Selasa, 31 Maret 2020

Wayag, Jalan Panjang Menuju Destinasi Wisata Hijau Papua

Wayag, Raja Ampat || When someday is today @jelajahsuwanto

Mentari begitu garang di puncak Wayag, tapi teriknya kalah oleh semangat Keluarga Suwanto. Tidakkah kau lihat, binar di wajah lelaki itu? Hari ini ia menggenapi mimpinya, membawa istri dan kedua putranya mengarungi kepulauan Raja Ampat, menaklukkan puncak Wayag.  Bisa jadi Wayag adalah once-in-a-lifetime moment-nya jelajahsuwanto karena buat sampai ke sini waktu dan perjuangannya juga amat sepadan. (Baca persiapannya di Raja Ampat Unfinished Journey)

Dimana Tepatnya Wayag?

Wayag adalah ikon Raja Ampat. Dari puncak Wayag inilah, gugusan pulau karang melingkari laguna sewarna biru pirus tersebar pada dunia. 
Namun, dimana tepatnya Wayag? Tak ada gambaran jelas bagi jelajahsuwanto saat itu, yang kami tahu pokoknya harus ke Raja Ampat. 

Wayag, Raja Ampat  ||  jarak dari Waisai @jelajahsuwanto

Pulau Wayag nyatanya masih jauh dari Waisai, ibu kota Raja Ampat. Waisai sendiri berada di pulau Waigeo, satu dari 4 pulau utama Raja Ampat, selain Misool, Salawati dan Batanta. 

Perkiraan jarak Waisai ke Wayag menurut Google Earth tertera 164.19 km ditempuh melalui jalur laut. 

Perjalanan ini memakan waktu antara 4-6 jam menggunakan perahu cepat yang melahap ratusan liter bensin. Kekuatan mesin, cuaca, dan hal-hal tak terduga lainnya turut menentukan panjang waktu tempuh. Terjawab sudah, mengapa jelajah Raja Ampat merogoh jumlah dana yang relatif lebih besar daripada melancong ke negara tetangga.   

Wayag, Raja Ampat || gugusan pulau kars yang spektakuler @jelajahsuwanto

Wayag, Raja Ampat  || warna kelabu adalah lautan bebas  @jelajahsuwanto

 

Talaip Homestay, Pengelolaan Sumber Daya Alam oleh Putra Daerah


Wayag ada di itinerary hari kedua Jelajah Raja Ampat. Siang sebelumnya selepas mendarat di Bandara Marinda, Keluarga Suwanto berkeliling kota Waisai. Kami menunggu Om Paul, guide lokal Raja Ampat yang masih dalam perjalanan feri dari Sorong. Barulah tengah hari dengan boat Kawe Star kami mengarungi perairan Raja Ampat menuju Talaip Homestay di sebuah pulau terpencil, tanjung Talaip di mulut Teluk Aljui.

Setelah gelombang laut mendera, ketapang laut, masakan lezat Mace, kepolosan dan kesahajaan pemiliknya membuat Talaip serasa pulang ke rumah. Terberkatilah mereka pemilik homestay ini, putra daerah yang terpanggil mengelola kebaikan alam di tanjung yang diapit oleh gugusan-gugusan pulau dengan kanopi hutan hijau. 

Hutan kecil yang membentengi Talaip memberikan juga sumber pangan alami. Kelapa, jambu monyet, pisang dan mangga hutan tumbuh liar. 3 hari bersama Pak Enos sekeluarga, kami melihat kebiasaan baik merawat alam. Talaip sungguh bersih dan asri. Sejatinya peran mereka patut diapresiasi, ikut andil menjaga kelestarian rimba terakhir Papua.

Wayag, Raja Ampat || When someday is today @jelajahsuwanto

Menyaksikan Limpah Ruahnya Ikan, Hasil Kearifan Zona Sasi


Memasuki Wayag tidak bisa sembarangan. Pengunjung harus kulo nuwun pada petugas di Pos CI (Conservation International) atau di Desa Serpele. Semua urusan perizinan ditangani oleh ahlinya, Om Paul, pemandu kami. Di pos konservasi yang disebut juga Ranger Station Kawasan SAP (Suaka AlamPerairan) selain lapor, kami disambut ramah oleh Bapak berbibir semerah pinang.

SAP Waigeo Sebelah Barat terbentang dari Kepulauan Wayag dan Sayang Piai di barat laut Raja Ampat, yang juga berbatasan dengan Laut Halmahera. Luasnya mencapai 271.630 Ha. Masih banyak pulau-pulau kosong tak berpenduduk di kawasan ini. Pulau-pulau dengan tutupan hutan hijau sumber oksigen bagi kehidupan. Namun, secara adat, SAP Waigeo Barat menjadi wilayah petuanan masyarakat Sub Suku Kawe yang menetap di Kampung Salio dan Selpele.

Termasuk dalam zonasi SAP, Ranger Station merupakan Kawasan Konservasi Perairan Nasional yang diatur oleh peraturan pemerintah. Lokasi ini merupakan zona sasi atau Kamar Ikan. Dimana untuk pemanfaatan sumber daya perairannya telah diatur sesuai kesepakatan masyarakat adat.

Kearifan lokal zona sasi ternyata tak hanya berdampak bagi penduduk sekitar, tetapi wisatawan secara tak langsung ikut menikmati hasilnya. Aneka ragam ikan yang melimpah di perairan bening menjadi daya tarik tersendiri. Di ranger station Adek Kecik semangat memberi makan Hiu Karang Sirip Hitam dengan potongan Cakalang. Transaksi jual beli ikan di tengah laut dengan Opa nelayan tak akan terlupakan. epik. (Lebih lanjut cerita SAP Wagieo)

Wayag, Raja Ampat || gugusan kars @jelajahsuwanto

Wayag, Raja Ampat || hijau @jelajahsuwanto

 

Jalan Panjang Menuju Wayag 


Kata Pace di homestay, Wayag dari Tanjung Talaip itu lumayan dekat. Ehmmm, tapi buat kami manusia darat, 2 jam di laut itu lama pake banget, Pace. Belum lagi di seperempat perjalanan jantung loncat-loncat disapa gelombang besar.

Sesungguhnya, pengalaman kerusakan mesin boat di hari pertama berlayar masih bikin trauma. Untunglah tak ada yang tak memesona di Raja Ampat, bahkan kerling eksotis pulau tak bertuan mampu mengalihkan gulana. Beberapa kali kami sandar di pulau kecil tak bernama, sempat juga di hutan lindung Pulau Gam.

Kini, usai dancing lagi di laut lepas, dua pulau karang bak sepasang serdadu siaga mengarahkan kami ke perairan teduh. Sebening-beningnya air laut memantulkan hijau entah spektrum yang mana. Gugusan pulau-pulau karst berhias mahkota pepohonan menyembunyikan sebuah laguna yang maha indah. Mungkinkah ini surga?

Pukul 09.43 Waktu Indonesia Timur, boat merapat ke tepian pantai. Pasir putih nan lembut memisahkan laguna biru dari kehijauan hutan pulau karst.

   
Wayag, Raja Ampat || Merapat @jelajahsuwanto

Wayag, Raja Ampat || Situs Warisan Bentangalam Kars @jelajahsuwanto

 

Wayag, Destinasi Wisata Hijau Warisan Dunia


Selamat datang di Situs Warisan Bentangalam Karst Pulau Wayag, sekeping surga di tanah Papua. 
Pulau Wayag dan pulau-pulau kecil di sekitarnya tersusun dari batu gamping antara zaman Miosen Tengah - Miosen Akhir atau 15-5 juta tahun lalu. Batu gamping tersebut berada di dasar laut. Pengangkatan menjadi daratan terjadi sekitar 1,8 juta tahun lalu. Proses karstifikasi ini kemudian menghadirkan bentang alam kars yang spektakuler. Bukit-bukit berbentuk melengkung, kerucut, menara, atau mempunyai permukaan yang mendatar. Ragam bangunnya dipengaruhi oleh struktur geologi. Sementara perairan dangkal di antara pulau menciptakan laguna yang sangat indah. Dasar lautnya ditumbuhi koral yang menjadi habitat beragam jenis ikan.
Demikian informasi yang terpampang di muka pulau.

Semua hal yang berasal dari perjuangan, tekad dan usaha gigih, semestinya akan membawamu pada pencapaian spektakuler, berharga dan tak ternilai. Puncak Wayag membuktikan! 

Wayag, Raja Ampat || sanctuary @jelajahsuwanto

Medan treking Wayag sebenarnya tidak terlalu tinggi, tapi jalur yang mesti dilalui berupa tebing karst dengan permukaan tajam. Selain itu kemiringannya cukup ekstrim, terjal dan curam. Tidak ada pengaman buatan atau tali-tali yang dipasang untuk pegangan karena Wayag adalah destinasi wisata hijau Papua yang masih alami, dan sebaiknya dibiarkan demikian. Batu karst yang kokoh, akar atau batang pohon di sepanjang jalur pendakian bisa kita jadikan pegangan sendiri. Agar lebih aman, percaya saja pada pemandu, ikuti petunjuknya sebab mereka telah terbiasa dan mengenal medan jelajah dengan baik. 

Perjuangan mendaki Wayag membawa anak usia 5 tahun memakan waktu lebih kurang setengah jam. Terutama karena bersama Adek Kecik, kami ekstra hati-hati. Dalam hal ini, anak yang paling tahu, apakah lanjut naik atau tidak. Orang tua sama sekali tidak boleh memaksakan ego. Puji Tuhan, Ken si penjelajah kecik excited menuju Puncak Wayag. And, he did it!

Wayag, Raja Ampat || Trekking ke Puncak Wayag @jelajahsuwanto

Wayag, Raja Ampat || Medan Trekking yang curam dan terjal @jelajahsuwanto

Untuk pendakian sangat direkomendasikan memakai sepatu nyaman anti selip. Daripada pakai sandal jepit mending nyeker tanpa alas kaki, seperti Om Iwan, asisten motoris boat Kawe Star. “Nggak sakit, udah biasa” katanya santai. 

Celana pendek, kaos lengan panjang atau kemeja flanel merupakan pilihan tepat guna menahan paparan sinar matahari di puncak sana. Jangan salah, sehabis dari Wayag bagian leher sunburn loh, sun block ternyata dibutuhkan. 

Puncak Wayag bisa dibilang sempit dan tidak rata. Biar dapat angle foto instagramable, harus agak ke pinggir tebing (yang mana tanpa pengaman). Maka demi keselamatan, anak-anak menunggu saja di bawah pohon sambil mengaso.

Barang bawaan juga perlu diperhatikan. Sebisa mungkin tidak menambah beban agar bebas menikmati perjalanan dan fokus ke anak. Kami cuma gendong satu tas ransel berisi tas kecil tahan air untuk dompet dan handphone, pouch mini untuk P3K, secukupnya air minum dan cemilan manis  jaga-jaga Adek Kecik kalau kehabisan energi.

 
Wayag, Raja Ampat || When someday is today @jelajahsuwanto
 
Wayag, Raja Ampat || Paradise @jelajahsuwanto
 
Dari ujung barat kepulauan Raja Ampat, di puncak Wayag, seluas mata memandang tak ada yang pantas terucap selain pujian syukur untuk Sang Maha Rahim. Kepulauan Wayag seolah sanctuary di tengah samudera. Bagian kelabu nun di sana adalah lautan bebas dengan gelombang berdebur-debur, sementara di sini perairannya tenang mendamaikan hati.

Panas menyengat di puncak Wayag membuat Keluarga Suwanto tak bisa lama-lama. Lagi pula anak-anak ingin segera bermain air. Siapa juga yang tidak tergoda melihat warna laut secantik itu.

Wayag, Raja Ampat || perairan teduh @jelajahsuwanto

Wayag, Raja Ampat || menuruni hutan kars @jelajahsuwanto

Menurut kami, turun lebih mudah daripada mendaki. Jalan yang tadi dilewati masih terbayang. Namun, di sepertengah perjalanan turun, adek kecik terlalu lelah untuk jalan sendiri. Dan seperti biasa, maunya digendong sama Bunda bukan Ayah. Selalu. Baiklah Kecik, selama Bun masih kuat, let’s go!

Wayag memiliki ekosistem karst. Tanah di permukaan pulau tidak terlalu banyak sehingga vegetasi yang tumbuh di atasnya juga khas. Pepohonan pantai, semisal Pandan Laut, Beringin dan Kwaru Laut tumbuh subur menaungi hutan. Kami bertemu banyak biawak atau Soa-soa di pantai. Mereka sama sekali tidak mengganggu dan terganggu, rupanya Soa-soa terbiasa dikunjungi tamu-tamu tak dikenal.

Aroma bekal makan siang mengundang Soa-soa mendekat. Kan sudah kubilang masakan Mace dari Talaip Homestay itu sungguh lezat. Entah mengapa makanan di Raja Ampat selalu menggugah selera, padahal makanan rumah biasa. Mungkin tempat yang indah bikin makan jadi lahap.

Wayag, Raja Ampat || Soa-soa, Biawak @jelajahsuwanto
 

Yayasan EcoNusa, Kepedulian Menjaga Kesinambungan Sumber Daya Hijau Papua


Satu hal yang mengganjal, di pulau alami yang cukup terisolasi, sampah plastik kok ada saja. Sayang sekali kalau tempat seelok ini harus tercemari. Jelajahsuwanto tak akan bosan mengingatkan, mari menjaga bersama alam ini, dari hal paling kecil. Jika tidak bisa merawat jangan mengotori. Bawa pulang sampahmu!

Jika jelajahsuwanto hanya bisa mengingatkan, lain halnya dengan Yayasan Ekosistim Nusantara Berkelanjutan atau Yayasan EcoNusa sebuah organisasi nirlaba yang mengusung visi kedaulatan masyarakat untuk pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan. Yayasan EcoNusa bekerja bersama para pemangku kepentingan, baik lembaga pemerintah maupun non pemerintah untuk mengelola hutan secara transparan dan akuntabel yang berbasis penguatan masyarakat lokal.  Selain itu EcoNusa membangun gerakan kelautan bersama untuk perbaikan tata kelola dan praktik pengelolaan sumber daya laut yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Mari kita dukung bersama komitmen Yayasan EcoNusa dalam upaya melestarikan alam, termasuk didalamnya melindungi laut dan rimba terakhir Papua bagi kehidupan dunia.

Wayag, Raja Ampat || Hanya milik kami, hari itu @jelajahsuwanto

Wayag, Raja Ampat || Hanya milik kami, hari itu @jelajahsuwanto

Destinasi Wisata Hijau Papua, Ko Harus Lestari Demi Kami, Demi Dunia


Puas bermain di pesisir, adek kecik bebas agak ke tengah laut. Air sedang surut. Perairan Wayag juga dikategorikan cukup dangkal kurang dari 15 meter. Perairan ini menjadi rumah dari beragam biota laut. Hiu sirip hitam berenang santai melewati anak-anak yang sedang berkecipak-kecipuk. Terumbu karang dan lamun tersebar di perairan. 

Kami juga mengumpulkan beberapa cangkang kerang yang berserak di ujung pantai. Sayang senja datang sangat cepat, kami enggan pergi dari Wayag. Tak mau ke lain tempat, ingin sedikit lebih lama habiskan waktu bersama keluarga di tempat yang istimewa ini.

Sejak pesawat mulai dapat menangkap citra di bumi Papua, laut, pasir putih dan bentang hutan serupa lukisan menawan. Ada harmoni yang memberi kehidupan. Sudahkah kita memberi cinta yang sama seperti rimba dan laut yang tak lelah melayani?

Yuk jaga sama-sama, biar destinasi wisata hijau Papua tetap lestari demi generasi masa depan. 

Biru laut dan hijau hutan Papua dari atas pesawat, sebelum landing di Bandara Marinda @jelajahsuwanto
 
Wayag, Raja Ampat || When Someday is Today! @jelajahsuwanto

Terima kasih Wayag, terima kasih Raja Ampat, terima kasih Papua. Semangat kami dibarukan. Tak ada cita-cita yang terlalu kecil, tak ada mimpi yang mustahil. When Someday is Today, ketika engkau selamat sampai pada cita-citamu!


Miracles will be, look at you and me, heaven helped us to, believe that dreams come true
-Dreams Come True, Rebecca Holden


4 komentar:

  1. Wah, happy banget mengunjungi Raja Ampat sekeluarga❤️

    BalasHapus
  2. Hai Kak Dewi Rieka, salam kenal.
    iya happy pake banget. pingin balik lagi, ngangenin.

    BalasHapus
  3. Wah beneran hijau dan alami ya? Air pantainya masih jernih banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal Kak amir Mahmud.
      Betul Kak, masih hijau alami.Mesti dijaga biar lestari ya.
      Terima kasih sudah berkunjung ke jelajahsuwanto.

      Hapus