Jumat, 13 November 2020

Bumiku Sehat Aku Gembira: 5 Hal yang Bikin Gembira (Review Buku)

Review Buku Bumiku Sehat Aku Gembira || ⓒJelajahSuwanto
Cover Buku Bumiku Sehat Aku Gembira, si buku tosca yang sarat ilmu || ⓒJelajahSuwanto

Sudah dua hari #KenSiPenjelajahKecik dan Bun bertualang keliling dunia. Melalui buku “Bumiku Sehat Aku Gembira” kami larut menyimak cerita para sahabat di benua Australia, Asia, Afrika, Amerika, dan Eropa dalam upaya mereka menyelamatkan lingkungan. 

Menyenangkan sekali menyusuri setiap lembar buku ini.

Tak hanya lebur mengikuti 15 cerita anak, pembaca juga disuguhi informasi “Kamu Harus Tahu.” Tersaji pengetahuan, tindakan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan di negara tempat mereka tinggal serta tips umum menjaga lingkungan. Selain itu pada bagian akhir ada 11 bonus lembar aktivitas buat si pembaca kecik.

Tak heran bila buku Bumiku Sehat Aku Gembira mendapat banyak sambutan dan apresiasi dari khalayak. Salah satunya, apresiasi dari Dirjen PSLB3 (Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya) yang merujuk buku ini sebagai BAHAN BACAAN BAGUS untuk ANAK dan REMAJA.

 

Berkelana ke Republik Ceko Bumiku Sehat Aku Gembira || ⓒJelajahSuwanto
Menjelajahi Taman Nasional Bohemian Switzerland (Bumiku Sehat Aku Gembira, Nova Yulianto 2020 : 96) || ⓒJelajahSuwanto

Mengenal Buku Bumiku Sehat Aku Gembira

Judul: Bumiku Sehat Aku Gembira
Penulis: Efa Refnita (IG: @efarefnita), Alia Kustontinia, Sri Aktaviyani, Arlini Prawesti, Devi Yuliawati, Dian Akbas, Ninik Sri Hartini, Harland Firman, Ade Sinaga-van der Pijll, Nova Yulianto, Media Putri Yohana, Savitry Khairunnisa, Wahyu Eka Puspita, Riana Garniati Rahayu, dan Dery Hefimaputri.

Editor : Kartika Susilowati dan Nunuk Cita
Desain Sampul Depan : Haekun
Tata Letak Sampul dan Isi : Tim Redaksi
Ilustrator : Tim Redaksi

ISBN : 978-623-6696-11-8
vii+196 halaman, 21 x 29,7 cm

Cetakan 3, Oktober 2020
Penerbit: CV. Dandelion Publisher (IG: @dandelion_publisher)
Harga: Rp 79.000

 
Ular Tangga interaktif cover belakang Buku Bumiku Sehat Aku Gembira || ⓒJelajahSuwanto
Ular Tangga interaktif cover belakang Buku Bumiku Sehat Aku Gembira || ⓒJelajahSuwanto

Review Buku Bumiku Sehat Aku Gembira

Buku Bumiku Sehat Aku Gembira merupakan antologi cerita anak dengan tema merawat bumi yang kini semakin tua. Adalah 15 anak-anak usia sekolah dasar mengisahkan keseruan mereka menyelamatkan lingkungan, merawat si bumi tua. 

Baik disadari atau tidak pencemaran telah merajalela merusak lingkungan dari segala sektor, darat, laut, udara, dll. Melalui buku ini, ke-15 penulis Indonesia yang sedang tersebar di 15 negara ingin berbagi pengalaman yang mereka sebut sebagai “langkah kecil kami” untuk turut bersumbangsih menjadikan bumi lebih sehat ceria. 

 

Bumiku Sehat Aku Gembira: 5 Hal yang Bikin Gembira

1. Tampilan Fisik Buku Bumiku Sehat Aku gembira

Latar warna tosca pada sampul buku berukuran A4 itu mengingatkan Ken dan Bun pada pendar air laut di perairan Raja Ampat. Cover Bumiku Sehat Aku Gembira memang mencuri hati sejak pertama Bun melihatnya seliweran di timeline para sahabat. Ilustrasi 3 anak sedang membersihkan dan menghias globe menampilkan pesan kuat merawat bumi dengan penuh kasih sayang. Sementara di sampul belakang adalah bonus alas permainan ular tangga. Ular tangganya punya alur cerita segala, sebuah misi menyelamatkan lingkungan dari kamu, pahlawan penyelamat bumi. Petunjuk permainan bisa dibaca pada lembar aktivitas.

 

Secara ukuran buku Bumiku Sehat Aku Gembira tergolong besar seperti buku pelajaran tematik sekolah dasar. Hal ini karena menyesuaikan ukuran font yang ramah anak. Namun jangan salah, meski terkesan besar buku ini ringan saja. Dan setiap judul dilengkapi dengan foto-foto pendukung yang memberi gambaran jelas dari cerita. 


Berkeliling dunia dalam cerita Buku Bumiku Sehat Aku Gembira || ⓒJelajahSuwanto
Berkelana ke Turki membaca cerita Peduli Lingkungan dan Hewan Jalanan (Buku Bumiku Sehat Aku Gembira, Dian Akbas 2020 : 52 ) || ⓒJelajahSuwanto

 2. Cerita Bumiku Sehat Aku Gembira

Di awal halaman kami berkenalan dengan Bianca yang sedang mempersiapkan kostum istimewa lady bug untuk acara sekolahnya di Canberra, Australia. Di Asia ketemu Bintang dari tanah air dalam cerita Kantong Kresek Bunda, Nozomi yang sedang menanti hanabi atau festival kembang api di Jepang. Lalu ada Fatimah penanam bunga dari negeri gurun pasir, Qatar. Agen Kim si penyelamat makanan dari Singapura dan Bahar, gadis cilik berambut ikal dari Turki yang Peduli Hewan Jalanan.

 

Setelah Asia, kami menuju Afrika ikut Ahmad rihlah alias piknik menyusur Sungai Nil menuju Qonatir di Mesir hendak melihat bendungan kuno yang merupakan sistem irigasi modern pertama di dunia. Kemudian terbang ke sebuah kota kecil, Kalamazoo di tengah negara bagian Michigan, Amerika Serikat. Sarah yang baru saja berulang tahun mengenalkan cara recyle botol bekas ke mesin daur ulang yang disediakan pemerintah. Daddy-nya Sarah juga bercerita tentang seorang Ryan Hickman, anak lelaki yang sejak usia 3 tahun senang sekali melakukan kegiatan recyling. Ryan menghasilkan $21.000 dari 200ribu botol dan kaleng yang telah didaur ulangnya, earning by recyling. Baca selengkapnya deh, seru!

 

Willem anak lelaki berambut coklat menanti di Amsterdam tak sabar berbagi cara hemat energi “Energie Besparen in Willem’s Huis.” Bersama Anicka kita akan menjelajah alam di Taman Nasional Bohemian Switzerland, merambah sungai Kamenice menuju utara mencapai Pravicka Brana yang merupakan lengkung gerbang batu alam terbesar di Eropa. 

 

Chloe dari United Kingdom memberi gambaran jelas tentang jejak karbon. Mikkel anak lelaki kota Stavanger, Norwegia dan Zara dari Marseille Prancis menceritakan tentang pengelolaan sampah pintar di tempat mereka. Terakhir Fernando di Sevilla, Spanyol dan Anika Karlsoon di Swedia keduanya memilih transportasi ramah lingkungan dengan sepeda atau kendaraan umum alih-alih naik mobil pribadi.

 

3. Wawasan Baru dari Buku Bumiku Sehat Aku gembira

Vet du hva? (Tahukah kamu? bahasa Norwegia) jika sejak proses pengelolaan tekstil sampai menjadi pakaian siap pakai ternyata membawa limbah yang dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan? Apa itu jejak karbon, pencemaran air, polusi udara, sumber penyakit, dan pemanasan global? Bahaya sampah dan limbah plastik, sampah makanan dan masalah sampah di kota besar?

 

Tahukah kamu apa itu Taman Nasional? Apa saja jenis tanaman yang dibudayakan di negeri gurun pasir? Mengapa di negeri matahari terbit jarang sekali ditemukan sampah sembarangan? Bagaimana kamu dapat berhemat energi di rumah dan lingkungan?

 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut terjawab oleh si buku pintar Bumiku Sehat Aku Gembira. Ken dan Bun jadi tambah wawasan baru, juga punya bahan tanya jawab yang asyik. 

 

Having fun dengan lembar aktivitas di Buku Bumiku Sehat Aku Gembira || ⓒJelajahSuwanto
Having fun dengan lembar aktivitas di Buku Bumiku Sehat Aku Gembira || ⓒJelajahSuwanto

 

4. Plus Plus Dari Buku Bumiku Sehat Aku Gembira

Pada sub judul Tindakan Pemerintah Dan Masyarakat Dalam Menjaga Lingkungan, pembaca diajak melihat bagaimana ke-15 negara yang menjadi latar cerita Bumiku Sehat Aku Gembira ternyata sangat concern pada permasalahan lingkungan. Menggunakan teknologi pintar dan kearifan lokal, mereka dengan penuh kesadaran bertanggung jawab pada pengelolaan sampah dan merawat bumi secara lebih luas. Bahkan telah membudaya seperti masyarakat jepang.

Taman Puy du Fuo di Les Epesess, Vendee, Prancis Barat mempekerjakan 6 ekor burung gagak untuk memungut sampah kecil, seperti puntung rokok dan bungkus makanan yang ditinggalkan pengunjung di taman. Katanya di Prancis lebih mudah menemukan tempat sampah dari pada toilet. Keunikan lainnya yaitu di desa Pincee, sebuah desa kecil di Prancis yang memerangi sampah dengan menggunakan ayam. Menarik, ya?

Tindakan nyata pemerintah Singapura pada tahun 2015 yaitu mencanangkan program “Love your food. Waste Less. Save more.” 4 Strategi dari program tersebut adalah: mencegah dan mengurangi sampah makanan, mendistribusikan kembali kelebihan makanan kepada yang kurang mampu, mendaur ulang sampah makanan menjadi kompos, dan daur ulang sampah makanan menjadi sumber energi baru.

 

Pada sub Tips Menjaga Lingkungan Hidup dapat dibaca inspirasi praktis terkait perawatan lingkungan. Contohnya memilih jalan kaki, bersepeda atau naik kendaraan umum, bertanggung jawab memilah dan mengelola sampah, peduli sungai, hewan, tanaman dan lain sebagainya.

 

Bonus buat pembaca kecik, 11 Lembar Aktivitas. Having fun sekaligus praktik 4R (Reuse, Reduce, Recycle, Replace). Ada Teka-Teki Silang, Ular Tangga, menanam sayur, membuat pupuk kompos, membuat shopping bag dari kaos bekas, dan lain-lain.

 

5. Kutipan Inspirasi dari Bumiku Sehat Aku gembira

Di buku Buku Bumiku Sehat Aku Gembira banyak ditemukan quote, sayings, scene atau apalah namanya yang membekas di hati. JelajahSuwanto mengutip sedikit saja untuk inspirasi.  


Warga Jepang mempunyai satu pikiran bersama: “Siapa yang membuat kotor dan berantakan, dialah yang bertanggung jawab untuk membuatnya bersih dan rapi seperti semula.” Hal ini berlaku di mana saja, baik di rumah, sekolah, tempat kerja, alat transportasi umum, ataupun tempat lainnya. (Sri Aktaviyani, 2020 : 30) 

“Setiap orang harus merasa bertanggung jawab atas sampahnya masing-masing!” (Sri Aktaviyani, 2020 : 31)

Sahabat Nil berbagi cerita kenapa mereka setiap hari tergerak hati membersihkan sungai “Mengingat begitu banyak manfaat yang telah diberikan sungai Nil kepada kita, bukankah kita juga seharusnya merasa senang membalas kebaikannya dengan sukarela seperti layaknya sahabat?” (Ninik Sri Hartini 2020 : 67)

Ketika Chloe mengumumkan kepada seisi rumahnya bahwa ia mendapat award A little litter picker of the week di sekolahnya, komentar sang Ayah bikin meleleh. “… selamat buat anak Ayah yang cantik wajahnya, juga hatinya.” Ayah melirik Mommy yang ikut mengganggguk setuju. “Ah, Ayah. Biasa aja, kok. Chloe kan cuma ngumpulin sampah. Siapapun bisa melakukannya.” Chloe tersipu malu. “Betul Nak. Mungkin yang Chloe kerjakan hari ini memang tampak seperti hal kecil. Kita tahu setiap orang bisa melakukannya. Tetapi sayangnya tidak semua orang mau melakukannya.” Ayah menjelaskan sambil tersenyum penuh arti. (Media Putri Yohana, 2020 : 111)

 

Buku Bumiku Sehat Aku Gembira Bacaan bagus untuk Anak & Remaja  || ⓒJelajahSuwanto
Kantong Kresek Bunda (Buku Bumiku Sehat Aku Gembira, Alia Kustontinia 2020 : 12 ) || ⓒJelajahSuwanto

We Love Bumiku Sehat Aku Gembira

Jujur Bun dan Ken banyak kagumnya ketika membaca buku ini. Bumiku Sehat Aku Gembira sangat kaya. Seperti mendapat jackpot 15 cerita pendek, ditambahin informasi, ilmu dan tips menjaga lingkungan, masih pula dapat bonus lembar aktivitas.

Bahasa dalam buku Bumiku Sehat Aku Gembira sederhana dan mudah dipahami pembaca kecik. Kami senang sekali menemukan sisipan-sisipan bahasa asing di setiap kisah. Kelima unsur cerita, yaitu tema, alur, latar, tokoh, watak dan pesan moralnya boleh dikatakan memikat. Betah deh terus baca.

Terima kasih untuk para penulisnya yang telah dengan serius menciptakan buku sarat ilmu tapi tidak melupakan unsur bersenang-senang. Segmentasi pembaca buku ini tak hanya untuk anak-anak atau remaja, orang tua, pendidik serta pemerhati lingkungan dapat menikmatinya.

Dari rentang 1-5, buku ini dapat nilai 4. Yang pasti kegembiraan dan sukacita dalam merawat bumi tersampaikan dengan baik. Ini memberi inspirasi dan teladan bagi Bun dan #KenSiPenjelajahKecik sebagai pembaca untuk lebih giat melakukan hal yang sama merawat bumi.

We love this book. 


We love Buku Bumiku Sehat Aku Gembira  || ⓒJelajahSuwanto

Buku Bumiku Sehat Aku Gembira Bacaan Bagus untuk Anak dan Remaja || ⓒJelajahSuwanto

 

7 komentar:

  1. hmmm..tertohok dengan cuplikan kalimat yang terakhir : semua orang bisa melakukannya tapi tidak semua orang mau. Memang sih, nyampah itu attitude yang nggak baik dan harus sedari kecil diajarkan kepada anak untuk bertanggung jawab pada sampahnya sendiri

    BalasHapus
  2. Menanamkan sikap menjaga lingkungan sejak dini itu memang penting banget yang akan jadi bekal saat dewasa nanti memang harus dilakukan sedari kecil agar menjadi kebiasaan baik dan terus mengakar pada kehidupan anak-anak dimasa dewasa. Bukunya cakep nih..

    BalasHapus
  3. Keren banget ini yach bukunya. Menginspirasi kita dan keluarga untuk menjaga bumi dengan baik. Secara masalah sampah masih menjadi pr besar bagi kita semua.

    BalasHapus
  4. Penting sekali memang menanamkan sikap mencintai dan menjaga lingkungan sejak dini. Apalagi zaman sekarang anak2 cenderung maunya yang praktis2 saja. Selama pandemi, anak sulung saya di rumahkan dari sekolah, dia yang menyapu halaman setiap pagi, saya mjnta juga untuk mencabuti rumput di halaman rumah kalau dah tinggi2 mbak, sekalian mengenalkan secara langsung bagaimana menjaga lingkungan. Buku yang bagus dan sangat menginspirasi.

    BalasHapus
  5. Setiap orang tahu melakukannya tapi belum tentu mau melakukannya...setuju saya
    Buku yang bagus dan memang enggak hanya buat anak ya melihat pesan moralnya. Bisa untuk remaja maupun dewasa.Karena kepedulian terhadap bumi pastinya mesti dilakukan semua tanpa memandang usia. Juga perlu ditumbuhkan pada anak diantaranya lewat buku Bumiku Sehat Aku Gembira

    BalasHapus
  6. Salut kalau buku untuk remaja itu pesan moralnya harus yang ... apa ya istilahnya .. serius dan targetted gitu. Soal isi lingkungan malang menjadi PR serius bagi generasi muda kita. Supaya bumi jadi lebih sehat lebih nyaman ditinggali anak cucu kita

    BalasHapus
  7. Menumbuhkan kecintaan pada bumi yang kita tempati ini memang tidak mudah dan benar2 harus dipupuk sejak kanak-kanak. Kebetulan saya belum punya buku ini, tapi sudah beberapa kali membaca ulasannya. Menurut saya buku ini cocok untuk dibacakan pada anak, dan cocok juga dijadikan koleksi pojok baca di kelas.

    BalasHapus