simboisme Komensalis Hiu & Remora +jelajahsuwanto
Bila ada Hiu, di situ pasti ada Remora. Mereka seperti Indoma*t & Al*amarft, pasangan yang selalu mau berduaan. Entah serasi atau tidak.
Ikan Remora adalah pembonceng setia hiu, ia akan berenang kemanapun hiu pergi. Remora banyak mengambil keuntungan dari hiu. Pertama aman dari ancaman pemangsanya. Karena, tentu saja, siapa yang tidak takut dengan hiu? 
Kedua, Remora kenyang tanpa perlu susah payah mencari makan. Ia mendapat gratisan sisa makanan hiu. Sementara si hiu sih cuek-cuek saja, ia tidak diuntungkan oleh Remora, meski juga tidak dirugikan. Remora tidak “ngaruh” buat hiu. Ini adalah Simbois komensalime, yaitu hubungan antara dua organisme dimana hanya satu pihak yang diuntungkan. 

Zona Sasi

Ranger Station Raja Ampat JelajahSuwanto
 Ranger Station Raja Ampat, Suaka Alam Perairan (SAP) Waigeo Sebelah Barat: Jetty  +jelajahsuwanto
Termasuk dalam zonasi SAP, Ranger Station merupakan Kawasan Konservasi Perairan Nasional yang diatur oleh peraturan pemerintah. Kawasan ini telah dibedakan fungsi dan kondisinya dari sisi ekologis, sosial, ekonomi dan budaya masyarakat. Kemudian dijabarkan menjadi zona inti, zona pemanfaatan dan zona perikanan berkelanjutan, sub zona perikanan tradisional dan zona sasi. 
Ranger Station termasuk dalam zona sasi atau Kamar Ikan. Dimana untuk pemanfaatan sumber daya perairannya telah diatur sesuai peraturan masyarakat adat. Tak heran, hari ini kami melihat gerombolan ikan bebas bergembira ria. Takjub.

Ranger Station Raja Ampat JelajahSuwanto
 Ranger Station Raja Ampat, Suaka Alam Perairan (SAP) Waigeo Sebelah Barat +jelajahsuwanto
Sasi adalah hukum adat berupa larangan mengambil sesuatu di lokasi tertentu. Sasi lebih dikenal di Indonesia bagian timur, khususnya Papua dan Maluku. Prosesi sasi dimulai dengan penutupan wilayah perairan dari segala aktivitas penangkapan dan pengambilan sumber daya dalam jangka waktu yang telah disepakati bersama. Selama periode ini, biota laut memiliki kemerdekaan berkembang biak tanpa gangguan manusia. Maka, jangan heran ketika masa sasi dibuka kembali, hasilnya dapat berlimpah ruah.
Untuk menjaga sasi berjalan sesuai harapan, ada sanksi yang cukup berat bagi mereka yang melanggar. Jadi, sebaiknya sasi dipatuhi sebagai upaya untuk melestarikan kekayaan laut dan menjaga populasi biota laut. 



Fasilitas di Ranger Station

Ranger Station Raja Ampat JelajahSuwanto
 Ranger Station Raja Ampat, Suaka Alam Perairan (SAP) Waigeo Sebelah Barat; Pasir Putih +jelajahsuwanto
Ranger station berada di sebuah pulau hijau yang terawat dengan baik. Ada beberapa bangunan terbuat dari kayu berwarna mahogany, kamar mandi dan aula pertemuan beralas tanah. Kawasan konservasi ini dapat dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan juga kegiatan pariwisata dan perikanan berkelanjutan.
Bila cuaca dan gelombang lautan memburuk, para pelaut sudah tahu kemana harus berlindung. Tempat ini adalah persinggahan yang aman. 

Ranger Station Raja Ampat JelajahSuwanto
 Ranger Station Raja Ampat, Suaka Alam Perairan (SAP) Waigeo Sebelah Barat +jelajahsuwanto

Ranger Station Raja Ampat JelajahSuwanto
 Ranger Station Raja Ampat, Suaka Alam Perairan (SAP) Waigeo Sebelah Barat +jelajahsuwanto

Kami tidak lama-lama di Ranger Station. Setelah puas feeding shark, Keluarga Suwanto segera menyampaikan selamat tinggal pada hiu sirip hitam, ikan karang dan gerombolan ikan lainnya. Tak lupa mengucap terima kasih pada bapak ranger yang ramah.

Ranger Station Raja Ampat JelajahSuwanto
 Ranger Station Raja Ampat, Suaka Alam Perairan (SAP) Waigeo Sebelah Barat: Keluarga Suwanto  +jelajahsuwanto

Banyak harapan bagi Ranger Station SAP Wagieo sebelah Barat ini. Semoga terjaga keasriannya dan lestari sumber daya lautnya. Tetap menjadi sanctuary yang dirindukan bagi mereka yang singgah ke sana.

Puncak Wayag, kami segera datang.

Ranger Station Raja Ampat JelajahSuwanto
 Ranger Station Raja Ampat, Suaka Alam Perairan (SAP) Waigeo Sebelah Barat ; menuju Wayag +jelajahsuwanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar