Monumen Yesus Memberkati Manado, Manifestasi Cinta Kasih Ciputra

Monumen Tuhan Yesus Memberkati, Manado suatu pagi
Monumen Tuhan Yesus Memberkati, Manado, early morning || jelajahsuwanto


Selepas jelajah Tomohon pada 2014 lampau, Keluarga Suwanto mengaso di kawasan pertokoan Citraland, Manado. Pandangan kami tertuju pada sebuah patung Yesus Memberkati persis di atas jalan utama. Wajah Yesus dan tanganNYA yang terentang seakan mengajak kian dekat. “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

Beberapa tahun kemudian cerita kehidupan membawa kembali Keluarga Suwanto ke kota Manado, ke sebuah tempat di bawah pandang Tuhan Yesus Memberkati. Di sana, di bawah monumen Yesus Memberkati kami mengukir kisah tentang indahnya persahabatan, kerukunan, mimpi-mimpi dan harapan.

Dr. (HC) Ir. Ciputra, Penggagas Monumen Yesus Memberkati Manado

Adalah almarhum Dr. (HC) Ir. Ciputra, penggagas Monumen Yesus Memberkati Manado. Menelusuri kisah pembuatan monumen ini, hormat yang dalam untuk beliau. Bagaimana ungkapan syukur, kedekatan dengan Tuhan dan filantropi-nya Pak Ci termanifestasi dalam Patung Tuhan Yesus Memberkati. Luar biasa.

Singgah sejenak di Monumen Yesus Memberkati pada suatu senja di awal tahun 2014 || jelajahsuwanto
Singgah sejenak di Monumen Yesus Memberkati pada suatu senja di awal tahun 2014 || jelajahsuwanto


Patung Tuhan Yesus Memberkati berdiri megah di bukit tertinggi Perumahan Citraland City of Blessings, Manado. Perbukitan hijau, nun birunya laut dan perkotaan Manado tertangkap sempurna tepat dari puncak. Di lokasi tersebut, yang dinamai kavling Royal Highland, tadinya akan diposisikan untuk vila keluarga Ciputra. Namun saat Pak Ci pergi meninjau, sebuah gagasan tiba-tiba tercetus. Jika sebuah vila, beberapa orang saja dapat menikmatinya, keluarga dan kerabat. Itupun hanya sedikit hari dalam setahun. Namun bila didirikan Patung Yesus maka lebih banyak orang akan datang setiap harinya untuk mengagumi keindahan tempat ini sembari mengingat kembali cinta kasih Tuhan.

“Di tempat inilah saya bisa mewujudkan kerinduan itu. Adalah harapan dan doa saya, monumen ini menjadi berkat besar bagi masyarakat Manado, Sulawesi Utara dan menjadi tujuan wisata bagi masyarakat seluruh nusantara serta mancanegara. Cita-cita saya, karya patung Tuhan Yesus Memberkati merupakan sebuah karya yang akan paling saya kenang di dalam hidup sebagai tanda ungkapan cinta kasih yang paling dalam kepada Tuhan saya.” Demikian penuturan Dr. (HC) Ir. Ciputra, dikutip dari laman citralandwinangun manado.


Monumen Yesus Memberkati diambil  dari sebuah jalan lintas Minahasa ||jelajahsuwanto
Monumen Yesus Memberkati diambil  dari sebuah jalan lintas Minahasa ||jelajahsuwanto

Monumen Yesus Memberkati diambil  dari sebuah bukit di seberang Grand Meridian Manado @jelajahsuwanto
Monumen Yesus Memberkati diambil  dari sebuah bukit di seberang Grand Meridian Manado ||jelajahsuwanto

 

Firman Tuhan Sumber Rancangan Monumen Yesus Memberkati

Monumen Yesus Memberkati dirancang dengan totalitas sungguh melalui pergumulan dan doa. Firman Tuhan menjadi landasan pembangunannya. Jujur saya terperangah, hidup doa seorang Pak Ci begitu meneguhkan. Adapun firman Tuhan yang mendasari konsep utama patung Tuhan Yesus Memberkati, yaitu:
  • 1 Korintus 1:3, Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
  • Matius 11:28, Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
  • Kejadian 12:2, Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
  • Galatia 6:10b, Marilah kita berbuat baik kepada semua orang. Firman ini sesuai dengan falsafah hidup masyarakat Minahasa, Si Tou Timou Tumou Tou yang kurang lebih memiliki arti bahwa manusia hidup untuk menghidupi, mendidik, dan menjadi berkat bagi orang lain atau singkatnya memanusiakan manusia lain.

Pak Ci yang penggemar sekaligus pelaku seni patung mendedikasikan jiwa, pikiran, waktu dan keahliannya dalam proses pembuatan monumen. Dengan amat detail beliau mengejawantahkan Tuhan Yesus yang memberkati mulai dari bentuk, postur, wajah hingga ekspresi dan estetika. Bahkan untuk menentukan postur patung Tuhan Yesus, Pak Ci membawanya dalam doa dan perenungan. Yesus datang, memanggil dan memberkati merupakan intisari yang ingin disampaikan. Maka jadilah postur patung Yesus seperti melayang turun menjumpai manusia, memanggil manusia untuk mendekat, lalu Yesus memberkatinya.


Monumen Yesus Memberkati pada suatu senja berkabut di Manado ||jelajahsuwanto
Monumen Yesus Memberkati pada suatu senja berkabut di Manado ||jelajahsuwanto


Untuk memperoleh gambaran nyata tentang postur Yesus Memberkati, Cakra Ciputra anak lelaki Pak Ci didaulat menjadi model. Dengan jubah, selendang, tangan terangkat, dan tiupan angin buatan, Cakra Ciputra memeragakan postur Yesus Memberkati di studio foto.

Selain itu, Pak Ci memperhatikan dengan seksama akan seperti apa wajah Tuhan Yesus yang memberkati. Yesus dalam iman kristiani adalah Tuhan yang menjelma dalam rupa seorang hamba, mati di kayu salib demi menebus dosa umatnya, kemudian bangkit dari kematian menjadi juruselamat manusia. Maka gambaran wajah Yesus adalah wajah yang memancarkan kemuliaan, keagungan sekaligus belas kasih ilahi. Wajah itu adalah wajah ketegaran seorang pria yang berani memikul salib, tetapi juga memiliki hati nan lembut untuk mengasihi siapapun yang datang kepada-NYA.


Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.  Monumen Tuhan Yesus Memberkati Manado  ||Jelajahsuwanto
Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat,
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Monumen Tuhan Yesus Memberkati Manado  ||Jelajahsuwanto

Monumen Yesus Memberkati Kiranya Menjadi Berkat untuk Setiap Kita

Pada 2007, Monumen Yesus Memberkati telah diresmikan dan mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia. Patung Yesus memiliki tinggi 24 meter, berdiri di atas landasan 10 meter. Sementara itu tinggi bukit adalah 32 meter, ditambah ketinggian wilayah Citraland berada 160 meter di atas permukaan laut. Saat ini Patung Tuhan Yesus Memberkati merupakan ikon kota Manado, menjadi patung Yesus tertinggi kedua di Indonesia dan termasuk dalam 7 Patung Yesus terbesar dan termegah di dunia.

Menghabiskan sore bersama anak di spot foto Monumen Yesus Memberkati, Manado ||jelajahsuwanto
Menghabiskan sore bersama anak di spot foto Monumen Yesus Memberkati, Manado ||jelajahsuwanto


Untuk mengambil foto patung Yesus Memberkati, pengelola menyediakan spot di seberang bukit. Selain itu ada bangku-bangku dan gazebo. Pengunjung tidak dipungut biaya. Biasanya beberapa penjual es krim standby memanfaatkan keramaian.


Sekadar menikmati es krim bersama anak-anak di spot foto Monumen Yesus Memberkati  ||jelajahsuwanto
Sekadar menikmati es krim bersama anak-anak di spot foto Monumen Yesus Memberkati  ||jelajahsuwanto


Kini, di spot yang hari-hari kami lewati, bus-bus pariwisata, orang-orang lokal dan mancanegara datang mengambil foto. Semoga saat orang-orang datang mengaguminya, mereka juga hirau akan kebesaran dan kasih Yesus kepada setiap kita.

Pak Ci, cita-cita Bapak kiranya telah menjadi berkat bagi banyak orang. Terima kasih atas teladan yang Pak Ci tinggalkan. Damai di surga, Pak.




Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KELUARGA SUWANTO

KELUARGA SUWANTO
Keluarga Suwanto di Ranger Station Raja Ampat

Recent Posts

Popular Posts

Label