Sabtu, 16 April 2016

Jelajah Pantai Marumasa

Pantai Marumasa Bulukumba Sulawesi Selatan
Pantai Marumasa, Bulukumba || JelajahSuwanto


Suatu ketika dalam perjalanan kembali ke Makassar dari Tanjung Bira, tak jauh dari pelabuhan Bira kami melihat gadis bule berjalan sendirian seperti kebingungan. Kami menepikan mobil dan bertanya adakah yang bisa dibantu? 

Gadis ini mencari Pantai Marumasa. Sayang sekali, kami tak dapat menolongnya. Pantai Marumasa masih asing di telinga. Saat itu juga kami putuskan Jelajah Suwanto berikutnya harus menyambangi Pantai Marumasa. Masa iya, gadis Jerman ini saja sudah mengetahuinya, Keluarga Suwanto yang Indonesia tulen ko kalah telak.


Petunjuk jalan Pantai Marumasa Darubiah Bonto Bahari Bulukumba
Petunjuk jalan Pantai Marumasa, Bulukumba || JelajahSuwanto


Pantai Marumasa sebenarnya tidak terlalu jauh dari Tanjung Bira yang lebih dulu dikenal para pecinta laut. Sebelum Masjid Besar di Poros Bira tertera papan petunjuk di pertigaan jalan. Sebagai patokan ingat saja tugu Phinisi yang lokasinya kurang lebih 40 km dari Kabupaten Bulukumba.

Secara administratif Pantai Marumasa berada di Desa Darubiah, Bonto Bahari, Bulukumba. Nanti ikuti saja arah petunjuk jalan tersebut. Jalannya memang kecil dan terus menurun, tetapi sudah beraspal bagus. Sekitar 1 km kita sudah bebas memarkir kendaraan di bibir pantai.  Namun tetap berhati-hati dan saling pengertian jika berpapasan dengan kendaraan lain.


Pasir Putih Pantai Marumasa Darubiah Bonto Bahari Bulukumba
Pantai Marumasa, Bulukumba || JelajahSuwanto


Pantai Marumasa dipenuhi oleh deretan nyiur yang buahnya berjebah. Kami ulang kali menengok ke atas, khawatir kelapanya menjatuhi mobil. Karena tak ada yang mengatur parkir, pun tidak tersedia ruang terbuka yang lapang. Resiko tanggung sendiri pokoknya.

Bisa dikatakan Pantai Marumasa masih alami. Nampaknya pemerintah, pihak swasta bahkan penduduk sekitar belum mengangkat tempat ini menjadi destinasi wisata. Pengunjung bebas datang tidak ada retribusi, tiket masuk dan lain-lain. Tetapi tentu saja fasilitas penting bagi wisatawan belum tersedia, seperti kamar mandi dan penjual minuman atau makanan.

Untung saja Keluarga Suwanto selalu siap sedia membawa bekal untuk jelajah.


Ujung Pantai Marumasa Darubiah Bonto Bahari Bulukumba
Ujung tebing Pantai Marumasa, Bulukumba || JelajahSuwanto


Marumasa memiliki garis pantai yang cukup luas. Pasirnya putih lembut. Ada tebing batu di setiap ujungnya seolah memagari pantai.

Perairan Marumasa tidak sebening dan setenang Tanjung Bira.

Gerombolan ikan-ikan kecil banyak dijumpai di sini. Spot yang paling menarik bagi kami adalah pantai paling ujung di dekat tebing. Selain lebih bersih dan halus, ada ceruk di bawah tebing yang menggoda untuk dijelajahi.


Bermain air di Pantai Marumasa Darubiah Bonto Bahari Bulukumba
Bermain di Pantai Marumasa, Bulukumba || JelajahSuwanto


Tidak ada yang lebih menyenangkan dari bermain air bersama anak-anak di kolam raksasa ini. Mas puas snorkeling kesana kemari. Sementara Adek kecik selalu seru dengan imajinasinya. Dan, Ayah yang tak mau basah bersantai di tepi pantai.

Biarpun tak ada fasilitas memadai, kami tetap menikmati jelajah di Pantai Marumasa.

Keluar dari laut lari buka pintu mobil depan belakang, handukan lap-lap badan, celingak-celinguk langsung ganti baju. Kemudian segera merapat ke Bira untuk membersihkan diri.


Masih musim barat di Pantai Marumasa, Bulukumba || JelajahSuwanto


Musim barat masih membawa beraneka sampah ke tepian pantai. Tetapi pemandangan Pantai Marumasa tetap indah bagi kami. Tempat yang jauh dari hiruk pikuk.

Tidak ada satu pun warga Darubiah yang bermukim di pantai ini. Masyarakat sekitar hanya memanfaatkan pantai ini untuk mencari ikan dan menambatkan perahu-perahu mereka.

Berani bermalam di Pantai Marumasa?


Pak Suwanto berselfie di Pantai Marumasa, Bulukumba|| JelajahSuwanto


Biarpun sering menjelajah, tapi persiapan adalah hal besar yang harus dilakukan sebelumnya. Baik jika melakukan chek & re-chek sebelum keberangkatan. Tidak seperti jelajah kali ini tanpa sadar kami meninggalkan kamera di rumah.

Pantai Marumasa cuma diabadikan pakai kamera ponsel.

Perkara kamera ini sempat bikin keriangan Pak Suwanto berkurang, tapi kembali asal bersama keluarga,  jelajah selalu membahagiakan. Maka jadilah pantun ini:

Tanpa kamera, handphone pun jadi
Pak Suwanto  jadi gemar selfie


KenSiPenjelajahKecik di Pantai Marumasa Bulukumba
Pantai Marumasa, Bulukumba || JelajahSuwanto



Siang itu, selain kami ada juga muda-mudi yang bermain-main di Marumasa. Mereka lebih asyik mengambil foto dari atas tebing. Ada juga yang bermain pasir dan perang air.

Masa muda memang selalu penuh energi. Dan Keluarga Suwanto akan menjaga jiwa muda itu tetap menyala. #Eaaaa

3 komentar:

  1. Maaf itu gambar tugu phinisi bukannya yang ke arah apparalang/ mandala ria ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo Mas Saesar Adhi, terima kasih telah berkunjung di Jelajah Suwanto.
      bukan, itu yang di poros bulukumba dekat mesjid besar, ada tulisannya jl. marumasa.

      klo tugu Phinisi yang aparalang beda lagi, bisa dilihat di post mandala ria http://jelajahsuwanto.blogspot.co.id/2016/02/pantai-mandala-ria-tersembunyi-cantik.html

      Hapus
  2. Wahh asyik banget k, muda mudahan akhir tahun ini rencana saya mengunjungi wisata tebing marumasa di lancarkan. TKS info nya k.

    BalasHapus