Senin, 24 Oktober 2016

Rante Karassik, Kuburan Purba di tengah Pemukiman Rantepao

Rante Karassik Rantepao Toraja Utara +Fotojelajahsuwanto

Menyambut pagi pertama di Rantepao, Keluarga Suwanto begitu antusias.
Kami memang belum menyiapkan itinerary yang pasti. Pokoknya, menjelajah Toraja. Itu saja.
Ketika resepsionis Hotel Indra menyodori peta wisata Toraja Utara, 

kami langsung semangat ingin menyambangi sebanyak mungkin tempat yang unik di tanah para raja ini. 
Jumat pagi, kami memutuskan akan melihat Rante Karassik terlebih dahulu. Karena jaraknya yang sangat dekat dari Hotel Indra, Rantepao. Tertulis lebih kurang 1 Km.
 

Menhir di Rante Karassik Rantepao Toraja Utara +Fotojelajahsuwanto
Rante Karassik letaknya sangat dekat dengan poros Makale - Rantepao. Hanya kurang lebih 200 M, tak sampai 5 menit. 
Sangat mudah ditemukan. Lokasinya berada di tengah pemukiman. 

Di tempat yang berbukit ini, berdiri menhir-menhir, atau batu yang tertanam di dalam tanah seperti halnya di Kalimbuang Bori. 

Jumlah menhir di sini lebih sedikit, mungkin hanya sekitar sepuluh-an. 

Sepertinya Rante Karassik tidak peruntukkan bagi wisata. Tak ada satu orang pun yang menjaga tempat ini. Pun, tak ada informasi tentang Rante Karassik.

Kami yang awam, cukup senang saja untuk mengambil foto di area ini.


Jelajah Rante Karassik Rantepao Toraja Utara +Fotojelajahsuwanto

Adek kecik, malah suka sekali berlari-lari di tempat yang mendaki. Saat mengejarnya, saya bertemu dengan seorang bapak setengah baya. Beliau sedang mencari rumput untuk pakan ternaknya.
Darinya, saya mendapat info, bahwa Rante Karassik adalah juga tempat pelaksanaan upacara adat pemakaman, Rambu Solo. 

Rante Karassik diperuntukan bagi para bangsawan dari Tongkonan Kamiri di Potoksia Buntu Pune.
Konon, Pong Maramba’ adalah orang pertama yang mengadakan upacara Rambu Solo Rapasan Sundun bagi keluarganya. Terjadinya sekitar abad ke-19.


Landskap dari Rante Karassik Rantepao Toraja Utara +Fotojelajahsuwanto
Rante Karassik termasuk kuburan purba karena memiliki menhir-menhir yang tertanam. Masyarakat Toraja dahulu membangun menhir sebagai penghormatan bagi keluarganya yang meninggal dunia. 
Prosesi dan ritualnya, saya kira, sama dengan yang pernah saya tulis mengenai Kalimbuang Bori
Sangat disayangkan, ada saja orang-orang jahil yang melakukan vandalisme, mencoret-coret namanya di atas menhir. 
Mungkin mereka tak mengerti betapa luhurnya makna dari menhir tersebut. 

Yuk, lebih bijak dalam berwisata. Kalau bukan kita yang menghargai warisan leluhur lalu siapa lagi? 



Siap melanjutkan jelajah berikutnya; dari Rante Karassik Rantepao Toraja Utara +Fotojelajahsuwanto

Tak sampai setengah jam, Keluarga Suwanto di Rante Karassik. Kami segera meluncur meneruskan jelajah. 

Tak sabar, melihat Kete Kesu yang mendunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar