Jumat, 22 April 2016

Pantai Lemo Lemo, Aset Potensial Wisata Bahari Sulawesi Selatan

Pantai Lemo-Lemo aset potensial wisata bahari Bulukumba
Pantai Lemo Lemo tenang dan damai  || JelajahSuwanto


Jalanan kecil bergelombang membelah hutan hijau yang bertanahkan karang. Keluarga Suwanto bergoyang-goyang mengikuti irama jalan. Kami sedang dalam perjalanan menuju Pantai Lemo Lemo. Tertulis 7 kilometer, itulah perkiraan jarak tempuh kami dari Poros (jalan besar) Bulukumba, Bira. Mulanya masih ada beberapa rumah penduduk ketika memasuki kawasan ini. Semakin dalam, hanya pepohonan dan belukar mengangguk-ngangguk oleh sepoi angin.  

Petunjuk Jalan Pantai Lemo Lemo di poros Bulukumba || JelajahSuwanto
Petunjuk Jalan Pantai Lemo Lemo || JelajahSuwanto


Suasana alam begitu hening. Lautan biru selaras dengan horizon membentang tenang. Matahari masih meraja petang itu padahal sudah pukul 16 WITA. Sementara laut sedang surut-surutnya.

Ikan kecil, bulu babi, kepiting pantai dan krustasea lain terperangkap di terumbu karang yang ditinggalkan galonan air asin. Alga hijau dan padang lamun menyejukkan mata.

Begitu damai.

 
Dinding karang yang kokoh di sepanjang pantai Lemo-Lemo
Surut di Pantai Lemo Lemo || JelajahSuwanto


Pantai Lemo-lemo boleh dikatakan masih alami. Belum banyak wisatawan yang datang ke tempat ini.

Padahal Lemo-lemo tak kalah cantik dari Tanjung Bira. Ia memiliki pesisir pantai yang cukup luas. Sepanjang bibir pantainya sebagian dibingkai oleh dinding karang dan separuhnya pasir putih. Ini yang menjadikan Lemo-lemo unik karena pantainya seperti ceruk. Kita bisa berteduh di bawah pilar karang yang kokoh.

Di samping pantai deretan nyiur dan hutan tropis yang lebat menambah sempurna bentang alam ini. Katanya di hutan pinggir pantai itu ada gua air tawar, tapi kami tak sempat menjelajah.


Pantai Lemo-Lemo Bulukumba  saat surut
Pasir Putih Pantai Lemo Lemo || JelajahSuwanto


Seorang ibu tua mendatangi kami di bawah pohon kwaru laut. Kami sedang bersiap-siap turun dari mobil. Saya tersenyum ia pun membalas. Rupanya ibu ini jeli melihat peluang menjadi penarik uang parkir meski beliau nyaris tak melakukan apapun.

Saat itu Pantai Lemo lemo sama sekali belum dikelola oleh pemerintah daerah.

Tidak ada tiket masuk yang berakibat pada belum tersedianya fasilitas memadai untuk pariwisata. Kendati demikian, warga setempat sudah ada yang tergerak membangun semacam saung sederhana dari bambu, kamar mandi dan warung-warung kecil.

 
Tebing karang Pantai Lemo-Lemo zoom in
Tebing Karang Pantai Lemo Lemo || JelajahSuwanto


Tebing-tebing karang serupa dinding pantai menjadi rumah bagi kerang-kerang dan binatang laut lainnya. Di bawah karang yang menjorok kami berteduh dari terik mentari.

Trilobitaaa…” adek berteriak saat menemukan fosil binatang laut yang menempel di tebing karang.

Kami memutar otak. Ahaaa, anak itu baru membaca tentang dinosaurus dan binatang purba. Dan ya memang fosil itu mirip sekali dengan trilobita, atau trilobite dalam bahasa inggris. Tetapi Trilobita adalah artropoda laut yang sudah punah jutaan tahun lalu. Benarkah ini Trilobita ataukah mahluk lainnya? Adakah yang tahu?


seperti Fosil Trilobita di Pantai Lemo-Lemo  Bulukumba
Seperti fosil Trilobita di Pantai Lemo Lemo || JelajahSuwanto


Fosil Trilobita hasil googling || JelajahSuwanto


Kami tiba di sebuah ceruk di bawah tebing karang dengan air jernih yang indah. Tempat ini menjadi perhentian Mas dan Adek Kecik untuk menghabiskan sore di Lemo lemo. Mereka mulai memasuki dunia imajinasi anak-anak di gerbang kerajaan Neptunus.

Kami percaya anak-anak bisa ditinggal sebentar saja karena keadaan sekitar cukup aman. Selamat bermain Mas dan Adek. Ayah dan Bunda lanjut menjelajah.

 
Ceruk di bawah tebing pantai Lemo-Lemo
Ceruk di bawah Tebing Karang Pantai Lemo Lemo || JelajahSuwanto


Bapak dan Ibu Suwanto mulai petakilan memanjat tebing karang, memuaskan rasa ingin tahu.  Pemandangan dari atas karang sungguh memukau.

Perairan sangat jernih. Gangang hijau atau mungkin padang lamun laksana permadani menutupi terumbu karang. Tak ada gelombang. Hanya riak kecil yang syahdu. Lautan begitu teduh.
 

Jernihnya Pantai Lemo-Lemo  Bulukumba
Padang Lamun Pantai Lemo Lemo || JelajahSuwanto


Dan di sana, di seberang mata. Sebuah pesisir pantai berpasir putih menghampar panjang. Deretan nyiur dan hutan hijau memagarinya. Seperti ada perkampungan nelayan atau tempat pembuatan perahu. Sayang tak ada orang yang bisa ditanyai.

Tempat itu cukup jauh terbelah laut tidak dapat didatangi dengan berjalan kaki. Atau mungkin ada jalan lain. Dugaan saya dibalik tanjung nun disana adalah Tanjung Bara.

 
Ada pantai lainnya di balik tebing karang Pantai Lemo-lemo
Sebuah pantai lagi dibalik tebing karang Pantai Lemo Lemo || JelajahSuwanto

Energi Positif dari jelajah Pantai Lemo-Lemo
Energi positif dari Pantai Lemo Lemo || JelajahSuwanto


Puas rasanya bisa melihat sisi lain Pantai Lemo-lemo. Berdiam diri memandang lautan sudah cukup memberi energi positif bagi jiwa.

Tebing karang di atas terjal dan runcing, agak menyakitkan bagi kaki telanjang. Selain itu tumbuh semak-semak berduri yang merambat. Oleh karenanya baik jika tetap mengenakan alas kaki.

Dan, plastik yang kemudian menjadi sampah, mengapa selalu ada dimana-mana?

Seperti  mendengar jingle saat memasuki Toko Indom*ret . . .”Indom*ret dimana-mana, dekat anda semua suka . .”  bedanya ini menjadi ..”plastik sampah dimana-mana . . .”

Yuk.. tidak ada bosannya mengingatkan, mari miliki kesadaran untuk menjaga tempat-tempat yang seharusnya tetap lestari ini dari sampah pribadimu. Jika tidak bisa membersihkan jangan mengotori!


Sampah di pantai Lemo-Lemo, kalau tidak membersihkan jangan mengotori
Plastik sampah di Pantai Lemo Lemo || JelajahSuwanto

Kami buru-buru balik ke tempat anak-anak. Seaman-amannya tetap terselip khawatir bila meninggalkan mereka terlalu lama.

Namun yang dikhawatirkan malah asyik bermain sama kawan barunya.

"Ayah, Bunda, ayoo lihat Bobi si Bulu Babi dan fidgety fish, teman kita" Kedua anak itu teriak-teriak mengumumkan penemuan mereka.

Pantai Lemo lemo memang sejernih itu. Bulu Babi atau si Landak laut dan ikan kecil ini terang benderang tak dapat bersembunyi.

 
Landak laut di perairan jernih pantai Lemo-Lemo
Bobby Bulu Babi Pantai Lemo Lemo || JelajahSuwanto
Fidgety fish di Pantai Lemo-Lemo
Fidgety fish Pantai Lemo Lemo || JelajahSuwanto


Sebatang nyiur tumbang ke arah laut. Mas hilir mudik menjaga keseimbangan di atas batang. Seru sekali.  

Sedangkan adiknya tak kalah asyik, ia masih bermain dengan sahabat-sahabat barunya di terumbu karang. Sangat menyenangkan melihat anak-anak ceria dan bahagia.

Lemo-lemo mendapatkan hati kami.

 
Bermain di batang nyiur di Pantai Lemo-Lemo
Tempat bermain di Pantai Lemo Lemo || JelajahSuwanto

Pantai Lemo-lemo berada di Kelurahan Tanah Lemo, kecamatan Bonto Bahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kawasan Bulukumba ini memiliki kekayaan pantai yang luar biasa indah.

Jarak tempuh dari Kabupaten Bulukumba masih sekitar 1 jam. Lokasi Pantai Lemo-Lemo berada sebelum Tanjung Bira yang terkenal sebagai primadona wisata pantai di Sulawesi Selatan.


Jelajah Suwanto di Pantai Lemo-Lemo
Here we are; Keluarga Suwato di Pantai Lemo Lemo || JelajahSuwanto


Tidak akan ada puasnya bagi Keluarga Suwanto bila menjejak di pantai. Apalagi pantai setenang Lemo-lemo. 

Kami terlanjur jatuh cinta pada pantai-pantai di Sulawesi Selatan. Bulukumba khususnya masih memiliki banyak surga pantai tersembunyi yang dapat mengharumkan wisata Bahari Indonesia.

Berharap kedepannya Pantai Lemo-lemo juga bisa menjadi magnet pariwisata Bulukumba. Jika dikelola dengan baik tentu akan menambah sumber penghidupan bagi warga sekitar. Tempat ini mempunyai aura potensial untuk dikembangkan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar