Jumat, 15 April 2016

Jelajah Pulau Kodingareng keke

Zoom out Pulau Kodingareng Keke +fotojelajahsuwanto+

Siang yang cerah di awal April 2016. Tak direncana, Keluarga Suwanto akhirnya menyambangi Pulau Kondingareng Keke. 
Bermula dari ajakan menyeberang ke Samalona yang tentu saja gayung bersambut. Kami ber-9 termasuk kedua krucil, tadinya hanya mau bersantai dan memancing di Samalona. 
Di tengah perjalanan, matahari bersinar memantulkan cahaya keperakan, nun di sana, pulau kecil menggoda mata. 
Colek-colek sama ayah, lantas tawar menawar dengan pak perahu, bertolaklah kami memburu sunset di Kodingareng Keke.


Zoom in Pulau Kodingareng Keke +fotojelajahsuwanto+

Sekitar 20 menit berperahu dari Samalona, Kodingareng Keke sudah bisa di zoom in. 
Sebuah pulau kecil tak berpenghuni memanjang unik. 
Gerombolan cemara laut di ujung pulau dan hamparan pasir putih di ujung lainnya, dermaga, sebuah gazebo bertingkat, dan gubuk-gubuk untuk disewakan. 

Pulau Kondingareng Keke terletak di Gugusan kepulauan Spermonde di bagian Selat Makassar. 
Spermonde istilah dari bahasa belanda yang mengacu pada sekitar 121 gugusan pulau yang nampak dari udara seperti sperma. 
Masyakarat pulau sendiri menyebutnya sebagai pulau-pulau Sangkarang. 



Dermaga Pulau Kodingareng Keke +fotojelajahsuwanto+

Perahu merapat di dermaga menurunkan kami ber-7, sementara yang 2 lanjut memancing ke tengah laut. 
Musim barat menghempas sampah-sampah di pulau yang sebenarnya menawan ini. Berserak plastik-plastik bekas air mineral, sandal – sandal yang cuma sebelah, segala kemasan plastik beraneka rupa. 
Bahkan adek kecil mendapat zonk, mengira ada ubur-ubur di perairan, astaga maaf pemirsah, ternyata bra tak bertuan.. 
Kita tidak dapat menolak angin yang menggiring gelombang menepikan sampah-sampah tersebut.  Tetapi sampah yang dibawanya, semestinya kita bisa lebih bijak membuangnya bukan?

Gazebo Pulau Kodingareng Keke +fotojelajahsuwanto+

Keindahan pulau ini, menurut saya selain sampah, terganggu juga oleh gubuk-gubuk kayu di bantarannya yang seperti asal jadi. Tertulis sewa Rp. 50.000,- tetapi tidak terlihat para pemiliknya. Sepi.
Namun kini Dinas Pariwisata Pemda Sulawesi Selatan mulai mengembangkan pulau yang tak berpenghuni ini. 
Di Pulau Kodingareng Keke sudah tersedia gazebo, air tawar, kamar mandi, dan tempat ganti. 

Sejak Juni tahun lalu, seorang Bapak didaulat menjaga pulau. Ia juga membuka warung kecil di bawah Gazebo bertingkat dua yang lengang itu. 
Ia menangkap peluang dari pengunjung yang sering datang kala weekend. 
Seperti hari itu, selain kami, ada juga serombongan anak muda bertenda di sisi barat. 
Area barat ini memiliki penghalang untuk menahan gelombang di sisian pantainya. Selain itu cukup asri diteduhi hijaunya cemara dan kwaru laut.

Cemara laut di ujung Pulau Kodingareng Keke +fotojelajahsuwanto+

Luas Pulau Kodingareng Keke lebih kecil dari Samalona, hanya sekitar 1 hektare. Kita bisa mengelilingi pulau ini sebentar saja. 
Menurut si bapak, luas pulau ini sedikit demi sedikit mengecil karena daratannya tergerus air laut.

Pulau Kodingareng Keke, cocok untuk snorkling dan diving   +fotojelajahsuwanto+

Seperti biasa, bertemu dengan biru laut yang tenang, mas langsung “hidup” dengan dunianya sendiri. Asyik sekali mas bersnorkling. 
Dengan mudah ia menemukan beragam ikan dan terumbu karang. 
Perairan Kondingareng Keke tenang dan jernih. Faktanya memang pulau ini termasuk kategori zona II di kepulauan Spermonde. Dimana sekitar 5 km dari garis pantai dengan kedalaman ± 30 meter mudah ditemukan terumbu karang yang indah. 
Lokasi ini memang cocok untuk snorkling dan diving.

Menjelajah Pulau Kodingareng Keke +fotojelajahsuwanto+

Lain mas, lain pula bunda dan adek. Kami berdua semangat menjelajah pulau. 
Melangkah di pantai selatan pulau ini, kaki-kaki telanjang kami berjinjit menginjak pasir dari pecahan koral. Seperti sedang  pijat refleksi. 
Sementara terus ke barat, pasirnya lebih bersahabat, putih dan lembut. 
Bukan main senangnya menemukan kerang-kerang kecil yang masih utuh dan cantik. 
Biar sampah hampir memenuhi sekeliling pulau, pesona Kodingareng Keke tetap memenangkan hati.

Mencari Kelumang di Pulau Kodingareng Keke +fotojelajahsuwanto+

Puas mengumpulkan kerang-kerang cantik, kelomang pun menjadi harta karun yang dicari. 
Di Kodingareng, cangkang kelomangnya langka. Ada yang batik, ada pula yang berwana oranye dan ungu. Seru banget bermain-main dengan crustacea imut ini. 

Perairan Pulau Kodingareng Keke +fotojelajahsuwanto+

Perairan Kodingareng Keke yang dangkal menggoda sekali. Rugi kalo tidak menceburkan diri. 
Airnya sungguh hangat, dipanasi terik matahari siang tadi. Khususnya di arah barat, spot dimana kami bermain-main. 
Jika surut, terlihat dataran yang cukup luas. Sementara di sebelah timur dan selatan yang garis pantainya sedikit, merupakan jalur keluar masuk pelayaran ke Pelabuhan Makassar.
 
Ujung lainnya Pulau Kodingareng Keke +fotojelajahsuwanto+

Secara administratif Kodingareng Keke berada di wilayah Kecamatan Ujungtanah, Makassar, Sulawesi Selatan. 
Sekitar 14 km dari Dermaga Kayu Bangkoa di depan Benteng Fort Roterdam. 
Transportasi menuju pulau bisa dengan menyewa perahu motor. Harga sewa pulang pergi sesuai kesepakatan dengan daeng perahu, berkisar antara Rp.500 - 600ribu. 
Satu perahu bisa memuat 8-10 orang. 

Berhubung di kodingareng keke hanya ada satu-satunya warung kecil, baik jika pergi beramai-ramai membawa tikar dan bekal sendiri. 
Tidak boleh lupa tempat atau plastik untuk membawa kembali sampah kita. 
Mari menjaga tempat-tempat indah tetap lestari.
 
Senja di Pulau Kodingareng Keke +fotojelajahsuwanto+

Lelah bermain-bermain, kami berselonjor di pinggiran pantai menghadap langsung ke barat. Bersenda gurau ngalor ngidul sambil menunggu langit jingga. 
Sunset yang kami buru terhalang kumulonimbus. Hanya semburat cahaya emas menaungi sebuah perahu nelayan di kejauhan. 
Menyaksikan hal itu saja, sudah membuncahkan rasa syukur.

Pelangi terlihat dari Pulau Kodingareng Keke +fotojelajahsuwanto+

Hujan turun entah dimana, membawa pelangi di langit Makassar. Sore yang sempurna di Kodingareng Keke. 
Dari sini bangunan bertingkat di pesisir Losari masih terlihat. Padahal membutuhkan waktu sekitar 45 menit menujunya. 

Yang mancing masih khusyuk, dan kami masih asyik berselonjoran, tetapi hari berangsur gelap, dan air semakin naik. 
Baiklah sampai jumpa kembali Kodingareng Keke. 
Berkemah di Kodingareng Keke suatu hari nanti, pasti seru. 
Siapa mau ikut?

Hasil tangkapan dari perairan Pulau Kodingareng Keke +fotojelajahsuwanto+

Tidak ada komentar:

Posting Komentar