Selasa, 12 Mei 2020

Curug Badak Batu Hanoman, Hati-hati Jangan Sompral!

Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya pada suatu ketika || JelajahSuwanto
Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya pada suatu ketika || JelajahSuwanto

Refleks, saya menangkupkan tangan menutup mulut sebab tanpa musabab tiba-tiba terjerembab ke kubangan di dasar aliran Curug Batu Hanoman. Seketika saya ingat. Lalu lirih dalam hati memohon ampunan semesta karena tadi sempat bicara sompral. Kala itu, Curug Badak Batu Hanoman yang lokasinya tak jauh dari kampung kami sedang naik daun. Untuk lebih mudahnya orang lebih suka menyebut Curug Badak saja. Namanya juga tempat wisata anyar, tentu masih dalam penataan. Kayaknya saya ngomong underestimated  berulang-ulang “hmm cuma kayak gini, kurang menantang ini mah.” Dan kapoklah sudah, semesta menjawab kesongongan saya secepat kilat.

“Bi, sekarang ada tempat wisata loh di atas. Lagi hits. Main yuk,” Brother, keponakan saya yang juga lagi mudik cerita sambil lalu. Spontan, adik perempuan saya dan Pak Suami nyamber “Ayook!” Tanpa babibu, obrolan berlanjut. Berangkat jam berapa? Mau naik apa? Bawa mobil sendiri, naik motor atau ngompreng?

Karena belum yakin apakah medannya bisa dilalui mobil atau tidak, kami sepakat jalan kaki. Semangat!

 

Debit air sedang kecil di Curug Badak Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwant
Debit air sedang kecil di Curug Badak Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto


Belum juga sepertiga perjalanan, di perempatan CiSinga, kerumunan Kang ojek menawarkan jasa, diantaranya ada teman sekelas masa SD. Maju mundur cantik, antara mau saja naik ojek atau sok keukeuh ngebolang. Dalam suasana galau itu, muncullah Mamang Supir angkutan pedesaan dari arah Rajapolah. Jreng… jrengg.

Si Mamang sukses membelokkan semua rencana jelajahsuwanto hari itu.

Kami luluh pada dia yang berjanji mengantarkan hingga pemberhentian terakhir terdekat dengan Curug Badak. Paling tidak nanti kami bisa sedikit hiking sampai tujuan.



Melewati jalan tanah menuju Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya|| JelajahSuwanto
Melewati jalan tanah menuju Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto


Lokasi Curug Badak Batu Hanoman


Secara administratif, Curug Badak Batu Hanoman terletak di Kampung Setiamulya, Sukasetia, Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Letaknya berada di bawah kaki Gunung Talaga Bodas, di ketinggian kurang lebih 1300 mdpl. Satu kawasan dengan hutan pinus milik Perhutani.

Curug Badak hitungannya dekat sekali dari rumah kami. Keponakan saya bilang jalan menuju ke sana sama dengan jalur pendakian ke Gunung Talaga Bodas. Jalur nostalgia, yang biasa ponakan dan tantenya anak-anak lewati pada zaman mereka muda, bertahun-tahun silam.

Nyatanya, Curug Badak mudah dijangkau. Ternyata oh ternyata…

Melewati jalan tanah menuju Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya|| JelajahSuwanto
Masih jalan tanah menuju Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto


Kendaraan roda dua dan roda empat bisa dipacu hingga tempat parkir, perhentian terakhir di pelataran huran pinus. Jalan desa kini berlapis aspal mulus. Pengunjung dari luar daerah bisa melalui jalur Cisayong lewat jalan baru CiSinga (Ciawi Singaparna) menuju Cigorowong. Jika mengambil jalan dari Rajapolah, naik saja terus ke arah Sukahening, Nagaraherang, Kiarajangkung lalu belok menuju  Kudadepa.

*

Entah apa yang merasuki Mamang supir? Demi penumpang lain di arah balik, ia tergoda menurunkan kami di tengah jalan. Sepertinya si Mamang penganut paham ‘kesempatan gak datang dua kali.’ Saya mengerti juga, kalau Mamang supir nganterin kami berlima sampai Curug Badak, doi bakal kehilangan peluang beberapa lembar rupiah di depan mata.Ya sudahlah, karena niatnya mau hiking, kami pasrah saja ketika kisah kasih eh kisah perjalanan sama si Mamang harus berakhir sampai di sini.

Biar dikata zaman udah maju, di lembur singkur ini angkutan dan penumpang masih saja suka “jodoh-jodohan”. Sungguh nasib.


Air terjun alias Melewati jalan tanah menuju Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto
Air terjun (Curug) Badak Batu Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto

Sepertinya hari itu harus ditandai. Berkali-kali niat kami lemah pada bujuk rayu. Baru saja melangkah kurang dari sepuluh menit, Kang ojek bersahut-sahutan memanggil. Mereka bilang Curug Badak masih jauh, kalau nekat jalan kaki pasti lebih dari sejam.

Agak-agaknya niat hiking cuma sebatas di mulut, walhasil kami berkonvoi naik tiga ojek menuju tempat wisata gres itu. Demikian.


mengabadikan Melewati jalan tanah menuju Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya|| JelajahSuwanto
Pose di Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto


Menuruni Jalan Setapak menuju Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto
Menuruni Jalan Setapak menuju Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto


Tak jauh dari tempat parkir, sambil mengurus karcis, petugas memberitahu untuk hati-hati karena jalannya tanah, curam dan licin. Di sinilah sompral saya keluar, merasa biasa hiking mendaki medan berat jadi menyepelekan peringatan. Pantang banget loh ini. Saya sengaja tulis di blog untuk pengingat diri. Sungguh tidak membanggakan sikap seperti itu. Rendah hati dan menghormati alam wajib hukumnya. O, ya harga tiket masuk Rp.10.000,- per orang.

Curug Badak Batu Hanoman

Curug adalah air terjun dalam Basa Sunda. Di lembah hijau yang sunyi Curug Badak ditemani kembarannya, Curug Batu Hanoman. Ketinggian air terjun kurang lebih 30-40 meteran. Aliran air jatuh ke sebuah kubangan berbentuk kolam dangkal yang mengalir menuju hilir.


Tangga yang hampir lapuk di samping jurang menuju Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto
Tangga yang hampir lapuk di samping jurang menuju Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto

Di pinggir jurang menuju Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto
Di pinggir jurang menuju Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto


Untuk tiba di dasar curug, pengunjung harus menuruni jalan setapak yang bersebelahan dengan gawir atau jurang. Benar kata Pak Petugas, mesti banget hati-hati, selain licin tanahnya juga gembur dan menempel di alas kaki.

Di sinilah jalan-jalan sama keluarga jauh lebih seru dan menyenangkan. Kecik yang biasa mau digendong sama Bunda, kali ini hanya klik dengan Bibi (panggilan sayang untuk tantenya) seorang. Mantaap, sering-sering aja ya, Sis 😜 😍


Menapaki turunan menuju Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto
Menapaki turunan menuju Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto


Debit air Curug Badak tidak terlalu besar saat kami datang. Di Curug Batu Hanoman curah air lumayan deras. Pengunjung bisa berendam dan bermain-main di kubangannya. Konon dinamakan Batu Hanoman karena terlihat seperti ekor Hanoman, kera putih di dunia pewayangan yang tersohor itu.

Mas dan Adek kecik lebih suka meracik imajinasinya di sekitar batu besar. Kerajaan dinosaurus tiba-tiba pindah tempat ke hutan lumut yang lebat. #Sebahagiamulah, Nak.

Pepohonan hijau bak payung peneduh melingkupi sekitar. Lembab menggayuti lembah menyuburkan tumbuhan lumut di bebatuan. Elok laksana permadani zamrud.


Ada Dinosaurus di Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto
Ada Dinosaurus di Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto

Kerajaan lumut di Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto
Kerajaan lumut di Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto

Fasilitas Curug Badak Batu Hanoman

Curug Badak dibuka untuk wisata pada penghujung 2016. Berhubung Curug Badak berada di hutan milik Perhutani, maka Perhutani Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tasikmalaya bekerjasama dengan pemerintah desa, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan karang taruna setempat bahu membahu mengembangkan Curug Badak dan Curug Hanoman agar lebih ramah pengunjung.


Tempat parkir untuk motor dan mobil sudah tersedia. Mushola dan toilet saat itu masih dalam tahap pengembangan, saat ini pasti sudah tertata sangat baik.

Warga setempat dilibatkan membuka peluang usaha dengan membuka warung camilan, makanan dan minuman mulai di sepanjang pintu masuk hingga hutan pinus.

Bermain air di Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto
Bermain air di Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto

Aktivitas yang Ditawarkan Curug Badak Batu Hanoman

Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas menyenangkan bersama keluarga di area hutan pinus. Gelar tikar sambil melahap nasi liwet, ikan asin, sayur asem, lalapan dan sambel terasi. Bersantai menghirup semilir aroma pinus di hammock yang berayun-ayun. Berswafoto di spot-spot alami, dan lain-lain sesuka hati. Harga sewa tikar dan hammock juga gak bikin kantong jebol. Mulai 5K saat itu.

Kami tidak terlalu lama di bawah curug. Semakin siang semakin banyak yang datang. Mengingat area curug tidak terlalu luas, terasa kurang nyaman saja jika banyak orang. Sebaiknya berganti-gantian dengan pengunjung lain. Curug dibuka jam 8 pagi dan tutup jam 5 sore.



Berpose di Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto
Berpose di Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto

 


Naaah, yang jadi masalah itu pulangnya. Ternyata nggak ada ojek apalagi angkutan pedesaan yang standby untuk umum. Maksud hati mau jalan kaki balik ke rumah, tapi apa daya niatnya lagi nggak jelas gituh.

 

Syukurlah punya keluarga yang paheuyeuk-heuyeuk, dikontak langsung meluncur bawa motor dan pasukan buat jemput kita orang. Hatur nuhun pisan Bro Jajat, dkk.




Kapan lagi menggila di Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto
Kapan lagi menggila di Curug Badak Batu Hanoman Tasikmalaya || JelajahSuwanto


 

Jelajah Curug Badak membawa pesan kuat untuk tetap rendah hati, tidak sompral apalagi songong pada alam. Tetap hormat dan santun. Kita tak akan pernah tahu ternyata semesta maha mendengar.


Dari semuanya keluarga adalah berkat tak terhingga bagi setiap kita. Merayakan hari bersama keluarga dengan segala kegilaannya membuat hidup ini begitu kaya.


Sebahagianya kita di Curug Badak Batu Hanoman || jelajahsuwanto




 

1 komentar: