Selasa, 04 Desember 2018

Jelajah Minahasa, Sempurnanya Wonderful Indonesia!

Kapal bersandar di Pelabuhan Manado terlihat dari Jembatan Soekarno

Keluarga Suwanto tiba di tanah Minahasa pada sebuah malam di penghujung Januari. Ketika Manado, di mana banyak suku Minahasa menetap, tengah menggeliat dari banjir bandang yang tiba-tiba menerjang.  Ketika truk-truk dengan musik rancak, puluhan orang berdiri di atasnya membawa arit, pisau panjang, dan cangkul. Orang-orang dari berbagai pelosok yang dengan tulus tanpa pamrih turun membersihkan bekas banjir di Manado. Sebuah bukti nyata dari “torang samua basodara”, kita semua bersaudara.
Jelajah Minahasa bagi kami merujuk pada keelokan di utara jazirah Sulawesi, meliputi Manado, Tomohon, Minahasa Utara, dan Minahasa Tenggara. Minahasa sendiri adalah salah satu suku terbesar di Sulawesi Utara. Seperti etimologisnya, Mina-Esa berarti “Menjadi Satu”. Demikianlah di tanah Minahasa, Wonderful Indonesia terangkum sempurna menjadi kesatuan yang utuh. Bentang alam, budaya, sejarah, kuliner serta orang-orangnya.

Harmonis saling melengkapi dalam dekat. Birunya gunung gemunung, hijaunya hamparan danau, lazuardi nun di lautan, atau senja keemasan dapat dicapai dalam bilangan jam, kurang dari sebelah jari. Namun, yang susah adalah kembali pulang dari jelajah. Itulah mengapa Minahasa sangat tak biasa.

Gunung Lokon

Kepundan Gunung Lokon dari atas ketinggian
Pelangi di Gunung Lokon
Ketika burung besi mengudara, kepulan putih dari sebuah kepundan memukau rasa. Gunung Lokon, demikian gugusan gunung gemunung itu. Lain waktu, kami benar-benar menjelajahinya. Dengan ketinggian 1580 meter di atas permukaan laut, Gunung Lokon dapat didaki sekitar 1,5 jam perjalanan santai. Rute pendakian Gunung Lokon terbentuk dari bekas aliran lahar. Tanaman paku-pakuan, ilalang dan perdu gunung membingkai jalur setapak di pinggir jurang kecil. Daerah berpasir, batu-batu raksasa dengan tekstur kasar dan licin berserak di sepanjang jalur pendakian. Siapa tidak jatuh cinta, pada setengah lengkung pelangi dan mentari jingga nun di timur jauh dari atas sebuah gunung dengan kepundan yang menganga.


Gunung Mahawu


Memutari Puncak Mahawu

Gunung Mahawu ramah didaki anak-anak
Bila ke Lokon hanya bertiga dengan anak sulung. Maka Mahawu, lebih ramah bagi anak 6 tahun. Berdiri di ketinggian 1324 meter di atas permukaan laut, Gunung Mahawu menularkan candu mendaki gunung pada anak-anak. Dua kali sudah, kami memutari seluruh permukaan gunung. Kendaraan, termasuk bus pariwisata bisa mencapai ketinggian 1200 mdpl, parkir aman di area gunung. Hanya 15 menit terengah-engah mendaki undakan beton di tengah hutan lindung. Selebihnya memasuki jalur treking dipayungi ilalang berdaun tajam. Membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mengelilingi satu putaran Mahawu. Waktu terbaik datang ke Puncak Mahawu adalah pagi menjelang siang. Bila terlalu sore, khawatir kabut pekat menutup pemandangan.

Rimbunnya vegetasi di Puncak Mahawu, seru!
Danau Tondano
 
Danau Tondano pada suatu pagi


Berbagai atraksi kekinian di sekitaran Danau Tondano
Danau Tondano menghampar seluas 4.278 hektare, menjadikannya danau terbesar di Sulawesi Utara. Danau Tondano kini menawarkan beragam atraksi bagi para pengunjungnya. Beberapa spot wisata outbond telah dikelola mandiri oleh karang taruna setempat.
Tondano adalah rumah ikan nike, ikan kecil-kecil yang baru kami temui di sini. Rasanya sangat gurih, disajikan menjadi semacam peyek atau boleh juga dipepes.


Danau Linow

Danau Linow, sedang hijau mendamaikan

Danau Linow, salah satu tempat terbaik untuk bakudapa
Sementara itu, Danau Linow, adalah pendar beraneka warna air. Linow sering berubah-ubah, tergantung suasana. Kadang hijau, kekuningan atau biru. Bisa jadi karena siluet awan, aliran belerang atau cahaya mentari. Danau Linow adalah kawah yang berusia jutaan tahun lalu, yang tempat sekitarnya telah ditata menjadi sangat nyaman bagi pengunjung. Linow adalah salah satu tempat terbaik untuk menyambut senja bersama keluarga.

Ada dua pengelola, atau mungkin lebih di kawasan Danau Linow. Kedua tempat yang letaknya saling berhadapan ini, masing-masing menyuguhkan pemandangan Linow yang mendamaikan.

Danau Linow, sisi yang lain

Menyambut senja di sisi Linow yang lain
Bukit Doa
Lelah dengan rutinitas pekerjaan, bukit doa menjadi tempat pelarian akhir pekan. Bukit Doa di lereng Mahawu ini menyediakan jalur peziarahan via dolorosa atau jalan salib, gua Maria, kapel Bunda Maria bagi Umat Katolik. Sebuah Amphitheatre dan kafetaria. Namun, tempat ini terbuka bagi siapa saja yang ingin merasakan aura damai di keheningan alam.

Bukit Doa Mahawu menawarkan keheningan bagi siapa saja

Kapel Bunda Maria di Bukit Doa Mahawu
Bukit Kasih
Bukit Kasih Kanonang adalalah simbol kerukunan umat beragama di tanah Minahasa. Di pintu masuk, sebelum pengunjung mendaki bukit, berdiri sebuah tugu toleransi. Monumen setinggi 22 meter ini berbentuk segi lima. Di setiap sisinya terpahat cuplikan ayat kitab suci masing-masing agama. Setelah mendaki lebih dari 2000 tangga, di puncak bukit, kita akan mendapati 5 rumah ibadah bagi agama-agama di Indonesia. Semoga perdamaian dan kerukunan umat beragama di Indonesia sungguh dihidupi oleh kita masyarakatnya.

Tugu toleransi di Bukit Kasih Kanonang

Tempat ibadah 5 agama di puncak bukit  Kasih
Bukit Pulisan

Bukit Pulisan, keutuhan sempurna bentang alam Minahasa

Bukit pulisan adalah gambaran sempurna dari surga tersembunyi. Dimana perbukitan dan laut berpadu menjadi lukisan alam yang memesona. Bukit pulisan dekat saja dengan tanjung terujung di Sulawesi Utara. Di bawah bukit terdapat pantai dengan pasir putih yang elok.

Teluk Manado 
Senja di Teluk Manado
Kawasan bisnis dan hiburan berpusat di Kawasan Megamas Boulevard Manado. Tertata rapi di atas lahan reklamasi di sepanjang teluk Manado. Di pinggir teluk tanpa pasir pantai, pemandangan Gunung Manado Tua bersimbah senja membuatmu enggan beranjak. Di seberang mata memandang, jelajah tiga pulau: Bunaken, Nain dan Siladen dapat ditempuh 45 menit menyeberang dari pelabuhan Manado.

Pantai Tasik Ria

Pantai Tasik Ria menyambut senja
Pantai Tasik Ria adalah pantai berpasir yang kami temui pertama kali di Manado. Pasirnya hitam dan lembut. Sementara perairannya begitu tenang. Di sepanjang jalur Trans Sulawesi memang berderet pantai-pantai barat laut Sulawesi Utara. Kebanyakan tanpa pantai pasir karena direklamasi.

Pesisir Likupang Barat

Pemandangan laut dari Kinaari Resort
Likupang Barat berada di Kabupaten Minahasa Utara. Meski susah mendapatkan pantai berpasir, tapi perairan di Likupang Barat memesona dalam gradasi biru yang indah. Beberapa lokasi wisata telah dikelola oleh swasta. Diantaranya Pantai di Kinaari Resort & Pantai La Merry yang lokasinya berdekatan.

Pantai Surabaya Likupang Timur

Bermain di Pantai Surabaya Likupang Timur
Pantai Surabaya hitam manis memanjang lembut tanpa keramaian. Memasuki pantai ini tak melewati penjaga atau loket masuk, nampaknya Pantai Surabaya belum terkelola dengan baik untuk pariwisata. Kami bebas berlarian menuju pasir yang tetap kering meski terkepung air laut. Aktivitas nelayan menjaring ikan, satu-satunya keramaian yang sayup kami dengar. Mereka masih jauh di perairan, saling menyemangati menarik jaring-jaring penuh ikan ke perahu. 

Pantai Casabaio

Menikmati keheningan dan surutnya air laut dari pantai Casabaio
Suara laut, heningnya semesta untuk sesaat tercipta di sini. Suasana se per sekian detik itu adalah momen yang kami suka. Sambil memandang gugusan pulau nun di sana. Suara riak ombak ditiup sapuan bayu. Pasir pantainya putih, berserak kerang-kerang di ujung tanjung. Tempat ini adalah surga untuk bersantai.

Pantai Pal Marinsow
 
Sisi lain Pantai Pal Marinsow yang berpasir serpihan kerang
Tak dapat dipungkiri Pantai Pal adalah primadona pantai di Likupang Timur. Pantainya memanjang hingga kurang lebih 1 km dari tanjung ke tanjung yang membentenginya. Banyak hal dapat dilakukan di Pantai dengan pemandangan cantik ini.

Sejarah, Budaya, dan Kuliner


Makam Tuanku Imam Bonjol di Lotta Pineleng

Wisata Minahasa tak melulu bentang alamnya. Wisata sejarah, budaya dan edukasi masih banyak yang bisa dijelajahi. Seperti Makam Tuanku Imam Bonjol, menyaksikan tarian Kabasaran dan mengunjungi wisata Geothermal di Lahendong.

Wisata Geothermal di Hutan Pinus Lahendong
Jangan lupa kuliner Minahasa juga sangat memanjakan rasa. Maka, Wonderful Indonesia harus pula mengangkat Pariwisata Minahasa ke kancah dunia. Masih banyak potensi wisata yang belum dikembangkan dengan baik.

Keluarga Suwanto dengan Penari Kabasaran di Puncak Mahawu



Butuh lebih dari seribu kata untuk menggambarkan Wonderful Indonesia dari Tanah Minahasa saja. Namun kamu harus merangkumnya untuk mengabarkan pada dunia, seperti jelajahsuwanto untuk Tanah Minahasa. Ayo bagikan kisahmu di Wonderful Indonesia Blog Competition.



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar